Berita Faktapagi.com hari ini

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Berita Kedua 14 (7artikel)

BERITA KETIGA 21

Jumat, September 25, 2026

Staf Ahli Hadiri Acara Syukuran HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

 

Pemberian kue ulang tahun oleh ketua Bhayangkari kabupaten Sekadau kepada salah seorang anggota Lantas Polres Sekadau.pafa acara puncak peringatan HUT Lalulintas, Kamis (24/09/2026) di Mapolres Sekadau.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Polres Sekadau melalui Satuan Lalu Lintas menggelar syukuran memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026. Kegiatan sebagai acara puncak setelah sebelum jajaran satlantas Polres melakukan berbagai kegiatan Bakti Sosial (Baksos), Kamis (24/09/2026) di Aula Bhayangkara Patriatama Polres Sekadau, Jalan Merdeka Timur, Kecamatan Sekadau Hilir

Dalam sambutannya, Kasat Lantas Polres Sekadau IPTU Sudarsono menyampaikan, bahwa perkembangan zaman dan teknologi turut membawa perubahan dalam pelaksanaan tugas kepolisian lalu lintas. Peran Satlantas tidak hanya hadir dalam pengaturan lalu lintas, tetapi juga melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sejumlah kegiatan kemanusiaan dan kemasyarakatan turut dilaksanakan, di antaranya bakti sosial, pembagian air bersih dan masker serta pendidikan lalu lintas kepada masyarakat mulai dari tingkat SD hingga SMA. IPTU Sudarsono juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan berbagai instansi yang selama ini telah bersama-sama mendukung pelaksanaan tugas lalu lintas di Kabupaten Sekadau.

Ditempat yang sama, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Sekretariat Daerah Kabupaten Sekadau Hermansyah mengatakan, bahwa Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dalam mewujudkan lalu lintas yang aman, nyaman dan lancar.

“Keselamatan lalu lintas bukan hanya tanggung jawabnya ada di pihak kepolisian tetapi kita semua, tanggung jawab kita semua, baik itu pemerintah daerah, kepolisian, TNI, instansi terkait, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Hermansyah juga menyampaikan apresiasi kepada Satlantas Polres Sekadau atas dedikasi dan pengabdiannya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan, kenyamanan dan keselamatan lalu lintas di wilayah Kabupaten Sekadau.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama mengatakan keselamatan lalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, kerja sama antara kepolisian, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat perlu terus diperkuat.

Kapolres juga mendorong personel Satlantas untuk terus memberikan pelayanan yang responsif, humanis dan profesional kepada masyarakat. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas sekaligus membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.

“Pesan khusus kepada Satlantas Polres Sekadau agar senantiasa responsif setiap terjadi permasalahan yang ada di lalu lintas, kemudian senantiasa humanis dalam memberikan pelayanan, profesional dalam penegakan hukum, serta berintegritas,” tegasnya.

AKBP Andhika menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sekadau dan seluruh stakeholder atas kerja sama yang telah terjalin selama ini. Ia berharap kolaborasi tersebut terus berjalan dan semakin kuat dalam mendukung pelayanan kepolisian serta mewujudkan keselamatan lalu lintas bagi masyarakat.


Peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 menjadi momentum bagi Satlantas Polres Sekadau untuk terus memperkuat semangat pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan syukuran kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan kue, foto bersama serta ramah tamah.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama, Raja Kusuma Negara Sekadau Pangeran Agung Sri Negara II Gusti Muhammad Effendi, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Sekretariat Daerah Kabupaten Sekadau Hermansyah, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Sekadau Sondang Edward Situngkir, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sekadau Valentinus, Danramil Sekadau Hilir Kapten Arm Syarif Mahendra, Ketua Bhayangkari Cabang Sekadau beserta pengurus, kepala SKPD Kabupaten Sekadau, pejabat utama Polres Sekadau, pimpinan dealer serta personel Satlantas Polres Sekadau (tar/man).

Tambah Lahan Masyarakat,Pemda Sekadau Akan Revisi HGU Perusahaan

 

Bupati Sekadau saat menjadi narasumber pada acara IPCF, Rabu (23/09/2026) di hotel Aryaduta Jakarta pusat.
JAKARTA-FAKTAPAGI.COM.Bupati Sekadau Aron, SH di daulat sebagai narasumber pada acara Indonesia Palm Oil Slmollholders and Coorperativ Forum  (IPCF) pada sesi Panel 2 yang digelar di Jakarta. Acara yang diinisiasi oleh Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) tersebut membahas soal petani kecil atau petani swadaya memerlukan dukungan dari Pemerintah Pusat dan Daerah dalam percepatan legalitas pendataan ketertelusuran Indonesia sustainable Palm Oil (ISPO) akses keuangan dan penguatan kelembagaan petani Sawit rakyat, Rabu (23/09/2026) di Jakarta.

