Berita Faktapagi.com hari ini

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Berita Kedua 14 (7artikel)

BERITA KETIGA 21

Sabtu, September 05, 2026

Benarkah Dugaan Rembesan Limbah Di Sungai Gonis Dari PKS MPL? Simak Hasil Penelusuran Dilapangan

 

Muara sungai Semaja tempat berasal Air keruh dan warga hitam kecoklatan.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Maraknya tudingan di media sosial (medsos) terkait dugaan pencemaran limbah Pabrik kelapa sawit Milik PT. MPL belum tentu kebenarannya, karena hasil pengecekan lapangan oleh tim Humas bahwa sumber air keruh berwarna kecoklatan bukan dari intag pembuangan Pabrik PT MPL di Sungai Gonis, tetapi air keruh tersebut keluar dari muara Sungai Semaja.

"Awalnya tanggal 13 Juli 2026 dapat telepon dari Pak Kades bahwa ada laporan dari warga menemukan ikan mati karena limbah perusahaan, kemudian Kita sudah cek lapangan, 350 meter dari integ pipa kita ditelusuri ke hilir tidak ada tanda-tanda air keruh,namun setelah 350 meter ada muara sungai Semaja yang mengalir dan banyak ditemukan ikan mati di muara tersebut,  dari sungai itu terdapat air warna keruh yang terlihat mengalir," kata Nainggolan Parhusip kepada media ını, Sabtu (05/092026) di Warkop pasar baru Sekadau.

Jadi, bisa dipastikan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar, karena berdasarkan dokumen Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) pipa buangan yang dialirkan adalah dari air limbah dari kolam terakhir yakni kolam 9.

Namun yang jadi pertanyaan, kenapa ada pihak yang sengaja menuding seperti agak memaksa, seolah-olah pihak MPL harus mengakui bahwa air keruh dan ikan mati tersebut berasal dari Limbah pabrik PT.MPL.

Kami dari pihak MPL tidak merasa ada Limbah yang bocor, karena ada rasa penasaran itu yang membuat pihak kami menelusuri satu- persatu jalur sungai yang mengalir ke Sungai Nanga Gonis, dari mana asal air keruh tersebut. 

"Akhirnya ketemu, dan memang air keruh tersebut keluar dari Sungai Semaja yang bertemu dengan Sungai Nanga Gonis tempat integ pipa pembuangan kolam 9 milik PT. MPL," katanya.

Artinya, penyebab ikan mati seperti yang diberitakan oleh sejumlah media itu, tidak berasal dari integ PT.MPL tetapi keluar dari muara Sungai Semaja (tar/man).

Kadis Akui, Tantangan UMKM.Adalah Manejemen, Modal Dan Akses

ST. Emanuel,SKM,ME.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Dan Menengah kabupaten Sekadau ST.Emanuel,SKM,ME mengatakan, bahwa usaha mikro memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian Daerah. Hanya saja,dalam pengembangan kita masih menghadapi berbagai tantangan besar,. terkait Manejemen usaha, keterbatasan modal, akses pasar, serta pemanfaatan teknologi digital. 

"Oleh karena itu pihak dinas Koprasi usaha kecil dan menengah berkomitmen penuh untuk memfasilitasi transformasi usaha mikro agar naik kelas menjadi wirausaha," kata kepada mereka ını, Sabtu (05/09/2026) melalui pesan WhatsApp.

Menurut dia, melalui berbagai kegiatan baik itu pelatihan maupun sosialisasi kita bekali ilmu, strategi dan legalitas yang diperlukan oleh para pelaku UMKM. Tujuannya, agar para pelaku UMKM bisa memanfaatkan semua kegiatan pelatihan untuk mengembangkan usahanya.

"Mari kita ubah tantangan menjadi peluang demi kemajuan ekonomi masyarakat di bumi Lawang Kuari ını," katanya.

Memasuki masa purna tugas dirinya menginginkan agar para pelaku UMKM di kabupaten Sekadau bisa berhasil mencapai tujuannya.

"Sebagai garda terdepan UMKM harus bisa berdaya saing di tengah kondisi," katanya (tar/man).


