Faktapagi.com

Berita

Kalbar

Politik

Sabtu, Februari 21, 2026

Kukuhkan DAD Kecamatan, Bupati Minta DAD Kecamatan Jadi Garda Terdepan Dalam Urusan Adat

Bupati Sekadau Aron, SH saat menandatangani SK Pengurus DAD kecamatan usai di kukuhkan, Jumat (20/02/2026) di Betang Youth Center.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Bupati Sekadau Aron, SH mengukuhkan pengurus inti Dewan Adat Dayak (DAD) kecamatan se-kabupaten Sekadau. Pengukuhan pengurus DAD di tujuh kecamatan hasil dari pemilihan setelah berakhirnya masa jabatan pengurus lama, Jumat (20/02/2026) di Betang Youth Center jalan Panglima Naga kompleks pasar baru Sekadau. Mengawali sambutannya Bupati Sekadau Aron, SH terlebih dahulu mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus DAD kecamatan yang baru.

"Atas nama Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau dan pribadi saya mengucapkan selamat kepada pengurus DAD yang baru, semoga DAD kecamatan bisa menjadi Garda Terdepan dalam urusan adat istiadat," kata Aron.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada ketua terdahulu, yang telah berjasa dalam mengemban tugas sebagai penjaga tradisi adat di kecamatan masing-masing.

Ia juga meminta  kepada DAD kecamatan dan pengurus telah dikukuhkan secara sakral dengan ritual adat, hendaknya bisa menjadi garda terdepan dalam menjalankan Marwah adat Dayak di kabupaten Sekadau.

Menurut dia, bahwa Paguyuban yang ada di kabupaten Sekadau telah banyak membantu proses kinerja pemerintah daerah selama ini, dengan dukungan mereka maka proses pembangunan  berjalan baik di bumi Lawang Kuari ini (julukan kabupaten Sekadau).

Bupati juga mengajak, agar DAD kecamatan untuk menjaga agar para investor-investor yang di kabupaten Sekadau dan iklim invetasi kondusif.

Dengan efisiensi anggaran secara besar-besaran dari Pemerintah Daerah maka, pihak perusahaan melalui Coporate Sosial Responsibility (CSR) telah banyak mambantu,baik bantuan dalam bentuk jalan dan jembatan maupun dalam bentuk lain.

"Sudah banyak juga jalan dan jembatan.dan rumah ibadah yang di bangun pihak perusahaan melalui CSR," kata Aron.

Saat ını kata dia, Pemerintah Daerah sangat kesulitan dalam membangun infrastruktur, karena adanya efisiensi anggaran, hal ini bukan hanya dirasakan oleh kabupaten Sekadau tapi kabupaten lain juga merasakan hal yang sama. 

Untuk ia meminta agar DAD kecamatan bisa menjadi jembatan antar masyarakat dan perusahaan jika terjadi salah paham,karena hal ini biasa terjadi sebagai dinamika antara masyarakat dan perusahaan.

Selain itu tugas DAD adalah memberikan sanksi adat,namun ada delegasi tugas kepada Temenggung adat di kampung-kampung untuk menjatuhkan sanksi adat bagi pelanggar norma di masyarakat. Hal ini penting dilakukan agar ada efek jera bagi pelaku,hanya sanksi adat yang diberikan bukan ajang untuk bisnis.

Tapi sebagai bentuk sanksi sosial yang diberikan supaya bisa menimbulkan efek jera bagi pelaku.

Apabila kita  menyimpang dari sanksi yang ada,.maka efeknya akan berlanjut dan dianggap kebenaran dan akan dijadikan pedoman bagi generasi selanjutnya.

"Apa yang dicatat hari ini,akan menjadi pedoman bagi generasi berikutnya," pesan Aron.

Ia berharap, ketika memutuskan segala sesuatu harus sesuai dengan kesalahannya, yang sifatnya skala kecil bisa diselesaikan secara kampung dan kekeluargaan. Kami Pemerintah Daerah hanya memberi support.

