Berita Faktapagi.com hari ini

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Berita Kedua 14 (7artikel)

BERITA KETIGA 21

Senin, September 14, 2026

GAB Desak Polda Sumut Dan Interpol Libas Jaringan Narkoba Internasional Melalui Vape "Getar" Di Tanjungbalai

 

Spanduk pernyataan dari GAB terkait masifnya peredaran Narkoba melalui Liquid Vape di wilayah Tanjungbalai dan sekitarnya di wilayah hukum Polda Sumut.
TANJUNGBALAI-FAKTAPAGI.COM.Ancaman Narkotika jenis baru kian mengintai di kawasan pesisir Sumatera Utara. Gerakan Aktivis Bersatu (GAB) secara tegas meminta Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), khususnya Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba),untuk bergerak cepat mengusut tuntas peredaran gelap Narkoba yang dikemas dalam bentuk cairan vape (rokok elektrik) atau yang populer disebut "vape getar" di Kota Tanjungbalai.

​Modus pengemasan Narkotika dalam Liquid Vape ini dinilai sebagai trik yang sangat membahayakan untuk mengelabui aparat hukum dan memikat generasi muda. Warga Tanjungbalai kini diliputi kecemasan mendalam melihat barang haram tersebut diduga kian masif mengincar kalangan remaja dan dewasa muda.

​Ketua Gerakan Aktivis Bersatu, Rudi Bakti, S.T., menegaskan bahwa fenomena ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Kota Tanjungbalai yang berbatasan langsung dengan perairan internasional sangat rentan menjadi pintu masuk penyelundupan barang haram oleh jaringan lintas negara.

​"Ini bukan lagi sekadar ancaman lokal, melainkan ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa. Kami mendesak Kapolda Sumut dan Dirresnarkoba Poldasu turun tangan langsung membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya. Bandar besar jaringan internasional yang diduga berinisial AL alias Alung dideduksi kuat sebagai dalang utama yang mengendalikan pasokan vape getar ini di wilayah Tanjungbalai," tegas Rudi Bakti beberapa waktu lalu.

Hal ​senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua GAB, Risky Iswandi, S.H., menyoroti pentingnya langkah hukum berskala internasional. Mengingat adanya dugaan keterlibatan jaringan lintas batas, ia mendesak keterlibatan aparat penegak hukum lintas negara untuk melacak keberadaan sang bos besar.

​Melihat indikasi kuat keterlibatan jaringan luar negeri, kami mendesak Kepolisian RI berkoordinasi dengan Interpol untuk melakukan penyelidikan intensif dan mendalam saudara AL diduga kuat menjadi mastermind di balik peredaran Narkoba jenis vape ini. "Jangan beri ruang sedikit pun bagi para perusak anak bangsa untuk bersembunyi," ujar Risky Iswandi.

​Tak main-main, GAB juga memberikan sinyal penegasan tegas kepada aparat penegak hukum. Dalam waktu dekat, jika bandar besar Narkoba jenis vape getar ini tidak kunjung ditangkap, Gerakan Aktivis Bersatu memastikan akan menggelar aksi demonstrasi secara besar-besaran di Markas Polda Sumut. 

"Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut pertanggungjawaban langsung dari Kapolda Sumatera Utara dan Ditresnarkoba Polda Sumut atas penyelesaian kasus yang mengancam keselamatan generasi muda ini," pungkasnya (tim).

Hari Inı Masuk Sekolah, Bupati Ingatkan Gunakan Masker

 

Aron,SH.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Bupati Sekadau Aron,SH tak henti-hentinya mengingatkan agar warga Sekadau selalu mengunakan masker saat beraktivitas diluar rumah. Karena saat ını kabut Asap masih melanda kabupaten Sekadau. Apalagi hari ını anak-anak sudah mulai masuk sekolah, para guru diminta mengawasi anak-anak ke sekolah, harus gunakan masker, tujuannya agar terhindar dari berbagai penyakit termasuk Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).Apalagi anak-anak mereka yang paling rentan terpapar.

"Saya minta agar para guru memantau anak-anak didiknya untuk selalu mengunakan masker saat berangkat dan pulang sekolah," katanya kepada media ını, Minggu (13/09/2026) kemarin.