Dalam paparannya Aron menyampaikan bahwa sejak tahun 2022 sampai 2026 Pemkab Sekadau sudah memberikan  dukungannya penuh dan berkomitmen untuk selalu mendorong agar para petani swadaya mendapat perlakuan sama terkait pembelian Tandan Buah Segar (TBS) di Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Kita juga mendorong agar para petani swadaya bisa bekerjasama dengan pihak perusahaan.

"Bahkan Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau juga telah memberikan bantuan bibit Sawit kepada Kelompok tani sebagai bentuk dukungan nyata," katanya.

Hal ını kami lakukan,karena sektor sawit adalah komoditi primadona bagi petani di Sekadau, dan untuk RAD selanjutnya kami masih menunggu Perpres dari Presiden. 

"Untuk Rencana Aksi Daerah (RAD) kita masih menunggu peraturan Presiden (Perpres) terbit,"katanya.

Agar lahan petani bisa diolah dengan baik dan luasannya.juga bisa ditambah, Pemda Sekadau berusaha untuk melakukan merevisi Lahan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan yang tidak tergarap.

"Lahan milik masyarakat tersebut akan dikeluarkan dari HGU dan diserahkan kepada petani untuk digarap menjadi lahan produktif ditanami Kelapa Sawit," katanya.

Selain itu kami juga akan melakukan revisi HGU agar lahan masyarakat dapat di keluar lokasinya dari HGU perusahaan dan sertipikat ya dapat di terbitkan.

"Saat ini pendaftaran ISPO saat ini bisa dilakukan melalui Dana BPDP," tutupnya (tar/man).

Kamis, September 24, 2026

Pulang Kampung, Wabup Kunjungi Situs Batu Menyadi Di Bukit Rambat

 

Wakil Bupati dan ketua GOW saat mengunjungi situs sejarah Batu Menyadi di desa Bukit Rambat kecamatan Belitang Hulu, beberapa waktu lalu.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Wakil Bupati Sekadau Subandrio, SH.MH bersama ketua GOW Kabupaten Sekadau menyempatkan diri untuk mengunjungi salah situs alam  bersejarah dengan nama "Batu Menyadi". Batu ini berada di Desa Bukit Rambat kecamatan Belitang Hulu kabupaten Sekadau. Konon katanya menurut sejarah dari mulut ke mulut,bahwa asal mula Batu Menyadi ini adalah sebuah rumah panjang zaman dulu, yang menjadi Batu. Entah seperti apa sejarah sehingga batu ini bisa seperti ını mungkin bisa ditelusuri melalui para tetua kampung. Mungkin masih ada yang ingat sepenggal sejarah tentang batu tersebut.

"Jika dilihat dengan kasat mata, Batu Menyadi sudah berusia kurang lebih 250 tahun, bahkan katanya Batu ını sudah sebelum Masehi,"tulisnya di akun pribadinya beberapa waktu lalu.

Hanya saja, kalau ingin pembuktian secara detil tentu harus di cek oleh para ahli arkeologi, benarkah usia Batu Menyadi ini sudah ribuan tahun.

Saat ini, agar bisa dikunjungi oleh masyarakat yang mau melihat secara langsung, ia sudah meminta bantuan kepada kepala Desa setempat untuk membersihkan semak-semak di sekitar, agar bisa dilihat dengan nyaman.

Kemungkinan cerita antara Batu Menyadi ada kemiripan dengan cerita Batu Tingik di Sungai Sekadau.Hanya saja,bedanya Batu Tingik tengelam di dasar Sungai Sekadau dan Batu Menyadi berada di darat.

"Sejarah ını mungkin bisa dibuktikan dengan berbagai penelitian oleh para ahli, sekaligus bisa menambah situs sejarah unik di kabupaten Sekadau," katanya (tar/man).



Sandae : Pemkab Sekadau Berkomitmen Untuk Menjaga Kemitraan Pekebun Dan Perusahaan

 

Plt Kadis DKPPP kabupaten Sekadau didampingi Kabid Perkebunan saat memberikan tanggapannya terkait acara IPCF, Rabu (23/09/2026).di Hotel Arya duta Menteng Jakarta.
JAKARTA-FAKTAPAGI.COM.Pemerintah kabupaten Sekadau melalui Plt,Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian,. Perkebunan dan Periklanan (DKPPP) kabupaten Sekadau,menjadi penanggap dalam sesi panel I kegiatan Indonesia Palm Oil Smallholders dan Coopeative Forum 1 (IPCF). Kegiatan yang bertajuk "pembelajaran model kemitraan Perusahaan dengan petani Sawit Rakyat dalam membangun rantai pasok y, berkelanjutan,dan memberikan nilai tambah bagi petani" di inisiasi oleh Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Indonesia,Rabu (23/09/2026) di Hotel Aryaduta Menteng Jakarta Pusat.