"Selamat bekerja dan bertugas di daerah masing-masing, ini kerja sosial mari kita agar situasi tetap kondusif di daerah masing-masing," ingatnya.

Semenjak itu ditempat yang sama ketua DAD kabupaten Sekadau Jefray Raja Tugam dalam sambutanya mengatakan, bahwa pelantikan ketua dan pengurus DAD kecamatan merupakan amanah dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) DAD kabupaten Sekadau.

Ia juga mengatakan, khusus DAD kecil Belitang, tahun lalu telah dipilih secara aklamasi dan sudah dilantik.

Jadi, yang dilantik hanya 6 kecamatan yakni kecamatan Sekadau Hilir,. kecamatan Sekadau Hulu, Nanga Taman, Nanga Mahap dan kecamatan Belitang Hilir dan Belitang Hulu.

Ia berharap,.setelah dikukuhkan para pengurus DAD kecamatan harus bisa memegang tugas dengan baik, berpegang teguh kepada sumpah janji kita yang dikuatkan oleh adat.

"Karena sejatinya DAD hadir untuk kepentingan masyarakat adat, hidup bernegara dan berbangsa," pesan ketua.

Kedepannya ia meminta, supaya kita bisa melaksanakan tugas dan bersinergi dengan pemerintah. Tujuannya adalah demi kesejahteraan masyarakat adat, kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, serta kesejahteraan bangsa dan negara kita.

Menanggapi adanya, perselisihan antara masyarakat adat dan investor, maka DAD sebagai garda terdepan untuk menyelesaikan segala bentuk perselisihan dengan bijak dan adil.

"Sebagai pengurus DAD di berbagai tingkatan, mari kita bersama bersinergi dalam tugas, demi terwujudnya Marwah adat Dayak yang di segani dan berdiri tegak ditengah, bertindak dengan seadil-adilnya," ajaknya.

Hadir pada kegiatan tersebut, Kapolres Sekadau AKBP Andika Wiratama,. Perwakilan Dandim 1204 Sanggau Sekadau, Camat Sekadau Hilir Gustiar Indarto, Humas PT MPE Yustinus Swisto,Humas MJP Tardini, Sejumlah kepala SKPD camat Se-kabupaten Sekadau,.serta para undangan lainnya (tar).


Kembali Pada Budaya Gotong Royong, Bupati Launching Aplikasi Jurong

Berfoto bersama usai kegiatan launching Aplikasi Jurong, oleh Bupati Sekadau bersama para SKPD, Jumat (20/02/2026) di komplek perkantoran Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Bupati Sekadau Aron, SH melakukan launching aplikasi Jumat Gotong (Jurong) bagi masyarakat kabupaten Sekadau.Tujuan diluncurkannya aplikasi Jurong tersebut adalah agar budaya gotong-royong sebagai budaya nenek moyang dulu digalakkan kembali,hal ini sejalan dengan instruksi presiden Prabowo Subianto.

"Aplikasi sudah disiapkan, harus ada tindakan nyata bukan hanya sebagai acara seremonial belaka," tegas Aron mengawali sambutannya ketika launching Aplikasi Jurong,Jumat (20/02/2026) di kompleks perkantoran bupati Sekadau.

Menurut dia, kebersihan memang sangat penting bagi kehidupan,karena dengan lingkungan yang bersih dan sehat kita bisa bekerja dengan baik,lagipula kebersihan adalah lambang dari iman.

Ia meminta kepada semua SKPD, Camat dan seluruh kepala desa, kadus, RT serta pihak sekolah untuk mengikuti program ini, aplikasi sudah siap, tingal upload semua kegiatan gotong royong ke aplikasi tersebut, agar bisa terdeteksi.

"Untuk sekolah, kalau bisa diadakan secara bergiliran setiap kelas,tujuannya agar tidak menganggu proses belajar,"ingatnya.