Menurut dia,kondisi Kabut Asap yang belum membaik ını tentu menjadi perhatian pemerintah,namun untuk menghentikan Asap Pemerintah Daerah melalui instansi terkait sudah bekerja maksimal, bahkan titik Hotspot kita terkecil dan terkendali, hasil ini berkat komunikasi dengan pihak kecamatan, Desa dan instansi lainnya. 

Namun kata dia, Kabut Asap memang tidak bisa kita hindari, karena terbawa angin. Artinya, ada kebakaran di wilayah kabupaten tetangga, namun kita prihatin dengan kondisi mereka. 

Dikatakan dia lagi, terkendali titik Hotspot kabupaten Sekadau dibuktikan melalui satelit, karena jika ada titik Hotspot yang berada di wilayah kabupaten Sekadau,pada jam-jam tertentu,kemudian padam pada jam-jam tertentu.

Kegiatan itu artinya, ada masyarakat yang bakar Ladang, namun di kendalikan dan tidak merambat.

"Inilah yang terjadi, maka titik Hotspot kita bisa dikategorikan terkendali," ucapnya.

Kita minta instansi terkait untuk melihat perkembangan Kabut Asap, jika kondisinya masih membahayakan maka kita akan pertimbangkan kembali untuk meliburkan sekolah.

"Saya minta instansi terkait untuk melihat perkembangan Kabut Asap, apakah masih dalam kategori aman atau membahayakan, kalau masih masuk kategori membahayakan maka kita akan liburkan kembali sekolah,"katanya (tar/man).


Sungai Mengering, Warga Kwatir Kesulitan Mencuci Dan Mandi

 

Vinsensius Lican.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Musim kemarau yang berkepanjangan saat ini menyebabkan masyarakat merasa was-was. Bagaimana tidak,hampir 80 persen warga kabupaten Sekadau hidup mengandalkan sektor pertanian,bahkan sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sudah menghentikan pembelian Tandan Buah Segar (TBS). Bahkan harganya juga sudah mulai turun. Belum lagi krisis air bersih bagi warga yang hidup mengandalkan air sungai, lantaran sungai-sungai kecil sudah banyak yang kering.

Namun bagi warga Desa Sungai Sambang kecamatan Sekadau Hulu, persoalan penjualan TBS saat ını belum ada masalah,karena rata-rata petani Sawit swadaya di wilayah tersebut adalah hasil binaan PT Agro Andalan. 

Mereka jual TBS ke PT Agro Andalan, satu hari satu truk,kebetulan para petani swadaya disana adalah binaan mereka. 

"Jadi saat ini, penjualan TBS tidak ada masalah,cuma yang jadi ketakutan warga adalah sungai-sungai kecil sudah banyak yang kering, " kata Vinsensius Lican kepala Desa Sungai Sambang kepada media, Minggu (13/09/2026) melalui pesan WhatsApp.

Menurut dia, kekeringan sungai akibat kemarau tentu menjadi kekwatiran tersendiri warga. Karena mereka mandi mencuci di sungai, kalau sudah kering, artinya mereka harus mencari alternatif lain.

"Kalau untuk minum,setiap hari penjual air Galon dari Rawak dan Sekadau datang berjualan, jadi air minum tidak ada masalah,"kata Lican.

Pantauan awak media ini dilapangan, menunjukkan bahwa petani sayur, memang mengalami kendala,bahkan banyak juga lahan yang tidak bisa ditanami akibat kesulitan air. Dampaknya harga-harga sayur mayur di pasar melonjak naik. 

Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama hujan sudah datang dengan intensitas tinggi, sehingga kekwatiran warga sedikit berkurang.

Banyak ladang-ladang warga yang sudah dibakar namun belum bisa ditanami, lantaran belum ada hujan. Sehingga tahun ını bisa diprediksi bahwa produksi beras akan menurun drastis (tar/man).


Minggu, September 13, 2026

Musim Kemarau Kades Ingatkan, Hindari Aktivitas Diluar

 

Sabli.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Kepala Desa Rawak Hulu Sabli mengingatkan warganya untuk selalu berhati-hati dan gunakan Masker saat beraktivitas diluar rumah. Karena saat ını kabut Asap tiba-tiba melonjak, dan bisa menyebabkan gangguan kesehatan. "Batasi aktivitas diluar rumah jika tidak terlalu urgensi, apabila terpapar ISPA sebaiknya segera berobat ke rumah sakit maupun ke Puskesmas terdekat,"katanya.

Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan kabupaten Sekadau penyakit utama yang sering menyerang meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, dehidrasi, iritasi kulit atau mata kering, serta demam berdarah dengue (DBD) akibat perubahan penampungan air," katanya.

Dikatakan dia lagi,jenis penyakit yang rentan pada musim kemarau adalah ISPA dan Flu: akibat debu  yang beterbangan dan udara kering memicu batuk, pilek, serta radang tenggorokan.

Sedangkan penyakit lainnya, yakni penyakit Diare akibat krisis air bersih, akibat kebersihan makanan dan minuman menurun, memudahkan bakteri menyerang perut.

Kemudian Dehidrasi dan Heatstroke akibat suhu panas yang ekstrem memicu kekurangan cairan tubuh serta sengatan panas yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Kemudian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) biasa penyakit ini muncul dari air, pada musim kemarau warga sering menampung air di wadah terbuka saat krisis air, wadah penampungan air akan menjadi sarang nyamuk. 

Sakit mata dan penyakit kulit akibat debu jalanan yang bisa memicu iritasi mata,dengan gejala gatal atau esksim pada kulit kering.

Sedangkan, kelompok yang paling rentan terkena adalah, anak-anak, Lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis. Mereka ini yang paling beresiko terpapar saat musim kemarau.

Maka dari itu agar terhindar sebaiknya, gunakan masker jika beraktifitas diluar ruangan, atau saat mengunakan sepeda motor, kemudian mengurangi kegiatan diluar rumah.

"Menutup pintu dan jendela, agar debu tidak masuk ke dalam rumah, terutama asap bekas Bakaran,"ingatnya.

Saat ını pihaknya terus melakukan komunikasi dengan pihak Puskesmas dan layanan kesehatan lainnya, untuk tetap siaga menghadapi peningkatan kasus ISPA selama musim kemarau (tar/man).


Posting Limbah PT.MPL,Warga Nanga Gonis Minta Maaf, Simak Inı Kata Plt Kadis LH.

 

Berfoto bersama usai acara konferensi pers dengan awak media, paling kiri Sukardi,dua dari kiri Nainggolan Parhusip,tiga dari kiri awak media, empat dari kiri Herijo,Lima darai kiri Syahdi Saputra, paling kanan Anong (foto Rahman).
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Syahdi Saputra salah seorang warga Dusun Nanga Gonis Desa Merapi kecamatan Sekadau Hilir menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media online terkait postingannya mengenai limbah PT.MPL yang mencemari Sungai Nanga Gonis yang beredar di media sosial Facebook miliknya &  di grup Sekadau Informasi pada tanggal 28 Agustus 2026 adalah keliru. Saat memposting di media sosial dirinya mengaku emosi karena sebelumnya memposting video tersebut dirinya sempat berkomunikasi dengan para tokoh masyarakat. Namun tidak ada yang perduli.

"Waktu memposting saya emosi karena para tokoh dan pengurus kampung tidak memberikan jawaban yang memuaskan kepada dirinya dan tidak adanya transparansi & kurangnya sosialisasi kepada masyarakat khususnya di Dusun Nanga Gonis," katanya kepada awak media ını, Sabtu (12/09/2026) di salah satu warkop komplek pasar baru Sekadau. "Saya merasa kesal karena selama ini tidak ada sosialisasi & pemahaman kepada kami & juga sempat ada penolakan terhadap aspirasi kami seperti meminta untuk dibantu kepada pihak perusahaan agar dapat bekerja. Ujarnya"

Ia mengaku tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan Izin AMDAL, setelah dijelaskan oleh Humas PT.MPL barulah ia mengerti, dan langsung meminta maaf atas kekeliruan tersebut dan meminta untuk tidak melanjutkan proses yang sudah berjalan. Ia berjanji kedepan hal ını seperti ini tidak terulang lagi.

"Untuk itu saya mohon maaf kepada Management PT MPL, Pihak APH & Dinas LH serta seluruh lapisan masyarakat kabupaten Sekadau atas kekeliruan ını ," ucapnya.

Sementara itu Herijo salah seorang masyarakat Dusun Nanga Gonis yang turut hadir kepada media juga mengatakan hal yang sama, ia menyarankan agar masalah tersebut diselesaikan secara damai dengan pihak perusahaan. Ia berharap agar kedepannya hal-hal seperti ını tidak terjadi lagi.

"Semoga kedepannya hal-hal seperti ını tidak terjadi lagi dan permasalahan ini tidak semakin panjang karena selama ini PT. MPL juga banyak memberikan manfaat positif khususnya bagi warga Dusun Nanga Gonis," harapnya.

Sementara itu, ditempat yang sama Anong Covin salah seorang tokoh masyarakat Dusun Nanga Gonis,juga menyampaikan hal yang sama. 

Bahwa ketika melihat ikan mati Sahdi langsung posting karena emosi sesaat. Hal ini bisa jadi pelajaran kedepannya bagi saudara Syahdi Saputra agar lebih hati-hati ketika bermedia sosial apalagi postingan tersebut sudah membuat heboh & repot banyak kalangan.

"Untuk saya menyarankan agar kedua belah pihak yakni saudara Syahdi Saputra dan pihak Manajemen perusahaan PT. MPL berdamai saja agar permasalahan ini tidak berlarut-larut dan juga hubungan baik yang selama ini terjalin antara perusahaan & masyarakat Dusun Nanga Gonis tetap terjaga," katanya.

Sementara itu,Sukardi salah satu tokoh masyarakat Dusun Nanga Gonis kepada media ını juga mengatakan,karena masalah tersebut sudah terjadi, maka ia menyarankan agar melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan supaya ada solusi berdamai, karena mungkin apa yang dilakukan oleh saudara Syahdi Saputra adalah hilaf semata & berdampak besar ditengah-tengah masyarakat hingga menimbulkan banyak opini.

Kedepannya, ia meminta agar hal-hal seperti ını tidak terjadi lagi, jika ada sesuatu sebaiknya lakukan komunikasi dengan dulu dengan pihak perusahaan.

"Kedepan jika ada masalah sebaiknya komunikasikan dengan perusahaan agar tidak menimbulkan kekeliruan," sarannya.

Sementara itu Nainggolan Parhusip Humas PT MPL pada berita sebelumnya mengatakan, bahwa tudingan tersebut tidak berdasar, karena berdasarkan dokumen Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) pipa buangan yang dialirkan adalah dari air limbah dari kolam terakhir yakni kolam 9.

Namun yang jadi pertanyaan, kenapa ada pihak yang sengaja menuding seperti agak memaksa, seolah-olah pihak MPL harus mengakui bahwa air keruh dan ikan mati tersebut berasal dari Limbah pabrik PT.MPL yang illegal & bocor.

Kami dari pihak MPL tidak merasa ada Limbah yang bocor, karena ada rasa penasaran itu yang membuat pihak kami menelusuri satu- persatu jalur sungai yang mengalir ke Sungai Nanga Gonis, dari mana asal air keruh tersebut. 

"Akhirnya ketemu, dan memang air keruh tersebut ada keluar dari Sungai Semaja yang bertemu dengan Sungai Nanga Gonis tempat integ pipa pembuangan kolam 9 milik PT. MPL," katanya.

Artinya, penyebab ikan mati seperti yang diberitakan oleh sejumlah media itu karena ada penyebab lainnya.

Ia mengaku, posting tersebut menyebabkan publik heboh dan banyak opini yang beredar dimasyarakat, namun karena pelaku sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Management MPL,kita maafkan dan berharap ada titik terang & penyelesaian yang tenang.

Mereka hanya belum mengerti apa yang dimaksud dengan Dokumen Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) yang sudah dikantongi oleh pihak PT.MPL dari Pemerintah Provinsi melalui Dinas Lingkungan Hidup.

"Sebab apa yang dilakukan oleh pihak manajemen PT.MPL terhadap limbah Pabrik Kelapa Sawit sudah sesuai dengan petunjuk dari dokumen tersebut," katanya.

Sementara itu Plt kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Sekadau Apeng Petrus, mengatakan, untuk masyarakat ketika ada kejadian yang tidak dipahami oleh masyarakat awam di sekitar Perusahaan, sebaiknya  berkoordinasi langsung dengan pihak perusahaan.

"Jangan langsung memvonis secara sepihak tanpa diketahui apakah statement tersebut benar atau tidak secara hukum," sarannya.

Atas kejadian ini ia mengharapkan agar seluruh elemen serta stakeholder yang ada,mari kita bersama-sama mendukung keberadaan investor yang ada di kabupaten dan investor yang menanamkan modalnya di kecamatan dan desa kita.

Karena menurut dia, yang perlu kita sadari, bahwa dengan banyaknya investor di wilayah kita,tentu akan memberikan dampak yang sangat baik bagi wilayah kita, baik dari sisi penyediaan lapangan kerja untuk saudara-saudara kita, bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi, UMKM di wilayah sekitar investor bisa jalan, semua ını tujuannya adalah untuk membantu masyarakat kita para petani mandiri dalam pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa Sawit.

"Di sisi lain hadirnya investor juga dapat meningkatan pajak daerah dan masih banyak lagi manfaat yang kita rasakan dengan hadirnya investigasi di wilayah kita,"pungkasnya Apeng (tar/man).

Terbawa Emosi, Warga Gonis Pemosting Tuduhan Dugaan Limbah PT. MPL Minta Maaf

 

P Nainggolan Humas MPL Pakai paling kiri dan Syahdi Saputra paling kanan pakai baju Coklat saat berjabat tangan terkait permintaan maaf soal postingan Limbah beberapa waktu lalu.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Syahdi Saputra salah seorang warga Dusun Nanga Gonis Desa Merapi kecamatan Sekadau Hilir menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media online terkait postingannya mengenai limbah PT.MPL yang mencemari Sungai Nanga Gonis yang beredar di media sosial Facebook miliknya dan di grup Sekadau Informasi pada tanggal 28 Agustus 2026 adalah keliru. Saat memposting di media sosial dirinya mengaku emosi karena sebelum memposting video tersebut,dirinya sempat berkomunikasi dengan para tokoh masyarakat. Namun tidak ada yang perduli.

"Waktu memposting saya emosi karena para tokoh dan pengurus kampung tidak memberikan jawaban yang memuaskan kepada dirinya dan tidak adanya transparansi & kurangnya sosialisasi kepada masyarakat khususnya di Dusun Nanga Gonis," katanya kepada awak media ını, Sabtu (12/09/2026) di salah satu warkop komplek pasar baru Sekadau. 

"Saya merasa kesal karena selama ini tidak ada sosialisasi & pemahaman kepada kami & juga sempat ada penolakan terhadap aspirasi kami seperti meminta untuk dibantu kepada pihak perusahaan agar dapat bekerja," ujarnya.

Ia mengaku tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan Izin AMDAL, setelah dijelaskan oleh Humas PT.MPL barulah ia mengerti, dan langsung meminta maaf atas kekeliruan tersebut dan meminta untuk tidak melanjutkan proses yang sudah berjalan. Ia berjanji kedepan hal ını seperti ini tidak terulang lagi.

"Untuk itu saya mohon maaf kepada Management PT MPL, pihak Aparat Penegak Hukum dan Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Sekadau,serta seluruh lapisan masyarakat kabupaten Sekadau atas kekeliruan ını,"capnya.

Sementara itu Herijo salah seorang masyarakat Dusun Nanga Gonis yang turut hadir kepada media ını juga mengatakan hal yang sama, ia menyarankan agar masalah tersebut diselesaikan secara damai dengan pihak perusahaan. Ia berharap agar kedepannya hal-hal seperti ını tidak terjadi lagi.

"Semoga kedepannya hal-hal seperti ını tidak terjadi lagi dan permasalahan ini tidak semakin panjang karena selama ini PT. MPL juga banyak memberikan manfaat positif khususnya bagi warga Dusun Nanga Gonis," katanya.

Sementara itu, ditempat yang sama Anong Covin salah seorang tokoh masyarakat Dusun Nanga Gonis,juga sependapat dengan Herijo.

Bahwa ketika melihat ikan mati ia langsung posting karena emosi sesaat. Hal ini bisa jadi pelajaran kedepannya bagi saudara Syahdi Saputra, agar lebih hati-hati ketika bermedia sosial apalagi postingan tersebut sudah membuat heboh dan repot banyak kalangan.

"Untuk saya menyarankan agar kedua belah pihak yakni saudara Syahdi Saputra dan pihak Manajemen perusahaan PT. MPL berdamai saja agar permasalahan ini tidak berlarut-larut dan juga hubungan baik yang selama ini terjalin antara perusahaan dN masyarakat Dusun Nanga Gonis tetap terjaga," katanya.

Sementara itu,Sukardi salah satu tokoh masyarakat Dusun Nanga Gonis kepada media ını juga mengatakan,karena masalah tersebut sudah terjadi, maka ia menyarankan agar melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan supaya ada solusi berdamai, karena mungkin apa yang dilakukan oleh saudara Syahdi Saputra adalah hilaf semata namun berdampak besar, dN membuat heboh ditengah-tengah masyarakat sehingga memunculkan banyak opini.

Kedepannya, ia meminta agar hal-hal seperti ını tidak terjadi lagi, jika ada sesuatu sebaiknya lakukan komunikasi dengan dulu dengan pihak perusahaan.

"Kedepan jika ada masalah sebaiknya komunikasikan dengan perusahaan agar tidak menimbulkan kekeliruan," sarannya.

Sementara itu Nainggolan Parhusip Humas PT MPL pada berita sebelumnya mengatakan, bahwa tudingan tersebut tidak berdasar, karena berdasarkan dokumen Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) pipa buangan yang dialirkan adalah dari air limbah dari kolam terakhir yakni kolam 9.

Namun yang jadi pertanyaan, kenapa ada pihak yang sengaja menuding seperti agak memaksa, seolah-olah pihak MPL harus mengakui bahwa air keruh dan ikan mati tersebut berasal dari Limbah pabrik PT.MPL yang illegal & bocor.

Kami dari pihak MPL tidak merasa ada Limbah yang bocor, karena ada rasa penasaran itu yang membuat pihak kami menelusuri satu- persatu jalur sungai yang mengalir ke Sungai Nanga Gonis, dari mana asal air keruh tersebut. 

"Akhirnya ketemu, dan memang air keruh tersebut ada keluar dari Sungai Semaja yang bertemu dengan Sungai Nanga Gonis tempat integ pipa pembuangan kolam 9 milik PT. MPL," katanya.

Artinya, penyebab ikan mati seperti yang diberitakan oleh sejumlah media itu karena ada penyebab lainnya.

Ia mengaku, posting tersebut menyebabkan publik heboh dan banyak opini yang beredar dimasyarakat, namun karena pelaku sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Management MPL,kita maafkan dan berharap ada titik terang dan penyelesaian yang tenang.

Mereka hanya belum mengerti apa yang dimaksud dengan Dokumen Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) yang sudah dikantongi oleh pihak PT.MPL dari Pemerintah Provinsi melalui Dinas Lingkungan Hidup.

"Sebab apa yang dilakukan oleh pihak manajemen PT.MPL terhadap limbah Pabrik Kelapa Sawit sudah sesuai dengan petunjuk dari dokumen tersebut," katanya(tar/man).

Sabtu, September 12, 2026

Dampingi BPK RI Cek Tongkang Kandas, Kadis Perindag Sebut ini

 

Berfoto bersama di Tongkang yang kandas didasar sungai Sekadau bersama tim BPK RI dan Kadis Perindag, Kabag Ekonomi, dan Inspektur,. Sabtu (12/09/2026) pagi.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja kabupaten Sekadau Novita bersama kepala Bagian Ekonom serta kepala Infektorat kabupaten Sekadau mendampingi tim dari Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Kalimantan Barat untuk melakukan pemeriksaan terhadap keadaan fisik Tongkang yang bermuatan Kernel Kepala Sawit kandas di dasar Sungai Kapuas wilayah Desa Tanjung RT Sungai Raya,.akibat mengeringnya Air sungai akibat kemarau, Sabtu (12/09/2026) pagi.
Melihat kondisi Tongkang tersebut,. bahwa memang tidak mengalami kerusakan fisik tetapi hanya kandas karena sungai mengering.
"Jika melihat posisi tongkang dan motor pendorong memang tidak mengalami kerusakan, tapi murni hanya kandas," katanya.
Selain melakukan pengecekan pada Tongkang lanjut dia, tim juga melakukan pengecekan terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan sejumlah agen Liquefied Petroleum Gas  (LPG) yang ada di kabupaten Sekadau.
Pengecekan sejumlah SPBU dan agen LPG dilakukan secara rutin, untuk memastikan pelayanan terhadap konsumen yang ada di Sekadau.
"Apabila ada agen LPG dan SPBU yang menyimpang dari aturan tentu konsekuensinya akan ada sanksi," katanya.
Puji Tuhan, selama pengecekan semuah berjalan baik dan lancar, dan mudah-mudahan pelayanan SPBU dan agen LPG semakin baik," soalnya (tar/man).

Kabut Asap Kembali Melonjak, Sekolah Masih Belajar Daring

Aron,SH.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Bupati Sekadau Aron, SH mengatakan, bahwa melihat perkembangan lonjakan kabut Asap yang terjadi secara tiba-tiba di wilayah kabupaten Sekadau, maka ia meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati. Gunakan masker saat keluar rumah atau bekerja,.batasi aktivitas diluar rumah jika tidak terlalu urgensi, jika terpapar ISPA sebaiknya segera berobat ke rumah sakit maupun ke Puskesmas-Puskesmas terdekat.

Ia juga menyarankan agar kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk kembali meninjau kondisi asap bersama instansi terkait, sejauh mana berbahayanya saat ını.

"Kalau memang terlalu berbahaya sebaiknya sekolah dilanjutkan dengan belajar secara Daring dari rumah," katanya kepada awak media ını belum lama ını.

Terus terang kata dia, Kabut Asap yang melanda sejumlah wilayah kabupaten Sekadau, bukan berasal dari kebakaran dari Sekadau. Karena beberapa hari ını berdasarkan laporan dari BPBD kabupaten Sekadau titik Api memang berkurang.

"Jika ada titik Api, tapi masih terkendali, artinya bisa dipadamkan dan tidak merambah ke wilayah hutan," katanya

Menurut dia, kemarau yang berkepanjangan saat ını sudah terasa sekali, Harga TBS sudah mulai turun, bahkan ada beberapa perusahaan yang menghentikan pembelian TBS untuk sementara. Hal bisa jadi pemicu keresahan masyarakat dan perekonomian masyarakat. 

Namun, kita sudah menyarankan agar pihak perusahaan bisa berusaha untuk membeli TBS petani.

"Mudah-mudahan keadaan nin segera berakhir, dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa," doanya (tar/man).


Jumat, September 11, 2026

Kondisi Kemarau Panjang, Simak Inı Beberapa Kendala Perusahaan Tak Trima TBS

 

Berfoto bersama usai kegiatan rapat usulan Indeks Proporsi "K" yang bersama 8 PKS bersama Dinas terkait, Jumat (11/00/2026) di aula kantor DKPPP.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan dan Peternakan (DKPPP) kabupaten Sekadau melalui bidang perkebunan secara rutin melakukan verifikasi usulan indeks proporsi "K" terhadap 9 Pabrik pengolahan kelapa Sawit. Kegiatan tersebut sebagai agenda rutin bersama setiap bulan, Jumat (11/09/2026).di Aula kantor DKPP kabupaten Sekadau kompleks kantor Bupati Sekadau.

Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Ifan Nurpatria dalam arahannya menyampaikan, bahwa rapat verifikasi kita hari ini akan membahas usulan indeks proporsi "K" dari sejumlah PkS yang ada di kabupaten Sekadau,untuk selanjutnya usulan tersebut di teruskan ke Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat sebagai bahan untuk menetapkan harga TBS periode kedua bulan September 2026.

"Usulan tersebut akan diteruskan ke Dinas Ke Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat," kata Ifan.

Ia menambahkan, melihat situasi kemarau yang masih berkepanjangan saat ini ia meminta informasi terkait situasi kemampuan perusahaan untuk mengolah Tandan Buah Segar (TBS) masing-masing Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

"Sampaikan secara lisan maupun tertulis kepada kami, agar kami bisa mengambil langkah terkait masalah TBS," pintanya.

Sementara itu ditempat yang sama Antonius Perwakilan dari PKS PT.Grand Utama Mandiri (GUM)menjelaskan bahwa untuk indeks proporsi "K" masih mengalami kenaikan karena nilai jual CPO masih tinggi.

 Namun kata dia lagi, situasi di lapangan berbeda karena beberapa kendala terutama, yakni kendala angkutan Crude Palm Oil (CPO)karena kemarau yang masih berlangsung menjadi pemicu naiknya biaya angkut CPO.

"Karena kondisi kemarau berkepanjangan, menjadi pemicu naiknya biaya angkut CPO," katanya.

Menurut dia, sejak tanggal 3 September lalu kita sudah tidak menerima buah/TBS petani non mitra.

Dengan situasi ini, management kami sedang mempertimbangkan untuk mencari pabrik lain yang bisa menampung TBS inti. 

Dikatakan dia, saat ini perusahaan mengalami tiga kendala utama yaitu 

pertama kendaraan untuk mengangkut CPO ke pelabuhan sangat minim. Semene tangki timbun CPO penuh, dan dan biaya angkut mahal jika mengundang mobil tangki.

Berdasarkan situasi lapangan saat ini jika tidak ada pengangkatan CPO maka kemampuan daya tampung tangki  timbun hanya bisa menampung 6-7 hari kedepan.

Berikut Daftar pabrik yang sudah tutup operasi mulai hari ini 10 September 2026.

1.. PHS tengki timbun penuh.

2. APL tengki timbun penuh

3. MJP tidak ada air untuk untuk pengolah.

Sedangkan yang melakukan pembatasan penerimaan TBS

1. PT.TBSM saat ini sampai 10 hari kedepan masih menerima TBS petani di wilayah sekitar kebun. 

Sedangkan untuk TBS  eksternal sudah di tutup mulai 24/8/2026 lalu.

2. PT. Parna Agromas saat ini telah melakukan pembatasan dengan hanya menerima TBS inti dan 2 koprasi yang sudah bermitra.

3. PT. Grand Utama Mandiri hanya menerima TBS inti dan petani mitra dengan kuota 150 ton/hari dan untuk pihak ke tiga untuk sementara off.

4. PT. KSP Agro saat ini hanya menerima TBS inti dan petani mitra dengan kuota maksimal 150 ton/hari

5. PT. Agro Andalan hanya menerima TBS inti dan kelompok tani/koperasi yang sudah bermitra.

6. PT.SML atau Gunas group sudah melakukan pembatasan dengan tidak menerima TBS eksternal dan hanya  membeli TBS dari petani di wilayah desa setempat dengan kuota maksimal 400 ton/hari.

Sebagai informasi jika situasi cuaca sudah normal pembelian TBS petani akan diberlakukan secara normal (tar/man).

Lonjakan Kabut Asap,Dinkes Ingatkan Waspada Dan Gunakan Masker

 

Henry Alpius.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas PP dan KB) Kabupaten Sekadau Henry Alpius, meminta agar masyarakat waspada terhadap lonjakan Kabut Asap serta cuaca ekstrim saat ını. Karena musim kemarau sangat rentan memicu berbagai gangguan kesehatan akibat cuaca panas, debu, dan krisis air bersih. 

"Saat ını kabut Asap tiba-tiba melonjak, meksipun asal Asap dari kebakaran wilayah lain, tapi kita tetap harus waspada," katanya kepada media ini, Jumat (11/09/2026) melalui pesan singkat.

Menurut dia, penyakit utama yang sering menyerang meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, dehidrasi, iritasi kulit atau mata kering, serta demam berdarah dengue (DBD) akibat perubahan penampungan air," katanya beberapa waktu lalu kepada media ını.

Dikatakan dia lagi,jenis penyakit yang rentan pada musim kemarau adalah ISPA dan Flu: akibat debu  yang beterbangan dan udara kering memicu batuk, pilek, serta radang tenggorokan.

Sedangkan penyakit lainnya, yakni penyakit Diare akibat krisis air bersih, akibat kebersihan makanan dan minuman menurun, memudahkan bakteri menyerang perut.

Kemudian Dehidrasi dan Heatstroke akibat suhu panas yang ekstrem memicu kekurangan cairan tubuh serta sengatan panas yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Kemudian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) biasa penyakit ini muncul dari air, pada musim kemarau warga sering menampung air di wadah terbuka saat krisis air, wadah penampungan air akan menjadi sarang nyamuk. 

Sakit mata dan penyakit kulit akibat debu jalanan yang bisa memicu iritasi mata,dengan gejala gatal atau esksim pada kulit kering.

Sedangkan,kelompok yang paling rentan terkena adalah, anak-anak, Lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis. Mereka ini yang paling beresiko terpapar saat musim kemarau.

Maka dari itu agar terhindar sebaiknya, gunakan Masker jika beraktifitas diluar ruangan, atau saat mengunakan sepeda motor, kemudian mengurangi kegiatan diluar rumah.

"Menutup pintu dan jendela, agar debu tidak masuk ke dalam rumah, terutama asap bekas Bakaran,"ingatnya.

Saat ını pihaknya terus melakukan komunikasi dengan pihak Puskesmas dan layanan kesehatan lainnya, untuk tetap siaga menghadapi peningkatan kasus ISPA selama musim kemarau (tar/man).