Titik Hotspot Rendah, Komunikasi Pemerintah Dengan Masyarakat Sangat Baik

  

Bayu Suharsono.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Sekadau Bayu Suharsono mengatakan, saat ını titik Hotspot di kabupaten Sekadau sangat minim, bahkan kebakaran di wilayah kabupaten Sekadau juga sangat minim, hal ini menunjukkan bahwa komunikasi antara Pemerintah Daerah dan masyarakat Peladang sangat intensif, bahkan para Peladang di kabupaten Sekadau sangat tunduk dengan aturan yang ada.

"Adapun titik Hotspot yang terdeteksi, masih bisa terkendali, artinya menyala jam berapa kemudian mati jam berapa, artinya dipadamkan pada jam tertentu," katanya kepada awak media ını, Jumat (04/09/2026) di ruang kerjanya.

Bayu mengapresiasi masyarakat kabupaten Sekadau,sesuai update terakhir Hotspot (titik panas) kita hari ini terpantau sekitar jam 14.00 WIB sangat sedikit. 

Bahkan dari tanggal 3 September hanya 8 titik kemudian tanggal 4 hanya ada 10 titik, dan titik hilang pada jam-jam tertentu.

Hanya saja kata dia, saat ını yang dilakukan Pemerintah Daerah adalah membuat surat edaran terkait pencegahan Karhutla oleh Bupati,dan kondisi kita saat ini masih dalam tahapan Siaga, artinya kita masih sangat aman dari Karhutla. 

Tetapi lanjut dia, kalau kabut Asap kita kabupaten Sekadau sebagai jalur perlintasan,angin biasanya berhembus ke utara sehingga Asap tentu mengalir mengikuti angin,makanya meksipun titik Hotspot kita berkurang, tetapi kabut Asap yang kita rasakan saat ını adalah terbawa angin.

"Bukan kabut Asap dari wilayah kita," ujarnya.

Mudah-mudahan kondisi Hotspot kita tetap bertahan bahkan kalau bisa berkurang, dan kabut Asap segera berlalu,agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal,termasuk kegiatan belajar-mengajar.

"Saran saya kepada warga Sekadau,jika keluar rumah atau beraktivitas diluar rumah sebaiknya mengunakan masker," ingatnya.

Jika ada yang terpapar ISPA sebaiknya segera memeriksa diri ke Puskesmas terdekat,agar bisa ditangani dengan baik.

"Terimakasih masyarakat kabupaten Sekadau yang telah mendukung penuh surat edaran dari Bupati terkait pembakaran Ladang,"ucapnya(tar/man).


Buka Pelatihan Bagi Pelaku UMKM, Wabup Minta Jangan Melenceng Dari Tujuan

 

Berfoto bersama usai acara pembukaan pelatihan bagi pelaku UMKM oleh wakil Bupati Sekadau Subandrio, Jumat (04/09/2026) di Gedung UMKM Center Desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Wakil Bupati Sekadau Subandrio,SH,.MH,.membuka secara resmi kegiatan sosialisasi peningkatan usaha mikro menuju wirausaha yang berdaya saing. Kegiatan tersebut sebagai upaya pemerintah untuk membangkitkan para usaha kecil untuk menjadi usaha menengah dan besar, karena usaha kecil menengah adalah pendongkrak perekonomian suatu Daerah bahkan Negara, Jumat (04/09/2026) di gedung UMUM Center Sekadau.

Dalam sambutannya pria asal kecamatan paling Timur tersebut mengatakan,bahwa bidang usaha dibagi menjadi tiga bagian yakni kecil, menengah dan Besar, artinya usaha kecil harus bisa berkembang menjadi usaha menengah selanjutnya usaha menengah bisa menjadi besar. 

"Begitulah keinginan dari Pemerintah,agar para pelaku UMKM bisa berkembang dan berdaya saing,' katanya mengawali sambutan.

Menurut dia,di kabupaten Sekadau tercatat ada sekitar 13 ribu lebih pelaku UMKM,dari jumlah tersebut yang aktif ada sekitar 2 ribuan saja. Pemerintah Daerah selalu ingin agar para pelaku UMKM ini bisa berkembang dan berhasil, karena sejatinya mereka adalah garda terdepan sebagai pendongkrak perekonomian Daerah.

"Sebab selain bekerja, hanya dengan berusaha kita bisa dapat uang,makanya kita harus terus berusaha,"sarannya.

Namun lanjut dia,yang menjadi persoalan apakah usaha yang ada sudah maksimal atau meningkat bahkan hanya jalan di tempat. Padahal di zaman sekarang teknologi secanggih ını harusnya bisa dimanfaatkan oleh ibu-ibu pelaku usaha untuk memasarkan produk dagangan,baik melalui tiktok,Facebook dan medsos lainnya.

"Gunakan medsos dengan baik, jadikan sebagai sarana pemasaran produk yang kalian hasilkan," ingatnya lagi.

Karena UMKM adalah pendongkrak ekonomi masyarakat kabupaten Sekadau,jangan minder, olah semua kuliner yang ada jadikan sebagai sumber dagangan di UKM. Kita sudah punya tempat untuk menjual produk UMKM,meskipun belum maksimal yakni UMKM Center.banyak sekali potensi yang kita punya, namun kita belum bisa memanfaatkan dengan baik.

Untuk itu ia meminta kepada ibu-ibu pelaku UMKM,jangan malu belajar, misalnya kita berkunjung ke tempat lain, kunjungi pusat produksi ciri khas daerah tersebut, pelajari kemudian kita modifikasi dengan produk kita,sehingga menghasilkan produk baru.

Di kabupaten Sekadau kata dia,para pelaku UMKM mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, mereka bisa dengan mudah mengakses pinjaman ke bank, karena pemerintah pusat sudah menyiapkan dana di Bank.

Hanya saja,ada beberapa hal yang harus dibenahi, tempat serta beberapa persyaratan lain, bahkan pinjaman bagi pelaku UMKM dengan bunga rendah dan ini harus menjadi perhatian dari dinas terkait, yakni melalui pembinaan yang masiv agar mereka merasa diperhatikan.

Dulu kata dia, Pemerintah kabupaten Sekadau pernah menyalurkan bantuan kepada pelaku UMKM dengan dana Rp 2,4 juta, namun setelah dibantu bukannya berkembang malah banyak yang tutup. Karena sudah melenceng dari tujuan awal.

'Maka dari itu ia berpesan kepada para ibu-ibu yang hadir, agar lebih fokus pada tujuan awal apabila ingin mengembangkan usaha,kita harus berusaha agar menjadi masyarakat yang produktif," pesannya.

Sementara itu kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Emanuel dalam sambutanya mengatakan, bahwa usaha mikro memiliki peran penting untuk menaikkan perekonomian di kabupaten Sekadau, maka dari itu manfaatkan teknologi yang ada,agar usaha mikro tumbuh menjadi usaha yang tangguh dan berdaya saing.

"Saya merasa bangga atas partisipasi dan antusiasme kaum ibu-ibu pelaku UMKM yang hadir mengikuti sosialisasi ını," ucapnya.

Bahkan kata dia, para peserta kebanyakan ibu-ibu yang masih usia muda,hal ını menandakan bahwa minat kaum muda untuk berusaha masih tinggi.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada para pelaku UMKM yang sudah hadir saat ını, dan yang selama ını sudah bekerjasama selama dirinya menjabat sebagai kepala dinas, untuk itu ia mohon pamit karena bulan depan sudah masuk purna tugas.

"Saya mengucapkan banyak terima kepada para pelaku UMKM kabupaten Sekadau yang selama ini sudah bekerjasama,mohon maaf jika dalam bekerjasama terdapat kesalahan, karena bulan depan saya sudah purna tugas," ucapnya.

Sementara itu ketua panitia Kartika Haryati dalam sambutanya mengatakan, bahwa saat ını jumlah peserta yang hadir mengikuti pelatihan dan sosialisasi sebanyak 50 orang yang didominasi kaum hawa. 