Ia berharap agar kegiatan launching ini tidak hanya sekedar kegiatan seremonial, tetapi harus bisa di laksanakan secara nyata mulai dari kita sendiri. Saat berdasarkan laporan dari bagian umum, sudah terdeteksi sekitar 3 ribuan yang sudah melaksanakan gotong royong yang terbaca di aplikasi Jurong ini. Angka ını sangat menggembirakan,karena kesadaran kita akan kebersihan lingkungan kerja maupun lingkungan sekolah dan lingkungan kampung sudah mulai tumbuh kembali, dengan semangat gotong royong. Karena kebersihan lingkungan merupakan impian dari kita semua, maka dari itu ayo kita lakukan dengan penuh kesadaran. Bukan karena ada instruksi dari Presiden saja, tetapi menjaga lingkungan bersih sejatinya adalah tanggung jawab kita bersama.

Pada kesempatan itu Bupati juga mengatakan, agar batas komplek perkantoran Pemerintah harus ada batas jelas dengan pihak masyarakat yang memiliki lahan. Tujuannya, agar kedepannya tidak terjadi pergeseran batas secara sepihak. "Rencananya kita buat jalan keliling, dan batas dengan masyarakat ditanami pokok kelapa Sawit supaya tidak keliru," katanya.

Sementara itu Radius, SH Plt Asisten II, dalam sambutannya mengatakan, bahwa sejatinya kegiatan Jumat bersih sudah lama kita lakukan dilingkungan Pemerintah Daerah, hanya saja waktu itu belum begitu masiv, masih bolong-bolong. " Kadang-kadang Jumat ini kerja bakti, lalu Jumat selanjutnya tidak lagi," katanya.

Namun, pada intinya Jumat bersih bagi para SKPD tidak merupakan hal baru, tetapi sudah sering dilakukan. Mungkin kalau di desa, karena ada juga desa yang tradisi ini sudah hilang, namun ada juga yang masih melaksanakannya.

"Mudah-mudahan dengan dorongan aplikasi ını,minat gotong royong untuk membersihkan lingkungan bisa dibangkitkan kembali," tutupnya.

Hadir pada acara tersebut, Sekadau Muhammad Isa, para kepala SKPD, Kabag serta para undangan lainnya,(tar).


Rabu, Februari 18, 2026

Tanpa Ikuti Prosedur Yang Jelas, Masyarakat Serdang Bedagai Tolak Aktivitas PMI

 

Spanduk penolakan dari masyarakat Sergai terhadap aktifitas PMI Ilegal.
SUMATERA UTARA- FAKTAPAGI.COM.Warga Kabupaten Serdang Bedagai menolak aktivitas Pekerja Migran Indah (PMI) Ilegal di wilayah mereka, hal ini ditandai dengan adanya spanduk di seputaran desa yang kerap dijadikan sebagai pintu keluar masuknya aktivitas tersebut. Adapun spanduk penolakan tersebut terpasang di beberapa kecamatan, Kecamatan Pantai Cermin dan Kecamatan Tanjung Beringin. 'Masyarakat di situ menganggap bahwa aktivitas tersebut dapat mencoreng nama baik wilayah mereka karna aktivitas tersebut merupakan aktivitas yang bertentangan dengan hukum di Indonesia," kata Abdullah ketua hari Lembaga pengawasan Penertiban Laut (LPPL) kepada media ını, Selasa (17/02/2026) di Bedagai.

Lebih lanjut Abullah,menyampaikan bahwa aktivitas tersebut dapat menjatuhkan martabat asli masyarakat disana karena kegiatan tersebut ditentang oleh Pemerintah.

Terlepas dari aktivitas tersebut merupakan aktivitas ilegal, dan dapat membahayakan keselematan jiwa para calon korban yang akan berangkat, karena akomadasi yang digunakan jauh sekali dari kata layak, dan sama sekali tidak memikirkan faktor keselamatan. 

"Apabila hendak menjadi PMI ikutilah prosedur yang ada dan aturan yang berlaku, sebab kegiatan tersebut dilindungi oleh negara, yang artinya tidak beresiko dan mengabaikan keselamatan jiwa para calon pekerja," pesannya (tim).

Selasa, Februari 17, 2026

Perkosa Anak Kecil Di Bak Mobil,Seorang Pria Di Glandang Ke Mapolres.