Acara yang dimoderatori oleh Dr. M.Windrawan Inantha dan beberapa narasumber yakni salah satunya Helena Delima Lumban Gaul dari PT Sinarmas,  Danar Surya Wiranagara dari DSN Group, Maryanti sari dari SPKS Nasional dan Kibar Rupinus Yunus dari ketua Koperasi Petani swadaya dari desa Boti kecamatan Sekadau Hulu kabupaten Sekadau.

Menanggapi kegiatan tersebut,Plt kepala Dinas DKP3 kabupaten Sekadau Drs. Sandae. M.Si menyampaikan, bahwa program pemetaan dan pemberdayaan sawit terampil dan berkelanjutan yang dilakukan oleh Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) ini cukup selaras dengan program Pemerintah kabupaten Sekadau, hal berguna untuk penguatan database pekebun dengan pendataan dan pemetaan dan penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) kelapa sawit. 

Menurut dia, kegiatan ini dimaksud untuk memastikan rantai pasok produksi pekebun di kabupaten Sekadau dapat terdata kertelusurannya.

Kolaborasi antara pemerintah daerah bersama mitra pembangunan dan perusahaan seperti SPKS.

"Hal ını sudah dilakukan sejak lama dan sangat membantu capaian kinerja program DKP3 kabupaten Sekadau,"ucapnya.

Selain itu kata dia lagi,pembentukan Koperasi dan peningkatan kapasitas SDM pekebun sudah berjalan sangat baik, dan akan dilanjutkan dengan fasilitas kemitraan oleh pemerintah daerah sesuai dengan Permentan nomor 13 tahun 2024 tentang pembelian TBS produksi pekebun.

Untuk itu kata dia,perjanjian kerjasama kemitraan juga harus di ketahui dan di fasilitasi pemerintah daerah untuk memastikan hak dan kewajiban kedua belah pihak sudah terpenuhi serta menguntungkan semua pihak.

"Kemitraan tidak hanya sebatas pada pembelian TBS, tetapi juga mencakup pendampingan teknis penyuluhan, penyediaan benih unggul dan hal lain sesuai kesepakatan bersama,"tambahnya.

Lebih lanjut Asisten II ini menegaskan, bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menjaga kemitraan pekebun dan perusahaan agar tetap berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku (tar/man).

Rabu, September 23, 2026

Gustiar: Musrenbang Adalah Momen Penyerapan Aspirasi

 

Kegiatan Musrenbang Desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir, Senin (21/09/2026) di kantor Desa Sungai Ringin.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Pemerintah Desa (Pemdes) Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Kegiatan Musrenbang adalah bagian dari tahapan penyusunan program dan anggaran desa untuk tahun 2027 untuk menyerap aspirasi dari berbagai pihak para tokoh masyarakat serta Ormas yang ada.Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Desa Sungai Ringin Jalan Merdeka Barat pada Senin (21/9/2026). kemarin.

Dalam arahannya Camat Sekadau Hilir, Gustiar Indarto, menyampaikan dukungannya terhadap proses perencanaan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Desa Sungai Ringin. Pemerintah kecamatan sebagai pembina desa mendukung berbagai keputusan yang dihasilkan Pemerintah Desa Sungai Ringin sepanjang disusun berdasarkan kebutuhan dan potensi desa.

"Kami sebagai Pemerintahan yang melakukan pembina terhambat desa, saya mendukung apa pun keputusan dari Pemdes Sungai Ringin dalam membuat program desa," ucapnya.

Lebih lanjut Camat mengatakan, bahwa program yang dirancang pemerintah desa diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendorong inovasi di tingkat desa.

Selain program yang disusun oleh kata dia lagi, sejumlah program pemerintah daerah maupun nasional juga akan bersinggungan dengan pembangunan di desa, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta berbagai program pembangunan lainnya yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat Desa Sungai Ringin.

Menurut dia, pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses Musrenbangdes, karena, partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dalam penyusunan perencanaan pembangunan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam musyawarah ini karena sudah sesuai dengan aturan yang berlaku," ucapnya.

Sementara itu kepala Desa Sungai Ringin Sulisnan dalam paparannya mengatakan, bahwa Musrenbangdes ini sebagai forum bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk membahas berbagai usulan pembangunan serta program yang dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat khusunya masyarakat Desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.

Menurut dia,Musrenbangdes merupakan kegiatan rutin tahunan yang menjadi bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan desa.

