![]() |
| Berfoto bersama usai peletakan batu pertama pembangunan Gereja Kasih Kristus stasi Engsalang oleh Bupati dan uskup, Senin (10/08/2026) di dusun Engsalang Desa Engsalang kecamatan Sekadau Hilir. |
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Bupati Sekadau Aron, SH bersama Uskup Mgr Valentinus Saeng, CP meletakkan batu pertama pembangunan Gereja Kasih Kristus stasi Engsalang, pembangunan Gereja tersebut sebagai bentuk implementasi dari visi dan misi Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau dibawah kepemimpinan Aron, SH sebagai Bupati dan Subandrio, SH,MH sebagai wakil Bupati Sekadau. Peletakan batu pertama tersebut dilaksanakan pada, Senin (10/08/2026) di Dusun Engsalang Desa Engsalang kecamatan Sekadau Hilir kabupaten Sekadau.
Dalam sambutanya Bupati meminta agar semua masyarakat bahu membahu untuk membantu panitia pembangunan agar setiap tahap dan proses pembangunan bisa berjalan dengan baik dan lancar.
"Jangan ada saling menyalahkan, bantu jika ada kesulitan panitia, karena kalau saling menyalahkan maka proses pembangunan bisa terganggu," pesannya.
Dikatakan dia, Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau tetap mendukung setiap proses pembangunan rumah ibadah agama apapun di kabupaten Sekadau, karena semua itu termasuk dalam visi dan misi Pemerintah Daerah.
Karena dengan berkembangnya suatu agama maka kehidupan masyarakat sekitar pasti lebih religius,dengan begitu kehidupan bermasyarakat pasti aman dan damai.
Jika sudah aman semua aktivitas masyarakat dan Pemerintah Daerah akan berjalan baik dan lancar.
"Inı tujuan dari pembentukan sikap religius masyarakat melalui pembangunan rumah ibadah,"kata Aron.
Ia juga berpesan kepada masyarakat Stasi Engsalang, jika ada masalah saat proses pembangunan Gereja Kasih Kristus, bermusyawarahlah dengan hati dan pikiran yang jernih, agar tidak menggangu proses pembangunan.
" Selamat bekerja kepada panitia pembangunan semoga semua proses pembangunan Gereja berjalan baik dan lancar," ucapnya.
Ditempat yang sama Uskup Sanggau Mgr, Valentinus Saeng, CP dalam homilinya mengatakan,agar proses pembangunan Gereja harus melihat kebutuhan 30 tahun kedepan, selain itu pembangunan rumah ibadah juga harus melihat aspek keamanan, tempat dan kondisi wilayah.
Pihaknya kata dia, tetap mendorong agar setelah dibangun fungsi gedung Gereja adalah untuk memudahkan pelayanan umat. Andaikan nanti kedepannya Stasi Engsalang bisa jadi Paroki maka pihaknya juga tetap mendukung agar setiap Paroki bisa dipecah untuk menjadi beberapa Paroki kedepannya.
"Asalkan gembalanya bisa hidup untuk menopang pelayanan umat kedepannya ,"ujarnya.
Karena lokasi Gereja Kasih Kristus Iki cukup luas, maka ia juga mempersilahkan jika ada suster mau membangun Taman Kanak-Kanak atau tempat penitipan anak di sekitar lokasi Gereja ını.
Menurut dia, sejatinya Tuhan tidak memerlukan bangunan gereja tapi manusia yang membutuhkan rumah ibadah, karena gereja sebagai tempat kita untuk bersyukur kepada Tuhan.
"Jika dikutip dari Injil sesuai dengan doa raja Salomo, berapapun luas tempat yang dibangun tidak bisa memuat tempat bagi Tuhan, tetapi manusia lah yang lebih memerlukan rumah doa," kata Valen.
Ia berharap, agar gereja engsalang ını berdiri di atas Batu Karang, sesuai pesan Tuhan Yesus. Hanya saja iaa menyarankan kepada umat,jika diminta sumbangan untuk pembangunan Gereja jangan bersungut-sungut,karena Tuhan tidak butuh rumah, tetapi kita manusia lah yang butuh rumah doa sebagai media penghubung untuk berinteraksi dengan Tuhan.
"Kita manusia lah yang memerlukan tempat ini untuk bersyukur dan berdoa," ucapnya.
![]() |
| Peletakan batu pertama pembangunan Gereja Kasih Kristus stasi Engsalang oleh Bupati Sekadau Aron,SH. |
Hadir pada acara tersebut, Jefray Raja' Tugam wakil ketua DPRD, Valentinus Anggota DPRD,Kepada Dinas Koperasi Imanuel, Kepala Dinas Sosial Martinus Ridi, kepala Dinas Pemdes Sabas, kepala BAPPERIDA Teresia Lili, Kasat POL PP Paulus Ugang, camat Sekadau Hilir Gustiar Indarto, kontraktor Ayung,Kabag Kesra Antonius Ludin, kepala desa para tokoh masyarakat serta unsur Kepanitiaan serta para undangan lainnya (tar/man).