 

Terduga pelaku berinisial F 23 tahun.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sekadau kembali menangani dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur. Kali ini, tindak pidana tersebut dilakukan oleh seorang pria berinisial F (23) yang sudah diamankan di Mapolres Sekadau

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasat Reskrim IPTU Zainal Abidin membenarkan, bahwa ada laporan polisi yang diterima pada hari Jumat tanggal 13 Februari 2026, terkait peristiwa yang terjadi sehari sebelumnya pada hari  Rabu tanggal 11 Februari 2026. Kejadian dugaan tindakan pidana pencabulan tersebut sekitar pukul 02.00 WIB, di bak mobil dump truck yang terparkir di lokasi pembangunan sebuah gedung.

“Kasus ini menjadi penanganan kedua yang diungkap Satreskrim Polres Sekadau dalam bulan ini terkait dugaan tindak pidana terhadap anak di bawah umur. Penanganan dilakukan oleh Unit PPA untuk memastikan perlindungan maksimal bagi korban,” ujar IPTU Zainal, Senin (16/02/2026) melalui pres realaes.

Hasil penyelidikan, modus pelaku mendekati korban dan melakukan perbuatan cabul di lokasi tersebut. Setelah menerima laporan, kepolisian langsung melakukan serangkaian tindakan, mulai dari pemeriksaan pelapor dan saksi, visum terhadap korban, penyitaan barang bukti, hingga gelar perkara. Pada hari Kamis tanggal 12 Februari 2026, dihadapan penyidik pelaku mengakui semua perbuatannya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 415 huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dan saat ini ditahan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

 Zainal menegaskan, Satreskrim Polres Sekadau menangani perkara ini secara profesional dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi tindak pidana terhadap anak serta segera melapor jika mengetahui atau mencurigai adanya perbuatan yang membahayakan anak (tar/wos)

Sejak Berlakunya KUHP Dan KUHAP Baru Simak Tanggapan Praktisi Hukum Dan Akademisi Sumut

Foto istimewa.
MEDAN-FAKTAPAGI.COM.Pemberlakuan KUHP dan KUHAP yang baru menurut Guru Besar Hukum Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) Prof Dr Ansari Yamamah, MA merupakan langkah tepat. Hal ini untuk memberikan warna dan ruang bagi penegakan dan penerapan hukum pidana di Indonesia, sesuai dengan kebutuhan, dinamika hukum untuk menghilangkan warisan hukum kolonial yang digunakan oleh Indonesia dalam kurun waktu yang sudah cukup lama. "Bahkan sejak Indonesia belum merdeka, hukum pidana kolonial menjadi rujukan dalam penerapan pidana," katanya belum lama ini.

Keberanian pemerintah Indonesia untuk menerapkan hukum pidana yang bersumber dari pemikiran sesuai dengan sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia, yang kian tumbuh kesadaran hukum, maka sudah sepantasnya dengan beragam produk warisan hukum pidana kolonial yang selama ini hidup subur dalam belantika penerapan hukum pidana Indonesia.

Menurut dia, keberanian pemerintah dan DPR RI dalam mengganti pemberlakuan konsep-konsep hukum pidana kolonial dengan penerapan KUHP dan KUHAP yang sudah diberlakukan akan membawa angin segar bagi keberlangsungan hukum pidana di Indonesia.

"Sebab penerapan pasal dan tafsir pidana yang ada di dalamnya, merupakan buah pemikiran kelompok intelektual Indonesia yang disemangati nilai-nilai kebangsaan yang kuat, tentu langkah ini patut diapresiasi," ucapnya.

Ditempat yang sama Guru Besar Fakultas Hukum (FH) USU, Prof, Dr H Hasim Purba, SH, M.Hum di sela kegiatan diskusi politik, kepada media menjelaskan, terkait pemberlakuan KUHP dan KUHAP Nasional yang baru yang diberlakukan sejak 2 Januari lalu, tentunya akan memberikan harapan baru dalam sistem hukum di Indonesia.