"Musrenbangdes adalah kegiatan rutin setiap tahun sesuai perintah Undang-undang," ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sekadau Hilir Gustar Indarto, Kepala Desa Sungai Ringin Sulisnan, beserta jajarannya, Koramil Sekadau Hilir, Kapolsek Sekadau Hilir, Ketua BPD, serta undangan lainnya (tar/man)


Buka Kegiatan BKSN, Bupati Pemerintah Daerah Mendukung Semua Kegiatan Keagamaan

 

Pelepasan balon oleh kepala BAPPERIDA Messi Bupati dan Uskup sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan BKSN tahun 2026 Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau Hilir.Selasa (22/09/2026) di Betang Youth Center.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Bupati Sekadau Aron, SH di wakili oleh Teresia Lili kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah kabupaten Sekadau saat membuka kegiatan peringatan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) paroki Santo Petrus dan Paulus kecamatan Sekadau Hilir. Pembukaan BKSN ditandai dengan pawai rohani yang dilepas oleh Uskup Keuskupan Sanggau Mgr,.Valentinus Saeng,.CP dan Teresia Lili,. Selasa (22/09/2026) di Betang Youth Center jalan Panglima Naga Komplek pasar baru.

Kegiatan yang mengusung tema “Yesus Guru Yang Penuh Kuasa” dengan subtema “Wajah Yesus Dalam Injil Matius”.

Dalam sambutanya ia mengatakan, bahwa pemerintah Daerah memberikan dukungan yang penuh serta mengapresiasi setinggi-tingginya kepada umat Paroki Santo Paulus dan Petrus atas pelaksanaan BKSN serta antusias masyarakat saat acara pembukaan sore hari ini begitu semarak dan penuh rasa syukur.

Pemerintah kabupaten Sekadau kata dia, selalu mendukung kegiatan keagamaan setiap agama di kabupaten Sekadau, karena pembinaan keagamaan termasuk dalam visi dan misi kabupaten Sekadau dimasa Pemerintah Aron dan Subandrio.

“Saya mewakili Bupati Sekadau menyapa anak-anak kita yang memadati rumah Betang untuk berpartisipasi dalam Pawai Karnaval BKSN. Tanamkan jiwa dan kekuatan iman sebagai orang Katolik.”ucapnya.

Menurut dia, di era teknologi yang berkembang begitu pesat, banyak persimpangan jalan yang penuh tantangan iman. Kepada adik-adik gunakanlah plafon media sosial pribadi untuk menyebarkan mewartakan kebaikan sebagai orang Katolik.

Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mewujudkan kabupaten Sekadau yang harmonis dan bermartabat, 

“Kami atas nama pemerintah mengucapkan selamat berlomba, jadikanlah momen ini sebagai jalin persaudaraan dan komunikasi dengan sesama,"ingatnya.

Kegiatan dilanjutkan pelepasan balon oleh Kepala Bapperida Kabupaten Sekadau dan pelepasan peserta pawai karnaval Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 oleh Uskup Valentinus Saeng.

Sementara itu ditempat yang sama Uskup Valentinus Saeng berharap agar Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau untuk teruskan melanjutkan tradisi kegiatan BKSN pada tahun-tahun berikutnya.

BKSN adalah salah satu unsur sangat penting dalam kehidupan beriman yaitu membaca kembali kitab suci karena kehidupan iman umat Katolik berakar pada kitab suci.

“Saya berharap umat Katolik memiliki iman dan tanggung jawab terhadap kehidupan. Saya berpesan, tolong umat Katolik cintailah kehidupan dan alam semesta,"pesannya.

Ditempat yang sama Pastor kepala Paroki Martinus,CP dalam sambutannya,karena melihat pakaian yang dikenakan peserta sangat bervariasi artinya kitab suci belum mati di Sekadau, disisi lain kita telah membuka sekolah Yesus.

Ia berpesan kegiatan BKSN bukan sekadar membaca kitab suci namun supaya ajaran Yesus masuk ke hati kita. Ia berharap kepada peserta lomba agar mengikuti kegiatan dengan sportif dan kudus.

"Saya berpesan kepada peserta lomba agar mengikuti pawai dengan penuh sukacita, pawai karnaval yang kita lakukan adalah misi, kita Wartakan kalau di Sekadau orang Katolik bangga memiliki Kitab Suci,"ingatnya.

Sementara itu Paulus Sutami ketua panitia pelaksana BKSN tahun 2026 dalam laporannya mengatakan, apresiasi kepada peserta yang telah mengikuti puncak BKSN 2026 sore ini. Tujuan dari kegiatan ini untuk membangkitkan semangat dalam membaca dan memahami alkitab, serta memperkuat iman.

Dikatakan dia, bahwa jumlah peserta adalah seluruh umat di Paroki sebanyak 15 kring dan stasi-stasi yang ada lingkungan Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau. Kali ini kegiatan dipusatkan di Betang Youth Center Sekadau, adapun kegiatan yang telah dilakukan yaitu misa pembukaan BKSN, Katekese, dan hari ini pawai karnaval, dilanjutkan perlombaan baca kitab suci, cerdas cermat, lomba mazmur dan perlombaan lainnya.