Salah satu tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk menumbuhkan semangat usaha para pelaku UMKM di kabupaten Sekadau. Narasumber yang kita undang dari PPIPT dari Untan.

"Kami berharap dengan adanya kegiatan pelatihan ını dapat menumbuhkan para pelaku UMKM.yang handal dan mampu bersaing dan menciptakan lapangan kerja sendiri,"ucap Tika.

Hadir pada kesempatan ını perwakilan dari sejumlah dinas terkait, perhubungan, camat Sekadau Hilir Gustiar Indarto, para Kabag, Kabid serta perwakilan dari beberapa dinas (tar/man).


Jumat, September 04, 2026

Ringankan Beban Korban Kebakaran, Partai Demokrat Salurkan Bantuan Sembako

 

Berfoto bersama dengan para korban kebakaran usai menyerahkan bantuan secara simbolis oleh Aron, SH ketua DPC Demokrat kabupaten Sekadau, Kamis (03/09/2026) di kompleks terminal Lawang Kuari desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat kabupaten Sekadau kembali melaksanakan bakti sosial (Baksos). Kali ini jajaran pengurus dan simpatisan partai berlambang bintang mercy ini berbagi kasih kepada 17 Kepala Keluarga (KK) korban musibah kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu di kompleks terminal Lawang Kuari,Kamis (03/09/2026) kemarin sore.

Kegiatan tersebut di pimpin langsung oleh ketua DPC partai Demokrat kabupaten Sekadau Aron S.H dan di hadiri seluruh jajaran pengurus DPC Partai Demokrat.

Kepada awak media usai kegiatan Aron menyampaikan, bahwa Baksos yang dilakukan oleh partai sebagai bentuk keprihatinan terhadap para korban  kebakaran. 

"Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit membantu kesulitan mereka usai musibah,"ujarnya.

Ia menyebut bahwa, bantuan yang disalurkan tersebut bersumber dari bantuan pengurus DPD partai Demokrat Provinsi Kalimantan Barat serta bantuan dari jajaran Pengurus DPC Partai Demokrat kabupaten Sekadau.

Sebelumnya kata dia, DPC partai Demokrat kabupaten Sekadau beberapa waktu lalu juga menyerahkan bantuan kepada warga Dusun Tp.Muntik Desa Selalong yang mengalami musibah serupa.

Sebagai Bupati Aron juga berpesan, agar warga lebih berhati-hati saat membakar lahan maupun sampah mengingat musim kemarau yang belum bisa di prediksi kapan berakhirnya.

"Kabut asap yang begitu pekat dapat menggangu kesehatan, jika kita bakar sampah malah akan menambah volume asap di wilayah kita," ingatnya.

Kegiatan tersebut juga di hadiri angota DPRD provinsi Kalbar Hasan S.E.M.E,. sekretaris DPC Jefray Raja Tugam serta seluruh anggota fraksi DPRD kabupaten Sekadau dan seluruh jajaran pengurus dan simpatisan DPC partai Demokrat kabupaten Sekadau (tar/man).

Kamis, September 03, 2026

Kampanye Jangan Bakar Lahan,Tim Sosialisasi Karhutla Mabes TNI Sambangi Perusahaan dan Desa

 

Tim sosialisasi Karhutla dari Mabes TNI saat berada di PT Parna Agro Mas dalam kegiatan sosialisasi dampak Karhutla kepada karyawan dan masyarakat serta kepala desa, Kamis (03/09/2026) di kecamatan Belitang Hilir.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tidak cukup hanya dengan menunggu api muncul. Pesan itu terus digaungkan tim sosialisasi Karhutla dari Markas Besar (Mabes)TNI, tanpa kenal lelah mereka turun langsung ke lapangan, guna menyambangi desa hingga perusahaan di Kabupaten Sekadau, Kamis (3/09/2026) kemarin.

Brigjen TNI Hendri Wijaya bersama tim sosialisasi Karhutla Mabes TNI kembali turun ke wilayah Kecamatan Belitang Hilir. Kali ini, tim melaksanakan audiensi sekaligus penyuluhan pencegahan Karhutla di PT Parna, Desa Tapang Pulau, yang diikuti ratusan karyawan perusahaan.

Di hadapan para peserta, tim menekankan,bahwa pencegahan Karhutla harus dimulai dari kesadaran setiap individu. Kebakaran yang bermula dari pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara dibakar dapat berkembang dengan cepat dan menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, aktivitas masyarakat, hingga perekonomian.

Tim juga mengingatkan bahwa tindakan pembakaran hutan dan lahan secara sengaja memiliki konsekuensi hukum. Karena itu, seluruh pihak diminta tidak hanya menghindari pembakaran, tetapi juga aktif melaporkan apabila menemukan potensi maupun indikasi terjadinya Karhutla.

Tak kalah penting,tim sosialisasi Karhutla dari Mabes TNI terus mendorong untuk penguatan patroli dan koordinasi lintas sektor. Forkopimcam, TNI-Polri, BPBD, pemerintah desa, perusahaan, serta masyarakat harus bergerak bersama membangun sistem deteksi dini agar setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.

“Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat. Pencegahannya merupakan tanggung jawab kita bersama. Semakin cepat kita mengetahui dan menangani potensi kebakaran, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum meluas,” tegas Brigjen Hendri.

Dalam kegiatan tersebut, tim juga memberikan pemahaman mengenai langkah yang harus dilakukan apabila terjadi Karhutla. Pemadaman dapat dilakukan melalui penanganan darat oleh Satgas gabungan dan, sesuai kebutuhan serta kondisi di lapangan, dapat diperkuat dengan dukungan operasi udara seperti water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Kegiatan penyuluhan tersebut menjadi bagian dari rangkaian upaya Tim Sosialisasi Karhutla Mabes TNI dalam memperkuat kesadaran masyarakat dan dunia usaha di Kabupaten Sekadau. Setelah sebelumnya menyasar berbagai wilayah, tim terus bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya untuk memastikan pesan pencegahan Karhutla benar-benar sampai kepada masyarakat.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa perang terhadap Karhutla bukan hanya dilakukan ketika api sudah berkobar. Justru, upaya paling penting adalah mencegah api muncul sejak awal melalui edukasi, patroli, deteksi dini, kesiapsiagaan, dan sinergi seluruh komponen.

Dengan semangat pantang menyerah, Tim Sosialisasi Karhutla Mabes TNI terus hadir di tengah masyarakat. Dari desa hingga perusahaan, dari kecamatan ke kecamatan, upaya membangun kesadaran bersama terus dilakukan demi menjaga Kabupaten Sekadau tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (sumber Pendim 1204/Sanggau/tar/man

Kabut Asap Melanda, Kadis Pendidikan Anjurkan Pelajar Belajar Daring

 

Fran Dawal.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Fran Dawal meliburkan anak-anak sekolah saat wilayah kabupaten Sekadau diselimuti Kabut Asap Pekat.Langkah ini dilakukan agar anak-anak tidak terpapar ISPA, dan semua sekolah dianjurkan belajar melalui Daring. "Berkaitan dengan kondisi cuaca saat ini kabut asap pekat maka sekolah dianjurkan belajar secara Daring,' katanya kepada media ini belum lama ını.

Menurut dia, meskipun beberapa Minggu lalu kondisi udara di wilayah kabupaten kota belum membahayakan,namun pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran ke seluruh sekolah baik SMP maupun SD agar mengurangi aktivitas diluar rumah.

"Jika keluar harus menggunakan masker,' ujarnya.

Selain dibatasi main diluar bagi anak-anak, sekolah juga diminta supaya tidak jajan sembarangan, tujuannya agar anak-anak terbebas dari berbagai penyakit saat musim kemarau panjang melanda.

Setelah mendapatkan analisis cuaca dari Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Sekadau, dan hasil analisis tersebut secara umum cuaca di kabupaten Sekadau sudah masuk tahap berbahaya dan masuk zona merah.Sehingga pihaknya sudah meminta agar sekolah boleh diliburkan dan belajar secara Daring di rumah.

Jika  dalam bulan ını, cuaca kembali normal, maka sekolah akan masuk seperti biasa. 

"Tetapi jika kondisi masih seperti saat ini maka sekolah juga belum bisa belajar seperti biasa dan tetap belajar Daring," ujarnya (tar/man).


Untuk Mengantisipasi ISPA, Pemda Sekadau Bagikan Masker Di Jalan

 

Berfoto bersama usai kegiatan pembagian Masker kepada warga penguna jalan raya, agar terhindar dari ISPA, Kamis (03/09/2026) di depan kantor Pemadam Kebakaran Sekadau.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Bupati Sekadau Aron, SH didampingi unsur Forkompinda kabupaten Sekadau turun ke jalan untuk membagi masker kepada pengguna jalan raya. Langkah ını dilakukan untuk mengantisipasi warga agar tidak terpapar ISPA akibat menghirup udara yang terkontaminasi asap. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Dinas Kesehatan PP dan KB, BPBD dinas Pemadam Kebakaran, Kamis (03/09/2026) di depan kantor Dinas Pemadam Kebakaran.

Kepada wartawan usai kegiatan mantan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat ını mengatakan, bahwa langkah ını dilakukan agar warga yang berlalu lalang dan beraktifitas diluar rumah tidak terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA akibat menghirup udara yang kurang sehat.

"Kalau memang tidak terpaksa sebaiknya jangan keluar rumah terutama bagi Balita dan anak-anak," kata Aron 

Sebab, ana- anak paling rentan terhadap ISPA, makanya sekolah juga sudah kita liburkan, tujuannya adalah supaya anak-anak tidak beraktivitas diluar rumah.

Selain itu kata dia lagi, saat musim kemarau berkepanjangan seperti ını sebaiknya hindari bakar lahan, bahkan bakar sampah juga harus dikurangi, tujuannya agar asap yang sudah pekat seperti saat ını tidak tambah parah.

Kendati kata dia, saat ini titik Hotspot di kabupaten Sekadau memang tidak banyak,akan tetapi mengurangi asap sangat baik, caranya adalah dengan tidak membakar lahan dan sampah saat ını.

Karena lanjut dia, musim kemarau belum bisa dipastikan sampai kapan, artinya bisa sampai bukan depan atau sampai akhir tahun, semuanya memang belum pasti. Sehingga,langkah antisipatif harus kita lakukan dengan cara hentikan bakar lahan dan sampah apalagi dengan skala besar.

"Mari kita jaga bersama agar kebakaran tidak terjadi lagi, semua itu demi kesehatan kita semua," pintanya.

Hadir pada kegiatan tersebut, ketua DPRD Titi Hermanto,Kapolres Sekadau AKBP Andika Wiratama, Perwakilan dari Kajari Sekadau, Perwakilan dari Dandim Sanggau, Sekretaris Daerah Muhammad Isa, staff Ahli Hermansyah, Kadis Kesehatan PP dan KB Henry Alpius, Kadis Kesbangpol Apeng Petrus, Kepala BKPAD Nurhadi, Kaban BPRPD Suryadi,Kaban BPD Bayu Suharsono, Kadis Koprasi Emanuel, Kadis Kominfo Matius Jhon, Kadis Pemadam Kebakaran Sulistyo,. Camat Sekadau Hilir Gustiar Indarto para Kabag, Kabid, serta tin kesehatan dan POl PP dan Damkar (tar/man).



Di Mediasi Polisi, Dua Pelajar Pelempar Batu Ke Rumah Kos dan Matikan Stut Listrik Berakhir Damai

Kedua pelaku dan korban saat dimediasi oleh kepolisian dari Pamapta Polres Sekadau akhirnya berdamai, Rabu (02/09/2026) di gang Abadi.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Aksi pelemparan batu ke rumah kos dan mematikan stut listrik yang dilakukan oleh dua orang remaja yang masih duduk di bangku SMP dan SMA akhirnya dilaporkan ke Polisi. Laporan diterima melalui telpon 110 langsung  ditindaklanjuti cepat oleh dua orang anggota dari Pamapta Regu III Polres Sekadau yakni Aiptu Oky Kristani Priambodo. Tanpa menunggu lama ia langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) Jalan Abadi Makmur, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir. Saat itu, wilayah Sekadau masih diselimuti kabut asap, Rabu (02/09/2026) kemarin.

"Begitu laporan diterima, kami langsung menuju lokasi untuk memastikan kejadian. Kami temui pelapor dan warga sekitar, kemudian menggali keterangan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," ujar Aiptu Oky.

Dari informasi yang diperoleh, polisi kemudian mendatangi kediaman dua remaja yang diduga terlibat dan lokasinya tidak jauh dari rumah pelapor.

Kepada petugas keduanya mengakui, bahwa mereka telah melempar batu ke atap rumah serta mematikan stut meteran listrik. Mirisnya keduanya pelaku masih berstatus pelajar, masing-masing duduk di bangku SMP dan SMA. Kepada polisi, keduanya mengaku melakukan aksi tersebut karena iseng.

Selanjutnya Aiptu Oky kemudian mempertemukan pihak pelapor dengan kedua remaja beserta orang tua masing-masing untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Dalam mediasi tersebut, kedua pihak sepakat berdamai. Polisi juga memberikan pembinaan kepada kedua pelajar agar tidak mengulangi perbuatannya.

Kami juga menyampaikan kepada orang tua agar lebih memperhatikan dan mengawasi pergaulan anak-anaknya. Karena mereka masih pelajar, kami ingatkan juga agar tidak diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor sendiri, terutama jika belum cukup umur. 

"Anak-anak perlu diberikan pengawasan dan nasihat agar tidak terjerumus pada hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain," kata Aiptu Oky.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Plt. Kasi Humas Polres Sekadau IPDA Iwan Kurniawan mengatakan, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak selalu berujung pada penindakan, tetapi juga dapat dilakukan melalui dialog, mediasi dan pembinaan, khususnya ketika persoalan melibatkan anak atau remaja.

Kami mengajak para orang tua untuk terus memberikan perhatian, pengawasan dan nasihat kepada anak-anaknya. 

"Di tengah kondisi kemarau dan kabut asap, mari bersama menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan. Jika membutuhkan bantuan atau kehadiran polisi, masyarakat dapat menghubungi layanan 110 Polres Sekadau," imbau IPDA Iwan (tar/man/sumber humas Polres)

Rabu, September 02, 2026

Koramil Nanga Taman Bersama Yonif TP 538,Padamkan Api Di Mentuka

 

Tim dari Yonif Prabu Tawang Alun dan Koramil Nanga Taman saat berhasil memadamkan titik Api di Desa Mentuka kecamatan Nanga Taman, Selasa (02/09/2026) malam.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Koramil 1204-17/Nanga Taman bersama 5 orang personil dari Yonif TP Prabu Tawang Alun melakukan pemadaman titik Api  di Desa Mentuka. Berkat kegigihan para tim yang ada, tidak berapa lama Api berhasil dipadamkan,selain itu Koramil juga berupaya untuk meningkatkan patroli guna mencegah dan menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Selasa (02/09/2026) di Mentuka.

Kegiatan penanganan Karhutla melibatkan 2 personel Koramil 1204-17/Nanga Taman dan 5 personel Yonif TP 538/Prabu Tawang Alun. Selanjutnya, personel gabungan bersama masyarakat setempat terus melaksanakan patroli pencegahan Karhutla di Desa Nanga Mentuka untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran kembali.

Danramil 1204-17/Nanga Taman Peltu Sudaryanto menyampaikan, bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli serta berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait upaya mencegah dan menangani Karhutla.Pencegahan Karhutla harus terus kita lakukan secara bersama-sama. 

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api, sehingga dapat segera ditangani sebelum meluas,” pinta Danramil.

Koramil 1204-17/Nanga Taman tetap berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat dan seluruh instansi terkait dalam menjaga wilayah Kecamatan Nanga Taman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (. sumber Pendim 1204/Sanggau/red).