Sebab, selama ini, Indonesia masih mengadopsi sistem hukum pidana warisan kolonial Belanda, sehingga hadirnya KUHP dan KUHAP Nasional ini,semakin memberikan arah baru bagi  sistem hukum Indonesia, yang lahir dari pemikiran para tokoh hukum. 

"Sebagai anak bangsa tentu ini menjadi kebanggaan," ujarnya.

Menurut dia, kehadiran UU Nomor 1/2023 terhadap lahirnya KUHP dan KUHAP Nasional ini memberikan harapan baru bagi jalannya sistem hukum pidana Nasional kita, sebab selama ini kita cenderung masih mengadopsi sistem hukum pidana produk Hindia Belanda. 

"Isi KUHP yang baru ini diatur tentang Restoratif Justice dan pemaafan diantara para pihak, termasuk hukum adat yang hidup ditengah masyarakat (living law), dan tercapainya keadilan secara substansial,"ucapnya.

Pengamat sekaligus Dosen Studi Hukum UISU,  Nasrullah, MH, terkait pemberlakuan KUHP dan KUHAP yang baru versi Indonesia yang sudah berjalan sudah sepatutnya di apresiasi, artinya hukum pidana Indonesia berani keluar dari dominasi hukum-hukum kolonial yang sangat menguasai panggung hukum nasional. 

Inilah salah satu karya terbaik para pemikir hukum nasional kita, bahwa mereka mampu mendraf konsep-konsep KUHP dan KUHAP berdasarkan dinamika sosial ditengah bangsa Indonesia. 

"Kita tahu KUHP dan KUHAP era kolonial dianggap sudah tidak sesuai dengan dinamika hukum yang ada di negeri kita, sebagai pemerhati dan peneliti saya sangat apresiasi keputusan pemerintah ini,"ungkapnya. 

Sementara, Ketua Peradi Kota Medan,  Dwi Ngai Sinaga SH MH menambahkan, produk ini dianggap sangat berhasil. Pemberlakuan KUHP dan KUHAP tersebut sudah lama dibutuhkan sebab sangat menguntungkan bagi masyarakat (tim)

Senin, Februari 16, 2026

Enam Orang Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Resmi Diberikan Ijazah

Penyerahan ijazah kepada 6 orang santri terbaik.
PADANG PARIAMAN-FAKTAPAGI.COM. Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas pada hari Jumat tanggal 13 Februari 2025 malam resmi melaksanakan acara pemberian ijazah bagi enam orang santri yang terpilih. Enam orang yang terpilih merupakan amanah dari pendiri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas H Sulkani TK Sutan. Diantara  ke enam orang tersebut adalah:

1. Abdul Jamil Al Rasyid S.Hum(Pimpinan  PPMINI & Anak Dari Pendiri PPMINI Abuya H Sulkani TK Sutan) Dari Tandikek Asli Nagari Tandikek Utara. 

2. Bagas Mulya Perdana Dari Kampuang Baru Nagari Batu Kalang Utara.

3.  Mandala Adi Putra Dari Data Nagari Tandikek.

4.  Muhammad Iqbal Kampuang Paneh Nagari Tandikek Barat.

5.  Muhammad Fajar Kampuang Paneh Nagari Tandikek Barat.

6.  Riski Candra S. Pd Kampuang Apa Nagari Tandikek Utara.

Acara Ini Dihadiri Oleh Amukaram Pimpinan Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Islamiyah Abuya TK. Sidi Jalalen. Abuya TK Sidi Jalalen merupakan guru dari mendiang Alm H Sulkani TK Sutan. Dalam sambutannya, ia berpesan kepada seluruh santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas agar melanjutkan cita-cita dari pendiri mendiang H Sulkani TK Sutan. 