“Saya sampaikan terimakasih kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, serta pihak keamanan yang siap mendukung penuh pengamanan selama kegiatan,"ucapnya.

Ia berpesan kepada peserta dan masyarakat, Mari bersama untuk menjaga ketertiban dan keamanan di tempat ini.

Hadir Uskup Keuskupan Sanggau Mgr. Valentinus Saeng, CP, Bupati Sekadau melalui Kepala Bapperida Kabupaten Sekadau Teresia Lili, Pastor Paroki P. Martinus, CP, Ketua Badan Pengurus Gereja (BPG), Kepala SKPD Martinus Ridi, Emanuel, Dishub, Kadis Disporapar Gunawan,ketua KPU Fransiskus Khoman, Abuntono ketua Pemuda Katolik,unsur Forkompincam Sekadau Danramil,. Kapolsek Sekadau Hilir,serta para undangan lainnya (tar/man)

Selasa, September 22, 2026

Pujian Dari Gabungan Ormas Dan Tokoh Masyarakat Terhadap Polres Tanjungbalai Ungkap Bandar Narkoba Vape Jaringan Internasional

 

Banner ucapan selamat dari berbagai pihak kepada jajaran Polres Tanjungbalai yang telah berhasil mengerus.peredaran Narkoba jenis baru melalui Vape.

TANJUNGBALAI-FAKTAPAGI.COM.Gelombang dukungan dan apresiasi dari berbagai elemen masyarakat membanjiri Markas Kepolisian Resor (Polres) Tanjungbalai serta jajaran Polda Sumatera Utara. Puluhan papan karangan bunga ucapan selamat memenuhi halaman Mapolres sebagai bentuk penghormatan atas keberhasilan cepat tanggap (gercep) Personel Satresnarkoba, khususnya Unit II, dalam membongkar jaringan narkoba internasional dan menangkap bandar besar berinisial A.

​Tersangka A diketahui sebagai aktor utama di balik peredaran narkoba jaringan Internasional jenis baru berupa liquid vape (vape getar) yang mengandung zat berbahaya Etomidate. A diamankan Satnarkoba unit II di Loby Hotel Ayola pada tanggal 16 September 2026 sekitar pukul 20.40 wib . Saat penangkapan ditemukan Vape getar etomidate 14 buah dan obat ekstasi sebanyak 10 butir.

Penangkapan ini dinilai sebagai langkah krusial dalam menyelamatkan generasi muda Tanjungbalai dari ancaman zat adiktif mematikan.

​Koordinator Gerakan Aktivis Bersatu (GAB), Rudi Bakti, S.T.,menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Tanjungbalai beserta seluruh jajaran Unit II Satresnarkoba yang bertindak cepat merespon isu yang sempat viral di tengah masyarakat.

​Apresiasi sebesar-besarnya kami haturkan kepada Bapak Kapolres Tanjungbalai, khususnya Unit II Satresnarkoba atas respon cepatnya terhadap isu viral yang beredar baru-baru ini. 

"Sehingga setelah ditangkapnya tersangka A, Polri telah berhasil menyelamatkan ratusan ribu anak bangsa yang berpotensi terpapar maupun yang sudah menjadi pengguna di Tanjungbalai, ujar Rudi Bakti, S.T.

​Dukungan serupa datang dari Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Kota Tanjungbalai, Ia menegaskan,bahwa langkah tegas kepolisian ini menjadi angin segar bagi penegakan hukum dan keamanan masyarakat.

​Kami dari Gerakan Pemuda Ka'bah Kota Tanjungbalai mengacungkan jempol atas ketegasan dan komitmen Polres Tanjungbalai. Penangkapan bandar besar jaringan internasional ini adalah bukti nyata keberpihakan Polri kepada masa depan pemuda. 

"Kami berharap tindakan tegas ini dapat memutus habis mata rantai peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya di tanah Tanjungbalai," katanya.

​Sebagai bentuk komitmen moral dan penghormatan atas dedikasi jajaran Polres Tanjungbalai, deretan karangan bunga tampak menghiasi Mapolres Tanjungbalai dari berbagai pihak, di antaranya:

​* Gerakan Aktivis Bersatu

​* Gerakan Pemuda Ka'bah  Kota

Tanjungbalai

* Pengiat Sosial Tanjung Balai 

​*  Masyarakat Anti Etomidate 

* Tokoh Pemuda Tanjungbalai

* ​ Aktivis Pemuda Tanjung balai 

* ​Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda    Kota Tanjungbalai

* ​Insan Media Online Tanjungbalai

* DPP Garisu 

* Gerakan Pemuda Merdeka Anti Narkoba 

​Serta belasan Aliansi, Ormas, dan OKP se-Kota Tanjungbalai.

​Keberhasilan penyingkapan kasus vape getar jaringan Internasional yang berisikan Etomidate ini membuktikan integritas serta kesiapsiagaan Polres Tanjungbalai dalam melindungi masyarakat dari modus-modus baru kejahatan narkotika. Masyarakat berharap sinergi antara kepolisian dan elemen sipil terus terjalin erat demi mewujudkan Kota Tanjungbalai yang bersih dari narkoba (Bersinar) (tim).

Senin, September 21, 2026

Letakkan Batu Pertama Gereja Santo Stepanus Tapang Pulau, Aron Apresiasi Antusias Warga Bangun Rumah Tuhan

 

Berfoto bersama usai peletakan batu pertama pembangunan Gereja Santo Stepanus Stasi Tapang Pulau Paroki Sungai Ayak desa Tapang Pulau kecamatan Belitang Hilir, Semin (21/09/2026). di Tapang Pulau.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Bupati Sekadau Aron,SH bersama Uskup Sanggau Mgr,.Valentinus Saeng,CP melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Santo Stepanus Stasi Tapang Pulau Paroki Sungai Ayak kecamatan Belitang Hilir. Sebelum dilakukan peletakan batu pertama, lokasi Gereja serta bahan bangunan terlebih dulu diberkati oleh Uskup melalui doa pemberkatan,Senin (21/09/2026) di Tapang Pulau.

Mengawali sambutannya usai acara peletakan batu pertama dan pemberkatan lokasi oleh Uskup, Aron mengatakan,Gereja adalah rumah Tuhan, karena disana kita berkumpul berdoa untuk memuji dan memuliakan Tuhan.

Dikatakannya lagi, selama ini dan beberapa Gereja yang sudah dilakukan peletakan batu pertama,antusias masyarakat mengumpulkan dana secara swadaya untuk biaya pembangunan sangat baik. 

"Bahkan sebelum peletakan batu pertama dana sudah terkumpul begitu banyak. Artinya masyarakat punya keinginan kuat untuk mendirikan rumah Tuhan," katanya.

Tren ini sangat positif, karena jika hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah  disaat efesiensi besar-besaran oleh Pemerintah Pusat, maka bantuan bagi pembangunan rohani melalui rumah ibadah sedikit mengaku kendala.

Sebab,tidak tersedianya dana yang memadai untuk membantu.

Kendatipun begitu kata di lagi,kita tetap bantu sesuai dengan kemampuan keuangan Pemerintah, yang penting ada tekad kuat dari masyarakat. Bahkan,bantuan kepada agama lain sama, disesuaikan dengan kondisi keuangan Daerah.

Ia juga menyarankan, selama proses pembangunan jangan sampai terjadi perselisihan antara panitia pembangunan dan masyarakat,terkait proses penggunaan uang,karena biasanya ada saling curiga dan salah paham terkait dana. Makanya panitia dalam hal ını mesti terbuka dan melihat komunikasi yang baik dengan masyarakat.

"Trimakasih kepada PT.Parna Agromas atas bantuannya baik terhadap Gereja ını dan infrastruktur di pedesaan yang dibangun oleh Perusahaan,"katanya.

Ditempat yang sama, Mgr, Valentinus Saeng, CP Uskup Keuskupan Sanggau dalam arahannya mengatakan,dirinya mengucapkan selamat kepada umat di Stasi Tapang Pulau yang sudah mengumpulkan dana cukup besar untuk pembangunan Gereja, baik melalui swadaya maupun sumbangan dari berbagai pihak.

"Galakan pengumpulan iuran dan gotong royong demi pembangunan Gereja,"sarannya.

Tetapi kata dia, disaat ekonomi lagi sulit ını, ia juga menyarankan apabila dana untuk iuran ada tapi kebutuhan di rumah kekurangan, maka sebaiknya iurannya ditangguhkan dulu,beli keperluan keluarga dulu.

"Tidak mungkin orang tidak makan, hanya karena mengumpulkan iuran," sarannya.

Ia juga menyarankan,kepada semua Stasi ketika bangun Gereja baru sebaiknya Gereja lama tidak usah dibongkar, biarkan nanti sebagai situs sejarah bagi masyarakat setempat. Kecuali kata dia, kondisinya sudah parah dan mau roboh, boleh dirobohkan, itupun apabila sudah di doakan melalui misa.

Ia berpesan kepada umat di Tapang pulau supaya selalu menjaga komunikasi agar tetap baik dan pembangunan Gereja berjalan baik. "Selamat membangun Gereja,"ucapnya.

Ia juga mengkritik kebijakan Pemerintah Pusat, dimana saat ını warga Kalimantan Barat dilanda kebakaran serta bencana Kabut Asap.Namum ia menilai bahwa bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat belum maksimal,padahal jika merunut dari UUD 1945, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk menikmati hidup sejahtera. 

Namun pada kenyataannya bertolak belakang, disaat bencana Kabut Asap dan Kebakaran melanda, Pemerintah Pusat belum mengambil kebijakan yang nyata bagi kelangsungan hidup masyarakat Kalbar.

"Kita juga memiliki hak yang sama untuk menikmati hidup yang sejahtera," katanya.

Sementara itu, ketua panitia pembangunan Gereja Stasi Tapang Pulau dalam laporan mengatakan, saat ini dana yang sudah terkunci baik dari swasta masyarakat maupun bantuan dari para Donatur sudah terkumpul ditangan Panitia sebesar kurang lebih Rp1 milyar, namun kebutuhan untuk biaya membangun Gereja tersebut sebesar kurang lebih Rp 2 Milyar.

"Jadi kami masih kekurangan dana sekitar Rp 1 Milyar," sebutnya.

Dikatakan dia lagi, jumlah umat katolik yang berada di stasi Tapang Pulau sekitar 350 kepala keluarga.

"Artinya Gereja lama sudah tidak muat lagi untuk menampung umat saat ibadah," katanya.

Hadir pada kegiatan tersebut, Yodi Setiawan anggota DPRD kabupaten Sekadau,Kepala BKPSDM Radius, Plt kepala  Dinas Lingkungan Hidup Apeng Petrus,Kepala Dinas Sosial Martinus Ridi, Kasat Pol PP Paulus Ugang, pastor paroki Sungai Ayak, Camat Belitang Evodius, Kapolsek Sungai Ayak Jesi Sianturi, Kabag Kesra Antonius Uladin,Gabriell,Kabid Kominfo Hartono, Kades Maboh,Kades Tapang Pulau Perwakilan dari Perusahaan PT.Parna Ignasius Igwani, Rudi Sert para undangan lainnya toko masyarakat,tokoh agama serta Kadus, ketua RT serta undangan lainnya (tar/man).

Sekolah Mengajarkan Etika, Istana Mengajarkan Goblok. Mau Gimana Lagi

Foto ilustrasi AI.
FAKTAPAGI.COM.Di sekolah kita diajari etika.Jangan berkata kasar. Hormati guru.Jangan menghina teman.Kalau berbeda pendapat,sampaikan dengan sopan. Lalu anak-anak tumbuh besar dan menemukan pelajaran tambahan dari panggung kekuasaan, “Saking pintarnya jadi goblok,".Kalian pasti ngamuk atau manas bila dikatakan goblok. Itu ucapan paling kasar di negeri ini. Tak boleh sembarangan diucapkan. Tapi, presiden kita, Prabowo sudah mengajarkannya ke publik. Ya, mau gimana lagi. Bersiap saja, saya, ente, para menteri, gubernur, walikota, bupati, siapa saja, dengan mudah dikatakan, goblok. 

Kalimat itu dilontarkan Presiden Prabowo Subianto saat HUT ke-28 PAN di JICC, Jakarta, Jumat, 18 September 2026. Konteks awalnya sebenarnya mulia. Indonesia harus makmur, rakyat jangan kelaparan, anak-anak jangan kekurangan gizi dan stunting agar mampu bersaing dengan bangsa lain.

Namun ketika membahas pakar mengkritik pemerintah, keluarlah jurus pamungkas, “Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya jadi goblok.” Seluruh kader PAN di ruang itu tertawa. Bahkan, serentak meyel-yelkan nama Prabowo. “Prabowo…Prabowo.” Artinya, mereka senang Prabowo menggoblokan para pakar. 

Nah, di sinilah republik kita mulai seperti kelas sekolah gurunya sedang cuti. Kalau murid berkata kepada temannya, “Goblok kau!” Guru, “Tidak sopan!” Kalau rakyat berkata kepada pejabat, “Goblok!” Pejabat, “Jaga etika!”

Tetapi kalau presiden mengucapkannya dari podium? Prabowo malah dieluk-elukan. Artinya, boleh menggoblokan siapapun mulai saat ini. 

Wak, ini bukan lagi pelajaran PPKn. Ini sudah praktikum demokrasi bab: siapa yang punya mikrofon, dia punya kosakata.

Masalahnya bukan sekadar satu kata. Presiden tentu boleh mengkritik pakar. Pakar juga tidak selalu benar. Pemerintah pun boleh membantah kritik. Tetapi kalau argumen dibalas dengan makian, lama-lama negara berubah menjadi warung kopi semua orang merasa paling pintar.

Sepanjang 2026, publik juga menyoroti sejumlah ucapan Prabowo lainnya: “Bajingan” pada peringatan Hari Koperasi Nasional 12 Juli; “Koruptor Bajingan” saat meresmikan bendungan di Lombok Barat 10 Juli; “Emang Gue Pikirin”; “Endasmu” di PENAS Petani Nelayan XVII Gorontalo 24 Juli; ejekan “Nye Nye Nye” saat Munas HIPMI di Bandar Lampung 10 Juni; serta “Londo Ireng” dalam Harlah ke-28 PKB 23 Juli.

Sekarang bertambah satu, goblok. Kamus politik Indonesia makin kaya. Tinggal menunggu penerbit mencetak, Kamus Besar Bahasa Indonesia: Edisi Istana. Di sana mungkin ada entri baru. Goblok: kata yang dahulu dimarahi guru, kini terdengar dari podium.

Yang membuat persoalan makin serius adalah kritik Public Virtue Research Institute (PVRI). Direktur Eksekutif PVRI Muhammad Naziful Haq menilai ucapan tersebut menunjukkan sikap anti-pengetahuan. Menurutnya, kebijakan negara membutuhkan data, fakta, kajian ilmiah, serta pemimpin yang mau mendengar

Ini poin penting. Pakar bisa salah. Tetapi cara membantah pakar seharusnya bukan dengan lomba makian. Kalau datanya salah, bantah datanya. Kalau teorinya keliru, bantah teorinya. Kalau kritiknya ngawur, tunjukkan ngawurnya. Jangan sampai otak dibalas mulut, sementara data ditinggal di parkiran.

Sebab rakyat sedang menonton. Anak-anak juga menonton. Mereka mungkin tidak memahami politik, tetapi sangat cepat memahami contoh. Hari ini presiden mengatakan “goblok” kepada pakar. Besok rakyat berkata goblok ke menteri. Lusa menteri berkata goblok ke pejabat. Pejabat berkata goblok ke rakyat. Rakyat tak mau kalah semua digoblokkan. 

Akhirnya seluruh bangsa sibuk saling memanggil goblok. Demokrasi berhasil. Semua bebas bicara. Cuma satu yang bangkrut, etika. Etika Pancasila, agama, sosial, adat, dsb.

Yang paling menyedihkan bukan ketika seorang pemimpin terpeleset mengucapkan kata kasar. Yang menyedihkan, ketika masyarakat mulai menganggapnya biasa. Padahal pemimpin tidak hanya memimpin dengan kebijakan. Ia juga mengajar lewat contoh.

Itulah presiden saya, presiden ente, presiden kita. Yok, kita seruput Koptagul, wak!f (Oleh Rosadi Jamani/red).


Minggu, September 20, 2026

Simak !!! Ini Jumlah Warga Sekadau Terpapar ISPA, Kadis Kesehatan Minta Gunakan Masker Saat Keluar Rumah

 

Henry Alpius.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DKPP Dan KB) kabupaten Sekadau Henry Alpius mengungkap,bahwa selama musim kemarau sejak bulan Juni sampai sekarang, banyak warga kabupaten Sekadau yang terpapar kasus Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).Maraknya kasus ISPA tersebut dipicu oleh Kabut Asap yang melanda.

"Agar terhindar dari ISPA gunakan masker," pesannya kepada media ını, Minggu (20/09/2026) melalui pesan WhatsApp.

Menurut dia, tren kasus ISPA di kabupaten Sekadau menunjukkan  penurunan, dari 1255 kasus pada bulan Juli menjadi 1.044 kasus pada bulan Agustus,sedangkan pada bulan September 2026. Meskipun menunjukkan kecenderungan positif, tapi interpretasi data September perlu dilakukan secara hati-hati karena periode pelaporan belum final. 

"Karena variasi kasus antar Puskesmas juga menunjukkan perlunya intervensi yang lebih terarah pada wilayah dengan beban kasus tinggi," ucapnya.

Secara menyeluruh kata dia, berikut jumlah kasus yang tersebar di setiap Puskesmas. Untuk Puskesmas Sekadau 533 kasus,sedangkan Puskesmas SP3 Trans sebanyak 270 kasus, lalu Puskesmas Nanga Taman sebanyak 158 kasus, baru kemudian di Puskesmas Simpang Empat Kayu Lapis sebanyak 157 kasus, Rawak sebanyak 154, selanjutnya Selalong 147, Sebetung sebanyak 146 kasus, kemudian selanjutnya di Puskesmas Nanga Mahap sebanyak 130 kasus, baru di Puskesmas Nanga Belitang 115 kasus dan Tapang Perodah,76 kasus lalu selanjutnya di Balai Sepuak 46 kasus, dan Sungai Ayak 10 kasus,. kemudian terkahir di RSUD Sekadau hanya 3 kasus.

"Jika ditotal warga Sekadau yang terpapar ISPA sebanyak 1,944 kasus, cukup besar," katanya.

Padahal kabupaten Sekadau termasuk wilayah Karhutla terkecil,namun kabut Asap tentu berasal dari kabupaten tetangga yang kebakaran (tar/man).