Berita Faktapagi.com hari ini

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Berita Kedua 14 (7artikel)

BERITA KETIGA 21

Rabu, September 16, 2026

Tudingan Tak Berdasar, Kami Tidak Pernah Jual BBM Subsidi Pakai Jeriken

 

SPBU Tapang Semadak pembeli antri seperti SPBU lainnya (foto istimewa)
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Tekait pemberitaan di tiga media online dengan narasi yang persis sama yakni mentari khatulistiwa.co.id,dan divisinews.com, cektaindonesia.com. terkait Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tapang Semadak nomor  64.795.03 mengisi BBM mengunakan Jeriken sepertinya tidak benar. "Karena,selama ını sesuai aturan pihak SPBU tidak pernah menjual BBM subsidi mengunakan Jeriken," kata Rusli perwakilan dari SPBU Tapang Semadak kepada media ını,Senin (16/09/2026) melalui pesan WhatsApp.

Dikatakan dia lagi,selain dilarang pemilik kami juga tau aturan bahwa penjualan BBM subsidi tidak boleh pakai Jeriken. 

Namun,dalam berita tersebut oknum wartawan hanya melihat ada mobil bawa Jeriken langsung menuduh kami isikan ke Jeriken tersebut. 

Karena bisa saja ada warga bawa Jeriken untuk ngisi BBM non subsidi mengunakan Jeriken, jika begitu tentu dibolehkan.

"Kalau BBM subsidi tidak boleh,itu aturannya setau saya," tegasnya.

Lebih lanjut Rusli menceritakan,bahwa beberapa hari yang lalu dia (oknum wartawan) itu mampir ke SPBU, sepertinya setelah sampai dia nelpon, pada saat itu dirinya tidak bawa handphone, karena memang lagi mandi.

Setelah selesai mandi kata dia, baru hubungi lagi, jangan naik berita karena kami tidak ada melakukan apa yang dituduhkan. Kami jual BBM tetap sesuai aturan.

Kemudian selang beberapa lama ada berita di media online, dengan judul." SPBU  64.795.03 Kembali di Sorot Pelanggaran Berulang Dan Manajer Tak Berada di Lokasi".

Menurut dia, dia (oknum wartawan) udah sering kita bantu, jika ada mampir bahkan sebelumnya juga kita bantu semampu kita.

"Bahkan biasanya dia sama kawan- kawan pakai mobil, minta bantu minyak, kita kasi bang,kita bantu," katanya.

Berita yang dia buat kata Rusli lagi,tidak sesuai dengan kondisi lapangan. "Tidak ada pembeli BBM subsidi mengisi Jeriken seperti yang diberitakan media tersebut. Kami selalu ikut aturan," tegasnya.

Bahkan dia juga menuding kami narik biaya parkir,padahal mana kami nagih uang parkir untuk mobil-mobil yang antri. 

"Berita itu ngarang tidak sesuai keadaan sebenarnya,"ujarnya (tar/man).

BPN “Sarang Mafia” Mungkin Benar, Terbukti 17 Pegawainya Di Glandang KPK

 

Foto ilustrasi AI.
FAKTAPAGI.COM.Memang kurang ajar. Di saat Kalimantan dan Sumatera tertutup asap, mereka asyik korupsi. Muke-muke koruptor bakal bertambah lagi setelah KPK menggelandang 17 pegawai BPN. Gerombolan tikus ini masih ditunggu statusnya, siapa saja jadi tersangka. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Ada benarnya juga anggapan publik selama ini, BPN “sarang mafia” tanah. Ironis? Jelas. Menjijikkan? Lebih jelas lagi. Rakyat bertahun-tahun dipaksa berurusan dengan sengketa tanah, sertifikat entah nyangkut di mana, urusan berbelit, sampai pungutan bikin dompet megap-megap. Lalu sekarang KPK datang membawa kabar bikin rakyat ingin menepuk jidat pakai sertifikat.

Senin, 14 September 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan di lingkungan Badan Pertanahan Nasional. Sebanyak 17 orang diamankan. Ini OTT ke-20 KPK sepanjang tahun 2026. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan operasi tersebut diduga berkaitan dengan pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor, termasuk dugaan penerimaan-penerimaan lainnya oleh penyelenggara negara.

Tunggu dulu. HGB! Bukan urusan gorengan, bukan jual beli pulsa, bukan pungutan parkir. Ini urusan tanah. Barang yang membuat rakyat bisa perang saudara hanya gara-gara batas dua meter.

Yang bikin darah makin mendidih, nama yang diamankan bukan pejabat kelas teri. Ada Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Lampri. Ada pula I Sontang Coin Manurung, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, serta Tardi, Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang.

Jangan lagi gampang mengucapkan mantra keramat, “Itu cuma oknum.” Kalau yang terseret sampai level dirjen dan kepala kantor pertanahan, publik wajar bertanya, ini benar-benar oknum atau jangan-jangan sistemnya sudah lama keropos?

Bagian paling bikin muntah adalah barang buktinya. KPK menyita uang rupiah dan valuta asing dikemas dalam boks, kardus, serta sekitar 20 koper. Nilainya diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. Saat konferensi pers berlangsung, uang tersebut masih dihitung.

Dua puluh koper! Kira-kira apa isinya? Yang jelas bukan asap, sofa, apalagi mega bundar oranye. Lembaran yang bisa membuat mata hijau.

Orang biasa kalau punya uang lebih paling beli koper untuk mudik. Ini koper diduga malah menjadi kontainer rezeki hasil urusan pertanahan. Kalau benar ratusan miliar berkaitan dengan pengurusan HGB, pertanyaan publik sederhana saja, memangnya sertifikat tanah itu dicetak pakai tinta emas?

Lebih menarik lagi, OTT ini tidak hanya menyeret orang-orang dari ATR/BPN. Politikus Partai Golkar Fahd Arafiq alias Fahd El Fouz disebut termasuk 17 orang diamankan. Mantan Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, juga turut terjaring.

Artinya, kalau konstruksi perkara nanti terbukti seperti dugaan awal, ini bukan lagi cerita pejabat menerima amplop lalu selesai. Ada pihak luar, ada pejabat, ada kepentingan HGB. Jaringannya berpotensi lebih panjang daripada antrean rakyat yang mengurus sertifikat.

KPK punya waktu 1 x 24 jam berdasarkan ketentuan KUHAP untuk menentukan status hukum mereka. Malam itu KPK masih melakukan ekspose untuk menetapkan tersangka dan membongkar konstruksi perkara.

Tetapi satu hal sudah telanjur terjadi. Kepercayaan publik kembali digorok. Selama bertahun-tahun rakyat mendengar istilah mafia tanah. Rakyat kecil tanahnya disengketakan bisa dibuat pusing tujuh keliling. Berkas hilang, proses lambat, urusan berbelit, biaya ini-itu. Sekarang justru aparat pertanahan sendiri ditangkap dalam operasi senyap.

Kalau penjaga pintu ikut mengambil kunci rumah, rakyat harus mengetuk pintu kepada siapa? Jangan suruh rakyat percaya lagi kalau akhirnya yang mengurus tanah justru diduga ikut bermain tanah.

Ini bukan sekadar skandal. Ini tamparan keras bagi birokrasi pertanahan. Kalau benar ada mafia di dalamnya, bersihkan sampai ke akar-akarnya. Jangan cuma potong ranting, sementara tikusnya masih pesta di dalam gudang.

“Sahabat Nusron, itu anak buahmu yang ditangkap. Hati-hati nanti di-Purbaya-kan lho!” 

“Wak, Nusron pasti aman. Ia menteri dari parpol, beda dengan Purbaya (Oleh Rosadi Jamani/red).

Wabup Sebut Pemerintah Daerah Telah Alokasi Dana Penanganan Dampak Kemarau

 

Subandrio, SH,MH.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Wakil Bupati Sekadau Subandrio, SH.MH, menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau sudah melakukan penanganan dampak kemarau yang berkepanjangan. Penanganan tersebut berupa, penyiagaan fasilitas keseharian yakni Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) selama 24 jam untuk melayani masyarakat yang terpapar penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). 

"Selain itu Pemerintah Daerah juga membagikan masker, Vitamin secara gratis,serta menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat melalui sekolah maupun media lainnya," katanya kepada media ini beberapa waktu lalu.

Selain itu lanjut Wabup, penanggungan krisis air bersih secara gratis bekerjasama dengan instansi terkait, kepada warga yang terdampak sejak bulan Juni hingga 11 September 2026.

Sedangkan lanjut dia, pada bidang pendidikan kita sudah buat kebijakan dengan cara mengalihkan prosedur belajar mengajar di sekolah ke sistem belajar jarak jauh (Daring). 

"Hal ını kita lakukan demi melon kesehatan anak-anak dari polusi udara akibat terpapar kabut Asap," katanya.

Pemerintah juga lanjut dia, telah menetapkan Pos siaga Karhutla, dan pelaksanaan operasi pemadaman terpadu, dengan menurunkan tim darat yang terdiri dari instansi terkait, untuk menjahili titik Api yang ada.

"Secara kita terus pantau kondisi serta kwalitas udara melalui stasiun pemantauan kwalitas udara yang ada di kabupaten Sekadau," cetus mantan ketua KPU dua periode ını (tar/man).

Hadiri Muresbang Desa Merapi, Inı Pesan Sekcam Sekadau Hilir

Kegiatan Musrenbang Desa Merapi kecamatan Sekadau Hilir kabupaten Sekadau, Selasa (15/09/2026) di Gedung KDMP.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Pemerintah kecamatan Sekadau hilir melalui sekretaris kecamatan (Sekcam) Yustinus Duskarni,S.sos.menghadiri kegiatan musyawarah pembangunan desa (Musrenbangdes) Rencana Kerja Pemerintahan Desa (RKPDes) tahun anggaran 2027 Desa Merapi kecamatan Sekadau Hilir,Selasa (15/09/2026) di Gedung KDMP Merapi.

Dalam sambutanya mewakili camat Yustinus mengatakan,bahwa rencana pembangunan yang dituangkan dalam RKPDes 2027 harus realistis mengingat efesiensi yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat terhadap Transper Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sampai saat ını masih berlangsung.

"Penyusunan RKPDes tahun anggaran 2027 harus realistis, karena sampai saat ını efesiensi terhadap TKDD dari Pemerintah Pusat" katanya.

Ia meminta kepada seluruh Desa ketika penyusunan RKPDes, Pemdes harus memperhatikan sekala prioritas, terutama kebutuhan yang bersifat mendesak dan bermanfaat bagi masyarakat.

Karena menurut dia,salah tujuan utama Musrenbang Desa (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa) adalah untuk membahas, menyepekati, dan menetapkan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP Desa) serta daftar prioritas kegiatan pembangunan untuk tahun anggaran berikutnya.

"Jadi sesuai tujuan ini maka setiap kegiatan harus memperhatikan kebutuhan masyarakat Desa tersebut," katanya.

Kegiatan tersebut di hadiri angota DPRD  Muhammad. Ardiansyah S.H, Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Perekonomian Pembangunan kecamatan Sekadau hilir, Ari Suhana, S. Sos. Pendamping lokal dari Kementerian Desa PDTT Desa Merapi, Kepala desa, ketua BPD, kepala dusun se - desa Merapi, tokoh agama, tokoh pemuda, ketua Tp.PKK desa Merapi serta undangan lainnya (tar/man).

Selasa, September 15, 2026

Prihatin Terhadap Tumpukan Sampah Di Sungai, Relawan Bersihkan Sungai Dan Bagikan Masker, Plt Kadis LH Berikan Apresiasi

 

Kegiatan pembersihan sungai dari sampah plastik yang dibawa oleh pengunjung saat musim kemarau, oleh sejumlah relawan kabupaten Sekadau, Minggu (14/09/2026) kemarin.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Sekadau Apeng Petrus, S.STP memberikan apresiasi kepada para relawan di kabupaten Sekadau atas partisipasi terhadap kesulitan masyarakat di saat musim kemarau yang berkepanjangan saat ını. Langkah seperti ini dinilai sangat membantu Pemerintah Daerah dalam situasi seperti muslim kemarau saat ını.
"Mewakili Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau saya mengucapkan terimakasih kepada sejumlah relawan di kabupaten Sekadau atas perhatiannya terhadap lingkungan," katanya melalui pesan singkat kepada media ını kemarin.
Menurut dia, masalah sampah memang persoalan rumit, karena jika terlihat sedikit namun kalau dibiarkan bisa jadi banyak dan bisa menggangu kelancaran aliran sungai.
Untuk menjaga sungai agar tetap bersih dari sampah plastik yang dibawa oleh pengunjung saat berada dipantai untuk melihat hamparan pasir disaat musim kemarau. Relawan Sekadau melakukan pembersihan lingkungan sungai sangat penting agar lingkungan tetap sehat dan sungai siap menampung air hujan saat kembali turun.Kepedulian terhadap lingkungan ini bisa dimulai dari langkah sederhana. Sejumlah Relawan Sekadau menggelar kegiatan Kolaborasi Aksi Kebaikan bakti sosial dengan membersihkan sampah dan berbagi masker di kawasan wisata musiman Pasir Tengah Kapuas, Sungai Raya, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Minggu (13/09/2026) kemarin.

Sekretaris Relawan Peduli Kemanusiaan Kabupaten Sekadau Chairani mengatakan, bahwa pihaknya dalam kegiatan ini Relawan Peduli Kemanusiaan Kabupaten Sekadau dibersamai oleh Persaudaraan Bugis Melayu Kabupaten Sekadau, Peduli Lingkungan Kita Sekadau dan Forum Anak Daerah Kabupaten Sekadau.

Pada gerakan ke-12 Relawan Peduli Kemanusiaan Kabupaten Sekadau, berfokus menggelar kegiatan berbeda dari sebelumnya yang mana sebelumnya hanya berbagi masker di jalan raya dan distribusi air bersih serta vitamin, kali ini relawan berbagi masker dan membersihkan sampah yang dilaksanakan di wilayah wisata musiman sungai kapuas.

Untuk menjaga kelestarian alam yaitu sungai para relawan membersihkan dasar sungai kapuas yang kering dari sampah. Selain menjaga kebersihan, relawan juga membagikan 1.500 masker sebagai bentuk kepedulian terhadap kabut asap agar masyarakat terhindar dari penyakit yang ditimbulkan dari asap kebakaran hutan dan lahan.

Menurut dia, kegiatan ini juga menjadi ajakan kepada seluruh pengunjung untuk ikut merawat kawasan wisata serta selalu memakai masker saat bepergian maupun beraktivitas diluar rumah.

Saat ini, warga setempat mulai melakukan penataan kawasan, termasuk mengatur area parkir dan menyediakan tempat pengumpulan sampah.

Jaga kelestarian sungai dari sampah, dan jaga kesehatan bersama dari kabut asap dengan memakai masker ucapnya.

Chairani mengapresiasi kegiatan ini terutama kepada para relawan yang bergerak dan berharap semoga semakin banyak kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat untuk masyarakat.

"Melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan serta terima kasih kepada seluruh donatur dermawan atas bantuan masker dan kantong sampah yang diberikan," pungkasnya (tar/man).

Jawab PU Fraksi, Wabup Sebut Kita Sudah Lakukan Pengendalian Belanja SKPD.

 

Penyerahan berkas jawaban eksekutif oleh wakil Bupati kepada pimpinan rapat wakil ketua DPRD Handi usai paripurna, Senin (14/09/2026) di ruang rapat kantor DRPD kabupaten Sekadau jalan merdeka timur Desa Bokak Sebubum kecamatan Sekadau Hilir.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Paripurna ke 27 masa persidangan ke III dengan agenda mendengarkan jawaban Bupati Sekadau terhadap Pemandangan Umum (PU) fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.Paripurna tersebut dipimpin oleh wakil ketua DPRD Handi dan didampingi ketua DPRD Titi Hermanto, Selasa (14/09/2026) diruang rapat kantor DRPD kabupaten Sekadau jalan merdeka timur Desa Bokak Sebubum kecamatan Sekadau Hilir.

Dalam sambutan pembukaannya pimpinan rapat Handi, mengatakan,bahwa Paripurna yang dilakukan dalam agenda mendengarkan jawaban eksekutif terhadap Raperda APBD perubahan tahun 2026.

Menurut dia, setelah mendengar jawaban tersebut selanjutnya Raperda tersebut akan dibahas bersama tim anggaran eksekutif dan tim angaran legislatif.

Sementara itu dalam sambutanya wakil Bupati Sekadau Subandrio, SH.MH,. menjelaskan bahwa memperhatikan beberapa hal yang disampaikan fraksi DPRD dalam Pemandangan Umum (PU) beberapa waktu lal terkait Pendapatan Belanja Daerah dan pembiayaan pada Raperda perubahan APBD tahun 2026 sebagai berikut, eksekutif sependapat bahwa perubahan anggaran APBD Pemerintah Daerah harus tetap menjaga pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal tepat waktu dan tepat sasaran.

Menurut dia, Pemerintah Daerah tetap optimis bahwa proyeksi pendapatan Daerah baik bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan transfer serta pendapatan lain-lain yang sah dapat direalisasikan sebagai target yang telah di susun.

"Terkait dengan tanggapan atas alokasi belanja, Pemerintah juga sependapat bahwa kebijakan belanja yang tertuang dalam Raperda perubahan APBD tahun 2026, merupakan belanja yang diarahkan untuk belanja yang langsung dan bersentuhan dengan kepentingan masyarakat," katanya.

Mengenai alokasi belanja lanjut dia, dapat kami jelaskan bahwa sebagian besar diarahkan untuk belanja yang bersumber dari Blub rumah sakit umum Daerah,baik yang berasal dari perubahan RBA Blub maupun dari penggunaan SILPA Blub serta perubahan nomenklatur belanja Blub, yang semula tercantum dalam belanja Pegawai menjadi belanja barang dan jasa.

Hanya saja selanjutnya kata dia lagi, terdapat perubahan nomenklatur Belanja BOSP yang semula tercantum pada belanja pegawai menjadi belanja barang dan jasa.

Selain itu, ada juga alokasi untuk pembayaran utang belanja atas pekerjaan yang telah dilaksanakan pada anggaran tahun 2025. Dari alokasi belanja yang bersumber dari bantuan keuangan Pemerintah Provinsi serta pembayaran Kegiatan yang sudah direncanakan pada setiap Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD),yang tidak dilakukan penyesuaian terhadap beberapa pelaksanaan program, kegiatan dan SUB kegiatan SKPD sebagaimana ditetapkan kembali dalam perubahan rencana kerja Pemerintah Daerah.

"Pemerintah sudah melaksanakan pengendalian belanja pada setiap SKPD, dengan cara mengurangi belanja yang bersifat pendukung dan tidak memiliki output," ucapnya.

Hadir pada paripurna tersebut, Sekda Muhammad Isa, seluruh kepala SKPD, anggota DPRD serta para undangan lainnya (tar/man).



Kolaborasi Cegah Karhutla,Tim Mabes TNI-Polri Forkompincam Nanga Mahap, PT Arvena Sepakat Gelar Sosialisasi

 

Berfoto bersama usai kegiatan sosialisasi Karhutla di kecamatan Nanga Mahap, Senin (14/09/2026) dikantor camat Nanga Mahap.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Untuk mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Nanga Mahap,tim dari Mabes TNI, Polri, Forkompincam kecamatan Nanga Mahap dan PT.Arvena Sepakat melakukan sosialisasi secara menyeluruh di kecamatan Nanga Mahap. Kegiatan sosialisasi tersebut mengusung tema"Cegah Karhutla Jaga Lingkungan Lindungi Masyarakat' Senin (15/09/2026) di kecamatan Nanga Mahap.

Kegiatan sosialisasi tersebut melibatkan seluruh elemen masyarakat para tokoh masyarakat,kepala Desa, Tokoh Adat, serta Ormas yang ada.

Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan, bahwa pentingnya keterlibatan seluruh komponen dalam mencegah terjadinya Karhutla.

Franseda Sasak Camat Nanga Mahap mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan sosialisasi tersebut. Karena menurut dia,pencegahan Karhutla membutuhkan komitmen dan kerja sama seluruh pihak, bukan hanya pemerintah dan aparat keamanan.

Pencegahan Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, TNI, Polri, Pengusaha,Pemdes, tokoh masyarakat, tokoh adat, Ormas dan seluruh elemen masyarakat.

"Semuanya harus memiliki komitmen yang sama untuk mencegah dan menjaga wilayah kita dari ancaman Karhutla,” sarannya.

Ia juga mengajak, agar para Kepala Desa serta tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan yang tidak terkendali.

Menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui peningkatan kesadaran masyarakat, koordinasi antarinstansi, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.

Di sisi lain, keterlibatan PT Arvena Sepakat menjadi bagian dari dukungan dunia usaha terhadap upaya pemerintah dan aparat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah terjadinya Karhutla.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan komitmen di seluruh lapisan masyarakat Kecamatan Nanga Mahap untuk bersama-sama melakukan pencegahan Karhutla.

"Saya berharap agar ada sinergi dan kepedulian kuat dari masyarakat, serta kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci untuk mewujudkan Kecamatan Nanga Mahap terbebas dari Karhutla," pesannya (tar/man)

Senin, September 14, 2026

GAB Desak Polda Sumut Dan Interpol Libas Jaringan Narkoba Internasional Melalui Vape "Getar" Di Tanjungbalai

 

Spanduk pernyataan dari GAB terkait masifnya peredaran Narkoba melalui Liquid Vape di wilayah Tanjungbalai dan sekitarnya di wilayah hukum Polda Sumut.
TANJUNGBALAI-FAKTAPAGI.COM.Ancaman Narkotika jenis baru kian mengintai di kawasan pesisir Sumatera Utara. Gerakan Aktivis Bersatu (GAB) secara tegas meminta Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), khususnya Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba),untuk bergerak cepat mengusut tuntas peredaran gelap Narkoba yang dikemas dalam bentuk cairan vape (rokok elektrik) atau yang populer disebut "vape getar" di Kota Tanjungbalai.

​Modus pengemasan Narkotika dalam Liquid Vape ini dinilai sebagai trik yang sangat membahayakan untuk mengelabui aparat hukum dan memikat generasi muda. Warga Tanjungbalai kini diliputi kecemasan mendalam melihat barang haram tersebut diduga kian masif mengincar kalangan remaja dan dewasa muda.

​Ketua Gerakan Aktivis Bersatu, Rudi Bakti, S.T., menegaskan bahwa fenomena ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Kota Tanjungbalai yang berbatasan langsung dengan perairan internasional sangat rentan menjadi pintu masuk penyelundupan barang haram oleh jaringan lintas negara.

​"Ini bukan lagi sekadar ancaman lokal, melainkan ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa. Kami mendesak Kapolda Sumut dan Dirresnarkoba Poldasu turun tangan langsung membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya. Bandar besar jaringan internasional yang diduga berinisial AL alias Alung dideduksi kuat sebagai dalang utama yang mengendalikan pasokan vape getar ini di wilayah Tanjungbalai," tegas Rudi Bakti beberapa waktu lalu.

Hal ​senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua GAB, Risky Iswandi, S.H., menyoroti pentingnya langkah hukum berskala internasional. Mengingat adanya dugaan keterlibatan jaringan lintas batas, ia mendesak keterlibatan aparat penegak hukum lintas negara untuk melacak keberadaan sang bos besar.

​Melihat indikasi kuat keterlibatan jaringan luar negeri, kami mendesak Kepolisian RI berkoordinasi dengan Interpol untuk melakukan penyelidikan intensif dan mendalam saudara AL diduga kuat menjadi mastermind di balik peredaran Narkoba jenis vape ini. "Jangan beri ruang sedikit pun bagi para perusak anak bangsa untuk bersembunyi," ujar Risky Iswandi.

​Tak main-main, GAB juga memberikan sinyal penegasan tegas kepada aparat penegak hukum. Dalam waktu dekat, jika bandar besar Narkoba jenis vape getar ini tidak kunjung ditangkap, Gerakan Aktivis Bersatu memastikan akan menggelar aksi demonstrasi secara besar-besaran di Markas Polda Sumut. 

"Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut pertanggungjawaban langsung dari Kapolda Sumatera Utara dan Ditresnarkoba Polda Sumut atas penyelesaian kasus yang mengancam keselamatan generasi muda ini," pungkasnya (tim).

Hari Inı Masuk Sekolah, Bupati Ingatkan Gunakan Masker

 

Aron,SH.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Bupati Sekadau Aron,SH tak henti-hentinya mengingatkan agar warga Sekadau selalu mengunakan masker saat beraktivitas diluar rumah. Karena saat ını kabut Asap masih melanda kabupaten Sekadau. Apalagi hari ını anak-anak sudah mulai masuk sekolah, para guru diminta mengawasi anak-anak ke sekolah, harus gunakan masker, tujuannya agar terhindar dari berbagai penyakit termasuk Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).Apalagi anak-anak mereka yang paling rentan terpapar.

"Saya minta agar para guru memantau anak-anak didiknya untuk selalu mengunakan masker saat berangkat dan pulang sekolah," katanya kepada media ını, Minggu (13/09/2026) kemarin.

Menurut dia,kondisi Kabut Asap yang belum membaik ını tentu menjadi perhatian pemerintah,namun untuk menghentikan Asap Pemerintah Daerah melalui instansi terkait sudah bekerja maksimal, bahkan titik Hotspot kita terkecil dan terkendali, hasil ini berkat komunikasi dengan pihak kecamatan, Desa dan instansi lainnya. 

Namun kata dia, Kabut Asap memang tidak bisa kita hindari, karena terbawa angin. Artinya, ada kebakaran di wilayah kabupaten tetangga, namun kita prihatin dengan kondisi mereka. 

Dikatakan dia lagi, terkendali titik Hotspot kabupaten Sekadau dibuktikan melalui satelit, karena jika ada titik Hotspot yang berada di wilayah kabupaten Sekadau,pada jam-jam tertentu,kemudian padam pada jam-jam tertentu.

Kegiatan itu artinya, ada masyarakat yang bakar Ladang, namun di kendalikan dan tidak merambat.

"Inilah yang terjadi, maka titik Hotspot kita bisa dikategorikan terkendali," ucapnya.

Kita minta instansi terkait untuk melihat perkembangan Kabut Asap, jika kondisinya masih membahayakan maka kita akan pertimbangkan kembali untuk meliburkan sekolah.

"Saya minta instansi terkait untuk melihat perkembangan Kabut Asap, apakah masih dalam kategori aman atau membahayakan, kalau masih masuk kategori membahayakan maka kita akan liburkan kembali sekolah,"katanya (tar/man).


Sungai Mengering, Warga Kwatir Kesulitan Mencuci Dan Mandi

 

Vinsensius Lican.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Musim kemarau yang berkepanjangan saat ini menyebabkan masyarakat merasa was-was. Bagaimana tidak,hampir 80 persen warga kabupaten Sekadau hidup mengandalkan sektor pertanian,bahkan sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sudah menghentikan pembelian Tandan Buah Segar (TBS). Bahkan harganya juga sudah mulai turun. Belum lagi krisis air bersih bagi warga yang hidup mengandalkan air sungai, lantaran sungai-sungai kecil sudah banyak yang kering.

Namun bagi warga Desa Sungai Sambang kecamatan Sekadau Hulu, persoalan penjualan TBS saat ını belum ada masalah,karena rata-rata petani Sawit swadaya di wilayah tersebut adalah hasil binaan PT Agro Andalan. 

Mereka jual TBS ke PT Agro Andalan, satu hari satu truk,kebetulan para petani swadaya disana adalah binaan mereka. 

"Jadi saat ini, penjualan TBS tidak ada masalah,cuma yang jadi ketakutan warga adalah sungai-sungai kecil sudah banyak yang kering, " kata Vinsensius Lican kepala Desa Sungai Sambang kepada media, Minggu (13/09/2026) melalui pesan WhatsApp.

Menurut dia, kekeringan sungai akibat kemarau tentu menjadi kekwatiran tersendiri warga. Karena mereka mandi mencuci di sungai, kalau sudah kering, artinya mereka harus mencari alternatif lain.

"Kalau untuk minum,setiap hari penjual air Galon dari Rawak dan Sekadau datang berjualan, jadi air minum tidak ada masalah,"kata Lican.

Pantauan awak media ini dilapangan, menunjukkan bahwa petani sayur, memang mengalami kendala,bahkan banyak juga lahan yang tidak bisa ditanami akibat kesulitan air. Dampaknya harga-harga sayur mayur di pasar melonjak naik. 

Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama hujan sudah datang dengan intensitas tinggi, sehingga kekwatiran warga sedikit berkurang.

Banyak ladang-ladang warga yang sudah dibakar namun belum bisa ditanami, lantaran belum ada hujan. Sehingga tahun ını bisa diprediksi bahwa produksi beras akan menurun drastis (tar/man).