Acara ini juga memberikan dimeriahkan dengan pemberian hadiah Muhadarah dan lomba cerdas cermat antar santri. Acara ini turut dihadiri oleh bapak Wali Nagari Tandikek Saharudin, Bapak Wali Korong Lubuak Aro Bakri Hosen, Pemuka Masyarakat Lubuak Aro tamu undangan masyarakat Tandikek, serta guru tuo dari Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Islamiyah Buluah Kasok Sungai Sariak. Acara ditutup dengan doa bersama (Rasyid)

Minggu, Februari 15, 2026

Lepas Pawai Taaruf Sambut Ramadhan, Wabup Ingatkan Jaga Situasi Agar tetap Kondusif

 

Wakil bupati saat melepas peserta Pawai ta'aruf dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan tahun 2026, Sabtu (14/02/2026) di terminal Lawang Kuari Sekadau.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. . Wakil Bupati Sekadau Subandrio, SH,MH melepas Kafilah pawai Ta'aruf dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijiriah tahun 2026 Masehi. Pawai Ta'aruf mengangkat tema "Mari kita tingkatkan keimanan dan takwa serta berbagi kepada sesama dan Ramadhan 1447 Hijriah, Sabtu (14/02/2026) di terminal Lawang Kuari Sekadau.

Dalam sambutanya Wakil Bupati, Subandrio SH, MH menyampaikan, atas Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau ia mengucapkan selamat menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H kepada seluruh masyarakat Sekadau yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan. "Semoga di bulan suci ini kita semakin mempererat hubungan dengan Tuhan dan sesama," kata Subandrio mengawali sambutannya.

Ia juga mengatakan, semoga umat Muslim yang akan menjalankan ibadah puasa dapat dilaksanakan dengan khusyuk, tertib, dan menjaga situasi tetap kondusif di Kabupaten Sekadau.

"Jaga situasi agar tetap kondusif saat menjalankan ibadah puasa, agar teman-teman kita yang merayakan bisa lebih khusyuk," ingatnya.

Ia juga mengapresiasi Panitia Hari Besar Islam (PHBI) yang selalu konsisten melaksanakan Pawai Ta’aruf. Kareena pelaksanaan Pawai Ta'aruf adalah sebagai ajang silaturahmi dan syiar Islam menjelang bulan Suci Ramadhan. 

"Pemerintah Daerah mendukung penuh kegiatan-kegiatan keagamaan di Kabupaten Sekadau," tegas Wabup. 

Peserta pawai mengenakan pakaian muslim dan muslimah serta membawa atribut, spanduk, dan kafilah perwakilan dari Sekolah. Rute yang dilalui yakni, start terminal Lawang Kuari lewat jalan Irian, jalan pantai Kapuas jalan Merdeka Bundaran Tugu PKK jalan Merdeka Barat kembali ke Terminal Lawang Kuari.

Pawai Taaruf Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah yang diselenggarakan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Sekadau berjalan lancar.

Ketua PHBI Sekadau melalui, Wakil Ketua II,  Syamsul Bahri, S.Pd.I dalam sambutan menjelaskan, pawai Taaruf ini dilaksanakan untuk menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan sekaligus memupuk rasa persaudaraan antar umat islam. 

"Saya berharap supaya melalui kegiatan ini umat Islam di Kabupaten Sekadau semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah subhanallah wataalla," ucapnya.

Dijelaskan Syamsul Bahri, Pawai Ta’aruf ini merupakan program kerja pertama kepengurusan PHBI Kabupaten Sekadau periode 2025–2030.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau atas dukungan terhadap kegiatan dan kepengurusan PHBI, " timpal pria yang biasa disapa Wak Saleh ini.

Pelepasan Kafilah Pawai oleh Wakil Bupati Sekadau, Subandrio SH MH didampingi, unsur Forkopimda,Tokoh Masyarakat, Organisasi serta pengurus inti PHBI Sekadau (tar/wos)


Sabtu, Februari 14, 2026

Bupati Sebut, Pembangunan Jembatan Enkayas Sungai Sambang Dari Dana CSR PT Agro Andalan

 

Berfoto bersama usai penancapan tiang pertama pembangunan Jembatan Engkayas oleh PT.Agro Andalan, Kamis (12/02/2026) di Sungai Sambang.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Setelah meresmikan Jembatan Merah Putih di Desa sungai Sambang pada tanggal 12 Pebruari 2026, Bupati Sekadau bersama unsur Forkopimda melakukan penancapan tiang pertama pembangunan Jembatan Engkayas desa Sungai Sambang. Jembatan penghubung antar desa dan warga di eks jalan Kayu Lapis ke kecamatan Sekadau Hulu dibangun oleh PT.Agro.Andalan mengunakan dana Coporate Sosial Responsibility (CSR), Kamis (12/02/2026) kemarin.

Usai melakukan penancapan tiang pertama Bupati Sekadau Aron, SH kepada pada wartawan mengucapkan terimakasih kepada Management PT Agro Andalan atas perhatiannya terhadap sarana transportasi warga di wilayah kerjanya.

Karena lanjut dia, pembangunan tidak hanya oleh pemerintah  tapi semua pihak harus terlibat. Termasuk pihak swasta. Saat ını pihaknya tengah melakukan pendataan jalan dan jembatan yang menjadi tanggung Pemerintah dan pihak swasta, tujuannya agar semua akses jalan Jembatan di wilayah perusahaan bisa lancar. Agar pembagunan bisa berjalan baik meskipun efisiensi secara ketat saat ını oleh Pemerintah Pusat.

Untuk itu, sekali lagi ia mengucapkan terimakasih kepada pihak perusahaan yang telah membantu kesulitan sarana transportasi warga di wilayah kerjanya.

" Karena lancarnya transportasi warga maka secara langsung dampak baik adalah pertumbuhan ekonomi semakin membaik," kata Aron (tar).


Pemda Sekadau Sinkronkan Program Jurong Dan Gerakan Indonesia Asri.

 

Berfoto bersama usai Apel dalam kegiatan gotong royong gerakan Indonesia Asri, Jumat (13/02/2026) di lapangan Ej.Lantu.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Bupati Aron, SH Sekadau bersama jajaran Polres dan unsur Forkopimda Kabupaten Sekadau menggelar Jumat Gotong Royong (Jurong)!dengan tema Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik dan Indah, melalui aksi bersih-bersih lingkungan di pusat Kota Sekadau. Kegiatan diawali dengan apel bersama, kemudian dilanjutkan kerja bakti di sejumlah titik, yakni Jalan Merdeka, Jalan Pelajar, Jalan Mawar, dan Jalan Irian, Jumat (13/02/2026) di lapangan Ej Lantu.

Dalam sambutanya Aron mengatakan, bahwa kegiatan Jurong sebenarnya telah rutin dilaksanakan. Namun kali ini, kegiatan tersebut sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait Gerakan Indonesia Asri.

Kegiatan ini momentum penting karena seluruh unsur Forkopimda turun langsung bersama masyarakat. "Saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya acara seremonial belaka, tapi hendaknya bisa menjadi budaya, dan dimulai dari rumah tangga dengan cara membuang sampah pada tempatnya,” saran Aron.

Ia tugas menyarankan, setelah masyarakat mulai sadar, dan membuang sampah pada tempatnya, lalu petugas kebersihan tidak lagi memungut sampah yang tercecer, melainkan mengangkut sampah dari tempat penampungan sementara ke tempat pembuangan akhir (TPA). Karena itu, kesadaran masyarakat untuk disiplin membuang sampah dinilai menjadi kunci utama.

Meskipun kata dia, bahwa kegiatan besar seperti baru pertama kali dilakukan bersama Forkopimda, namun sebelumnya Pemda Sekadau sudah mencanangkan Jurong dilingkungan Pemerintah Daerah bersama para SKPD.

Namun kali ini, kita bersama-sama unsur Forkopimda untuk turun langsung bergotong royong membersihkan kawasan pasar dan sejumlah titik lain di Sekadau.

"Ke depan, pemerintah daerah berencana melanjutkan kegiatan serupa secara bergilir di kecamatan lain yang dinilai membutuhkan perhatian khusus terkait persoalan sampah,"kata Aron.

Sementara itu, Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama menyatakan pihaknya mendukung penuh program pemerintah dalam implementasi Gerakan Indonesia Asri.

“Ini wujud peran aktif Polri bersama pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat. Kita mulai dari lingkungan pasar sebagai pusat aktivitas warga agar gerakan ini menjadi contoh bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, jajaran kepolisian juga telah menerima arahan pimpinan untuk melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan kantor selama 30 menit sebelum jam kerja setiap hari sebagai bentuk pembinaan disiplin dan kepedulian terhadap kebersihan.

Menurut AKBP Andhika, kebersihan harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terkecil, termasuk keluarga dan tempat kerja, sehingga dapat membentuk budaya hidup bersih di masyarakat.

“Kita berkomitmen agar gerakan ini berkelanjutan. Kebersihan bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat,” 

Petugas gabungan yang terlibat terdiri atas Polri, TNI, Kejari, BPBD, Dinkes, DLH, Satpol PP, Damkar, Dishub, PUPR, Pegawai PAM Siri Meragun, Forkopincam Sekadau Hilir, Pemdes Sungai Ringin, mahasiswa ITKK Sekadau, serta pelajar SMA. Mereka dibagi menjadi empat regu untuk menyasar area pasar dan ruas jalan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat (tar/wos)


Jumat, Februari 13, 2026

Agar Semua Warga Tionghoa Merayakan Imlek, MABT Salurkan Tali Asih

Para pengurus MABT kabupaten Sekadau bersama ketua saat menyalurkan Tali Asih kepada warga Tionghoa yang tinggal di CKL, Jumat (13/02/2026) di Congkong Liau.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Untuk membantu warga yang kurang beruntung secara ekonomi serta para Lansia dan sesepuh menjelang perayaan Imlek. Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) kabupaten menggelar Bhakti Sosial (Baksos). Kegiatan Baksos tersebut dilakukan dengan cara mengumpulkan donasi dari warga Tionghoa kabupaten Sekadau yang mampu. Donasi tersebut dikumpulkan kemudian disalurkan kembali kepada warga 115 orang warga yang membutuhkan, Jumat (13/02/2026) di Sekadau.

Kepada media ını, Harianto Sioti ketua MABT kabupaten Sekadau mengatakan, bahwa kegiatan ini sudah berlangsung 6 tahun berturut-turut, menjelang perayaan Imlek. Hal ini sebagai bentuk perhatian kepada warga yang kurang mampu agar mereka juga bisa merayakan Imlek bersama-sama yang lainnya.

Selain warga kurang mampu, Tali asih juga diberikan kepada sesepuh budaya dan Lansia yang sakit-sakitan. Adapun kata dia lagi, sasaran kegiatan, para warga Tionghoa yang tinggal di Lopon, Simpang Empat, Seberang Kapuas, Madya, Entomas, Semoang, Engekrsik, Merapi dan Kelilit. "Kita kunjungi langsung, tali asih kita serahkan langsung kepada yang bersangkutan sesuai data yang kumpulkan sebelumnya," kata Sioti sapaan akrabnya.

Tali asih yang diberikan berupa, Kue Keranjang, Jeruk dan uang tunai, diserahkan secara bersamaan para pengurus MABT kabupaten Sekadau.

"Ia yakin bantuan yang kita berikan dapat meringankan beban warga menjelang perayaan Imlek 2577 tahun 2026" ucapnya.

Sementara itu, Valentinus, Anggota DPRD  yang juga pengurus MABT kan Sekadau, mengapresiasi kegiatan Berbagi Kasih yang dilaksanakan MABT Sekadau. 

Program ini sangat bagus, masyarakat saling berbagi pada momen Imlek, disalurkan lewat panitia donasi dan di sampaikan kepada yang berhak menerima secara langsung," katanya.

Ia berharap agar program yang sangat baik ini bisa terus dilanjutkan,karena setiap Imlek kita harus bersama merayakan. 

"Jangan sampai ada warga yang tidak bisa merayakan Imlek, untuk itulah tujuan mulia dari pembagian Tali Asih ini," tutupnya (tar)


Iklan dewan

Iklan dewan

Lifestyle

Kuliner

Kesehatan