Tak Becus, Puskesmas Simpang Empat Lalai Tangani Ibu Melahirkan

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Rabu, Agustus 12, 2026

Tak Becus, Puskesmas Simpang Empat Lalai Tangani Ibu Melahirkan

 

Bayi anak Leni Riyanti saat ini lagi di rawat intensif di RSUD Sekadau karena di duga terlambat ditangani oleh pihak Puskesmas Simpang Empat, diduga bayi tersebut sudah lemas air Ketuban, Rabu (12/08/2026).
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Leni  Riyanti salah satu ibu hamil dari Gonis Tekam sepertinya ditelantarkan oleh pihak Puskesmas Simpang Empat..Padahal saat masa kehamilan Leni Riyanti aktif periksa kehamilan sampai Ultrasonografi (USG). Hasilnya saat USG bayi dalam kandungannya berjenis kelamin perempuan.Pada tanggal 10 Agustus 2026 jam 12.00 WIB malam,sepertinya Leni sudah waktunya melahirkan, gejalanya sudah mulai muncul sepert sakit perut.

Melihat gelagat sudah waktunya melahirkan, lalu Leni diantar suami ke Puskesmas Simpang Empat. 

"Dari 12.00 WIB malam sampai jam 12.00 WIB siang Leni belum melahirkan, karena memang tidak di rawat dengan baik, sampai Air Ketuban sudah kering," kata Sukirwan mertua dari Leni Riyanti kepada media ını Rabu (12/08/2026) melalui pesan WhatsApp.

Untung saja lanjut dia, kebetulan ada dokter Ketut berkunjung ke Puskesmas Simpang Empat,dan ia melihat ada pasien yang hendak melahirkan, dan ia mengatakan bahwa air Ketuban sudah kering.

"Mengapa dibiarkan dan ia langsung menyarankan agar pasien segera di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Sekadau untuk dilakukan tindakan medis,kalau masih bisa di rangsang dirangsang dulu kalau tidak bisa baru di oprasi sesar," katanya menirukan ucapan dokter Ketut.

Setelah mengikuti saran dokter Ketut, Leni akhirnya di rujuk ke RSUD Sekadau, sampai di sana Leni di lakukan tindakan medis, baru sekitarnya jam.23,05 WIB Leni melahirkan, pertama dilahirkan bayi masih teriak menangis, kemudian paginya, ketika datang melihat keadaan cucunya tidak normal ia langsung konsultasi dengan dr, anak, katanya 

bayinya yang baru dilahirkan tidak normal bahkan pernafasan harus dibantu alat.

Menurut dokter, ketidakstabilan napas bayi tersebut akibat terlambat ditangani saat berada di Puskesmas Simpang Empat. "Kenapa terlambat di bawa, ke sini sampai air Ketuban kering," ujarnya.

Namun sebagai pertolongan pertama dokter menyarankan agar bayi tersebut di rujuk ke Pontianak,hanya saja agak rawan perjalanan terlalu jauh,takutnya tidak sampai ke Pontianak bayi mungkin dak bisa selamat.

"Sebagai langkah terakhir bayi tersebut masuk perawatan di ruang ICU, kini saya hanya pasrah menunggu mujizat dari yang maha kuasa mudah-mudahan bayi tersebut bisa selamat," ucapnya sedih.

Kepada pihak terkait agar memberikan teguran keras kepada pihak Puskesmas Simpang Empat, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.

"Jangan sampai akibat kelalaian mereka, nyawa orang dipertaruhkan, beruntung anak saya ketemu dokter Ketut,kalau tidak mungkin ibunya juga terancam nyawanya," kata Kirwan.

Dikonfirmasi kepada kepala Puskesmas Simpang Empat terkait hal ini ia mengatakan,


Diterbitkan: faktapagi.com

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar