Berita Faktapagi.com hari ini

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Berita Kedua 14 (7artikel)

BERITA KETIGA 21

Selasa, September 15, 2026

Prihatin Terhadap Tumpukan Sampah Di Sungai, Relawan Bersihkan Sungai Dan Bagikan Masker

 

Kegiatan pembersihan sungai dari sampah plastik yang dibawa oleh pengunjung saat musim kemarau, oleh sejumlah relawan kabupaten Sekadau, Minggu (14/09/2026) kemarin.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Untuk menjaga sungai agar tetap bersih dari sampah plastik yang dibawa oleh pengunjung saat berada dipantai untuk melihat hamparan pasir disaat musim kemarau. Relawan Sekadau melakukan pembersihan lingkungan sungai sangat penting agar lingkungan tetap sehat dan sungai siap menampung air hujan saat kembali turun.Kepedulian terhadap lingkungan ini bisa dimulai dari langkah sederhana. Sejumlah Relawan Sekadau menggelar kegiatan Kolaborasi Aksi Kebaikan bakti sosial dengan membersihkan sampah dan berbagi masker di kawasan wisata musiman Pasir Tengah Kapuas, Sungai Raya, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Minggu (13/09/2026) kemarin.

Sekretaris Relawan Peduli Kemanusiaan Kabupaten Sekadau Chairani mengatakan, bahwa pihaknya dalam kegiatan ini Relawan Peduli Kemanusiaan Kabupaten Sekadau dibersamai oleh Persaudaraan Bugis Melayu Kabupaten Sekadau, Peduli Lingkungan Kita Sekadau dan Forum Anak Daerah Kabupaten Sekadau.

Pada gerakan ke-12 Relawan Peduli Kemanusiaan Kabupaten Sekadau, berfokus menggelar kegiatan berbeda dari sebelumnya yang mana sebelumnya hanya berbagi masker di jalan raya dan distribusi air bersih serta vitamin, kali ini relawan berbagi masker dan membersihkan sampah yang dilaksanakan di wilayah wisata musiman sungai kapuas.

Untuk menjaga kelestarian alam yaitu sungai para relawan membersihkan dasar sungai kapuas yang kering dari sampah. Selain menjaga kebersihan, relawan juga membagikan 1.500 masker sebagai bentuk kepedulian terhadap kabut asap agar masyarakat terhindar dari penyakit yang ditimbulkan dari asap kebakaran hutan dan lahan.

Menurut dia, kegiatan ini juga menjadi ajakan kepada seluruh pengunjung untuk ikut merawat kawasan wisata serta selalu memakai masker saat bepergian maupun beraktivitas diluar rumah.

Saat ini, warga setempat mulai melakukan penataan kawasan, termasuk mengatur area parkir dan menyediakan tempat pengumpulan sampah.

Jaga kelestarian sungai dari sampah, dan jaga kesehatan bersama dari kabut asap dengan memakai masker ucapnya.

Chairani mengapresiasi kegiatan ini terutama kepada para relawan yang bergerak dan berharap semoga semakin banyak kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat untuk masyarakat.

"Melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan serta terima kasih kepada seluruh donatur dermawan atas bantuan masker dan kantong sampah yang diberikan," pungkasnya (tar/man).

Jawab PU Fraksi, Wabup Sebut Kita Sudah Lakukan Pengendalian Belanja SKPD.

 

Penyerahan berkas jawaban eksekutif oleh wakil Bupati kepada pimpinan rapat wakil ketua DPRD Handi usai paripurna, Senin (14/09/2026) di ruang rapat kantor DRPD kabupaten Sekadau jalan merdeka timur Desa Bokak Sebubum kecamatan Sekadau Hilir.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Paripurna ke 27 masa persidangan ke III dengan agenda mendengarkan jawaban Bupati Sekadau terhadap Pemandangan Umum (PU) fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.Paripurna tersebut dipimpin oleh wakil ketua DPRD Handi dan didampingi ketua DPRD Titi Hermanto, Selasa (14/09/2026) diruang rapat kantor DRPD kabupaten Sekadau jalan merdeka timur Desa Bokak Sebubum kecamatan Sekadau Hilir.

Dalam sambutan pembukaannya pimpinan rapat Handi, mengatakan,bahwa Paripurna yang dilakukan dalam agenda mendengarkan jawaban eksekutif terhadap Raperda APBD perubahan tahun 2026.

Menurut dia, setelah mendengar jawaban tersebut selanjutnya Raperda tersebut akan dibahas bersama tim anggaran eksekutif dan tim angaran legislatif.

Sementara itu dalam sambutanya wakil Bupati Sekadau Subandrio, SH.MH,. menjelaskan bahwa memperhatikan beberapa hal yang disampaikan fraksi DPRD dalam Pemandangan Umum (PU) beberapa waktu lal terkait Pendapatan Belanja Daerah dan pembiayaan pada Raperda perubahan APBD tahun 2026 sebagai berikut, eksekutif sependapat bahwa perubahan anggaran APBD Pemerintah Daerah harus tetap menjaga pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal tepat waktu dan tepat sasaran.

Menurut dia, Pemerintah Daerah tetap optimis bahwa proyeksi pendapatan Daerah baik bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan transfer serta pendapatan lain-lain yang sah dapat direalisasikan sebagai target yang telah di susun.

"Terkait dengan tanggapan atas alokasi belanja, Pemerintah juga sependapat bahwa kebijakan belanja yang tertuang dalam Raperda perubahan APBD tahun 2026, merupakan belanja yang diarahkan untuk belanja yang langsung dan bersentuhan dengan kepentingan masyarakat," katanya.

Mengenai alokasi belanja lanjut dia, dapat kami jelaskan bahwa sebagian besar diarahkan untuk belanja yang bersumber dari Blub rumah sakit umum Daerah,baik yang berasal dari perubahan RBA Blub maupun dari penggunaan SILPA Blub serta perubahan nomenklatur belanja Blub, yang semula tercantum dalam belanja Pegawai menjadi belanja barang dan jasa.

Hanya saja selanjutnya kata dia lagi, terdapat perubahan nomenklatur Belanja BOSP yang semula tercantum pada belanja pegawai menjadi belanja barang dan jasa.

Selain itu, ada juga alokasi untuk pembayaran utang belanja atas pekerjaan yang telah dilaksanakan pada anggaran tahun 2025. Dari alokasi belanja yang bersumber dari bantuan keuangan Pemerintah Provinsi serta pembayaran Kegiatan yang sudah direncanakan pada setiap Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD),yang tidak dilakukan penyesuaian terhadap beberapa pelaksanaan program, kegiatan dan SUB kegiatan SKPD sebagaimana ditetapkan kembali dalam perubahan rencana kerja Pemerintah Daerah.

"Pemerintah sudah melaksanakan pengendalian belanja pada setiap SKPD, dengan cara mengurangi belanja yang bersifat pendukung dan tidak memiliki output," ucapnya.

Hadir pada paripurna tersebut, Sekda Muhammad Isa, seluruh kepala SKPD, anggota DPRD serta para undangan lainnya (tar/man).



Kolaborasi Cegah Karhutla,Tim Mabes TNI-Polri Forkompincam Nanga Mahap, PT Arvena Sepakat Gelar Sosialisasi

 

Berfoto bersama usai kegiatan sosialisasi Karhutla di kecamatan Nanga Mahap, Senin (14/09/2026) dikantor camat Nanga Mahap.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Untuk mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Nanga Mahap,tim dari Mabes TNI, Polri, Forkompincam kecamatan Nanga Mahap dan PT.Arvena Sepakat melakukan sosialisasi secara menyeluruh di kecamatan Nanga Mahap. Kegiatan sosialisasi tersebut mengusung tema"Cegah Karhutla Jaga Lingkungan Lindungi Masyarakat' Senin (15/09/2026) di kecamatan Nanga Mahap.

Kegiatan sosialisasi tersebut melibatkan seluruh elemen masyarakat para tokoh masyarakat,kepala Desa, Tokoh Adat, serta Ormas yang ada.

Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan, bahwa pentingnya keterlibatan seluruh komponen dalam mencegah terjadinya Karhutla.

Franseda Sasak Camat Nanga Mahap mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan sosialisasi tersebut. Karena menurut dia,pencegahan Karhutla membutuhkan komitmen dan kerja sama seluruh pihak, bukan hanya pemerintah dan aparat keamanan.

Pencegahan Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, TNI, Polri, Pengusaha,Pemdes, tokoh masyarakat, tokoh adat, Ormas dan seluruh elemen masyarakat.

"Semuanya harus memiliki komitmen yang sama untuk mencegah dan menjaga wilayah kita dari ancaman Karhutla,” sarannya.

Ia juga mengajak, agar para Kepala Desa serta tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan yang tidak terkendali.

Menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui peningkatan kesadaran masyarakat, koordinasi antarinstansi, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.

Di sisi lain, keterlibatan PT Arvena Sepakat menjadi bagian dari dukungan dunia usaha terhadap upaya pemerintah dan aparat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah terjadinya Karhutla.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan komitmen di seluruh lapisan masyarakat Kecamatan Nanga Mahap untuk bersama-sama melakukan pencegahan Karhutla.

"Saya berharap agar ada sinergi dan kepedulian kuat dari masyarakat, serta kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci untuk mewujudkan Kecamatan Nanga Mahap terbebas dari Karhutla," pesannya (tar/man)

Senin, September 14, 2026

GAB Desak Polda Sumut Dan Interpol Libas Jaringan Narkoba Internasional Melalui Vape "Getar" Di Tanjungbalai

 

Spanduk pernyataan dari GAB terkait masifnya peredaran Narkoba melalui Liquid Vape di wilayah Tanjungbalai dan sekitarnya di wilayah hukum Polda Sumut.
TANJUNGBALAI-FAKTAPAGI.COM.Ancaman Narkotika jenis baru kian mengintai di kawasan pesisir Sumatera Utara. Gerakan Aktivis Bersatu (GAB) secara tegas meminta Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), khususnya Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba),untuk bergerak cepat mengusut tuntas peredaran gelap Narkoba yang dikemas dalam bentuk cairan vape (rokok elektrik) atau yang populer disebut "vape getar" di Kota Tanjungbalai.

​Modus pengemasan Narkotika dalam Liquid Vape ini dinilai sebagai trik yang sangat membahayakan untuk mengelabui aparat hukum dan memikat generasi muda. Warga Tanjungbalai kini diliputi kecemasan mendalam melihat barang haram tersebut diduga kian masif mengincar kalangan remaja dan dewasa muda.

​Ketua Gerakan Aktivis Bersatu, Rudi Bakti, S.T., menegaskan bahwa fenomena ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Kota Tanjungbalai yang berbatasan langsung dengan perairan internasional sangat rentan menjadi pintu masuk penyelundupan barang haram oleh jaringan lintas negara.

​"Ini bukan lagi sekadar ancaman lokal, melainkan ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa. Kami mendesak Kapolda Sumut dan Dirresnarkoba Poldasu turun tangan langsung membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya. Bandar besar jaringan internasional yang diduga berinisial AL alias Alung dideduksi kuat sebagai dalang utama yang mengendalikan pasokan vape getar ini di wilayah Tanjungbalai," tegas Rudi Bakti beberapa waktu lalu.

Hal ​senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua GAB, Risky Iswandi, S.H., menyoroti pentingnya langkah hukum berskala internasional. Mengingat adanya dugaan keterlibatan jaringan lintas batas, ia mendesak keterlibatan aparat penegak hukum lintas negara untuk melacak keberadaan sang bos besar.

​Melihat indikasi kuat keterlibatan jaringan luar negeri, kami mendesak Kepolisian RI berkoordinasi dengan Interpol untuk melakukan penyelidikan intensif dan mendalam saudara AL diduga kuat menjadi mastermind di balik peredaran Narkoba jenis vape ini. "Jangan beri ruang sedikit pun bagi para perusak anak bangsa untuk bersembunyi," ujar Risky Iswandi.

​Tak main-main, GAB juga memberikan sinyal penegasan tegas kepada aparat penegak hukum. Dalam waktu dekat, jika bandar besar Narkoba jenis vape getar ini tidak kunjung ditangkap, Gerakan Aktivis Bersatu memastikan akan menggelar aksi demonstrasi secara besar-besaran di Markas Polda Sumut. 

"Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut pertanggungjawaban langsung dari Kapolda Sumatera Utara dan Ditresnarkoba Polda Sumut atas penyelesaian kasus yang mengancam keselamatan generasi muda ini," pungkasnya (tim).

Hari Inı Masuk Sekolah, Bupati Ingatkan Gunakan Masker

 

Aron,SH.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Bupati Sekadau Aron,SH tak henti-hentinya mengingatkan agar warga Sekadau selalu mengunakan masker saat beraktivitas diluar rumah. Karena saat ını kabut Asap masih melanda kabupaten Sekadau. Apalagi hari ını anak-anak sudah mulai masuk sekolah, para guru diminta mengawasi anak-anak ke sekolah, harus gunakan masker, tujuannya agar terhindar dari berbagai penyakit termasuk Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).Apalagi anak-anak mereka yang paling rentan terpapar.

"Saya minta agar para guru memantau anak-anak didiknya untuk selalu mengunakan masker saat berangkat dan pulang sekolah," katanya kepada media ını, Minggu (13/09/2026) kemarin.

Menurut dia,kondisi Kabut Asap yang belum membaik ını tentu menjadi perhatian pemerintah,namun untuk menghentikan Asap Pemerintah Daerah melalui instansi terkait sudah bekerja maksimal, bahkan titik Hotspot kita terkecil dan terkendali, hasil ini berkat komunikasi dengan pihak kecamatan, Desa dan instansi lainnya. 

Namun kata dia, Kabut Asap memang tidak bisa kita hindari, karena terbawa angin. Artinya, ada kebakaran di wilayah kabupaten tetangga, namun kita prihatin dengan kondisi mereka. 

Dikatakan dia lagi, terkendali titik Hotspot kabupaten Sekadau dibuktikan melalui satelit, karena jika ada titik Hotspot yang berada di wilayah kabupaten Sekadau,pada jam-jam tertentu,kemudian padam pada jam-jam tertentu.

Kegiatan itu artinya, ada masyarakat yang bakar Ladang, namun di kendalikan dan tidak merambat.

"Inilah yang terjadi, maka titik Hotspot kita bisa dikategorikan terkendali," ucapnya.

Kita minta instansi terkait untuk melihat perkembangan Kabut Asap, jika kondisinya masih membahayakan maka kita akan pertimbangkan kembali untuk meliburkan sekolah.

"Saya minta instansi terkait untuk melihat perkembangan Kabut Asap, apakah masih dalam kategori aman atau membahayakan, kalau masih masuk kategori membahayakan maka kita akan liburkan kembali sekolah,"katanya (tar/man).


Sungai Mengering, Warga Kwatir Kesulitan Mencuci Dan Mandi

 

Vinsensius Lican.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Musim kemarau yang berkepanjangan saat ini menyebabkan masyarakat merasa was-was. Bagaimana tidak,hampir 80 persen warga kabupaten Sekadau hidup mengandalkan sektor pertanian,bahkan sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sudah menghentikan pembelian Tandan Buah Segar (TBS). Bahkan harganya juga sudah mulai turun. Belum lagi krisis air bersih bagi warga yang hidup mengandalkan air sungai, lantaran sungai-sungai kecil sudah banyak yang kering.

Namun bagi warga Desa Sungai Sambang kecamatan Sekadau Hulu, persoalan penjualan TBS saat ını belum ada masalah,karena rata-rata petani Sawit swadaya di wilayah tersebut adalah hasil binaan PT Agro Andalan. 

Mereka jual TBS ke PT Agro Andalan, satu hari satu truk,kebetulan para petani swadaya disana adalah binaan mereka. 

"Jadi saat ini, penjualan TBS tidak ada masalah,cuma yang jadi ketakutan warga adalah sungai-sungai kecil sudah banyak yang kering, " kata Vinsensius Lican kepala Desa Sungai Sambang kepada media, Minggu (13/09/2026) melalui pesan WhatsApp.

Menurut dia, kekeringan sungai akibat kemarau tentu menjadi kekwatiran tersendiri warga. Karena mereka mandi mencuci di sungai, kalau sudah kering, artinya mereka harus mencari alternatif lain.

"Kalau untuk minum,setiap hari penjual air Galon dari Rawak dan Sekadau datang berjualan, jadi air minum tidak ada masalah,"kata Lican.

Pantauan awak media ini dilapangan, menunjukkan bahwa petani sayur, memang mengalami kendala,bahkan banyak juga lahan yang tidak bisa ditanami akibat kesulitan air. Dampaknya harga-harga sayur mayur di pasar melonjak naik. 

Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama hujan sudah datang dengan intensitas tinggi, sehingga kekwatiran warga sedikit berkurang.

Banyak ladang-ladang warga yang sudah dibakar namun belum bisa ditanami, lantaran belum ada hujan. Sehingga tahun ını bisa diprediksi bahwa produksi beras akan menurun drastis (tar/man).


Minggu, September 13, 2026

Musim Kemarau Kades Ingatkan, Hindari Aktivitas Diluar

 

Sabli.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Kepala Desa Rawak Hulu Sabli mengingatkan warganya untuk selalu berhati-hati dan gunakan Masker saat beraktivitas diluar rumah. Karena saat ını kabut Asap tiba-tiba melonjak, dan bisa menyebabkan gangguan kesehatan. "Batasi aktivitas diluar rumah jika tidak terlalu urgensi, apabila terpapar ISPA sebaiknya segera berobat ke rumah sakit maupun ke Puskesmas terdekat,"katanya.

Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan kabupaten Sekadau penyakit utama yang sering menyerang meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, dehidrasi, iritasi kulit atau mata kering, serta demam berdarah dengue (DBD) akibat perubahan penampungan air," katanya.

Dikatakan dia lagi,jenis penyakit yang rentan pada musim kemarau adalah ISPA dan Flu: akibat debu  yang beterbangan dan udara kering memicu batuk, pilek, serta radang tenggorokan.

Sedangkan penyakit lainnya, yakni penyakit Diare akibat krisis air bersih, akibat kebersihan makanan dan minuman menurun, memudahkan bakteri menyerang perut.

Kemudian Dehidrasi dan Heatstroke akibat suhu panas yang ekstrem memicu kekurangan cairan tubuh serta sengatan panas yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Kemudian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) biasa penyakit ini muncul dari air, pada musim kemarau warga sering menampung air di wadah terbuka saat krisis air, wadah penampungan air akan menjadi sarang nyamuk. 

Sakit mata dan penyakit kulit akibat debu jalanan yang bisa memicu iritasi mata,dengan gejala gatal atau esksim pada kulit kering.

Sedangkan, kelompok yang paling rentan terkena adalah, anak-anak, Lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis. Mereka ini yang paling beresiko terpapar saat musim kemarau.

Maka dari itu agar terhindar sebaiknya, gunakan masker jika beraktifitas diluar ruangan, atau saat mengunakan sepeda motor, kemudian mengurangi kegiatan diluar rumah.

"Menutup pintu dan jendela, agar debu tidak masuk ke dalam rumah, terutama asap bekas Bakaran,"ingatnya.

Saat ını pihaknya terus melakukan komunikasi dengan pihak Puskesmas dan layanan kesehatan lainnya, untuk tetap siaga menghadapi peningkatan kasus ISPA selama musim kemarau (tar/man).


Posting Limbah PT.MPL,Warga Nanga Gonis Minta Maaf, Simak Inı Kata Plt Kadis LH.

 

Berfoto bersama usai acara konferensi pers dengan awak media, paling kiri Sukardi,dua dari kiri Nainggolan Parhusip,tiga dari kiri awak media, empat dari kiri Herijo,Lima darai kiri Syahdi Saputra, paling kanan Anong (foto Rahman).
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Syahdi Saputra salah seorang warga Dusun Nanga Gonis Desa Merapi kecamatan Sekadau Hilir menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media online terkait postingannya mengenai limbah PT.MPL yang mencemari Sungai Nanga Gonis yang beredar di media sosial Facebook miliknya &  di grup Sekadau Informasi pada tanggal 28 Agustus 2026 adalah keliru. Saat memposting di media sosial dirinya mengaku emosi karena sebelumnya memposting video tersebut dirinya sempat berkomunikasi dengan para tokoh masyarakat. Namun tidak ada yang perduli.

"Waktu memposting saya emosi karena para tokoh dan pengurus kampung tidak memberikan jawaban yang memuaskan kepada dirinya dan tidak adanya transparansi & kurangnya sosialisasi kepada masyarakat khususnya di Dusun Nanga Gonis," katanya kepada awak media ını, Sabtu (12/09/2026) di salah satu warkop komplek pasar baru Sekadau. "Saya merasa kesal karena selama ini tidak ada sosialisasi & pemahaman kepada kami & juga sempat ada penolakan terhadap aspirasi kami seperti meminta untuk dibantu kepada pihak perusahaan agar dapat bekerja. Ujarnya"

Ia mengaku tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan Izin AMDAL, setelah dijelaskan oleh Humas PT.MPL barulah ia mengerti, dan langsung meminta maaf atas kekeliruan tersebut dan meminta untuk tidak melanjutkan proses yang sudah berjalan. Ia berjanji kedepan hal ını seperti ini tidak terulang lagi.

"Untuk itu saya mohon maaf kepada Management PT MPL, Pihak APH & Dinas LH serta seluruh lapisan masyarakat kabupaten Sekadau atas kekeliruan ını ," ucapnya.

Sementara itu Herijo salah seorang masyarakat Dusun Nanga Gonis yang turut hadir kepada media juga mengatakan hal yang sama, ia menyarankan agar masalah tersebut diselesaikan secara damai dengan pihak perusahaan. Ia berharap agar kedepannya hal-hal seperti ını tidak terjadi lagi.

"Semoga kedepannya hal-hal seperti ını tidak terjadi lagi dan permasalahan ini tidak semakin panjang karena selama ini PT. MPL juga banyak memberikan manfaat positif khususnya bagi warga Dusun Nanga Gonis," harapnya.

Sementara itu, ditempat yang sama Anong Covin salah seorang tokoh masyarakat Dusun Nanga Gonis,juga menyampaikan hal yang sama. 

Bahwa ketika melihat ikan mati Sahdi langsung posting karena emosi sesaat. Hal ini bisa jadi pelajaran kedepannya bagi saudara Syahdi Saputra agar lebih hati-hati ketika bermedia sosial apalagi postingan tersebut sudah membuat heboh & repot banyak kalangan.

"Untuk saya menyarankan agar kedua belah pihak yakni saudara Syahdi Saputra dan pihak Manajemen perusahaan PT. MPL berdamai saja agar permasalahan ini tidak berlarut-larut dan juga hubungan baik yang selama ini terjalin antara perusahaan & masyarakat Dusun Nanga Gonis tetap terjaga," katanya.

Sementara itu,Sukardi salah satu tokoh masyarakat Dusun Nanga Gonis kepada media ını juga mengatakan,karena masalah tersebut sudah terjadi, maka ia menyarankan agar melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan supaya ada solusi berdamai, karena mungkin apa yang dilakukan oleh saudara Syahdi Saputra adalah hilaf semata & berdampak besar ditengah-tengah masyarakat hingga menimbulkan banyak opini.

Kedepannya, ia meminta agar hal-hal seperti ını tidak terjadi lagi, jika ada sesuatu sebaiknya lakukan komunikasi dengan dulu dengan pihak perusahaan.

"Kedepan jika ada masalah sebaiknya komunikasikan dengan perusahaan agar tidak menimbulkan kekeliruan," sarannya.

Sementara itu Nainggolan Parhusip Humas PT MPL pada berita sebelumnya mengatakan, bahwa tudingan tersebut tidak berdasar, karena berdasarkan dokumen Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) pipa buangan yang dialirkan adalah dari air limbah dari kolam terakhir yakni kolam 9.

Namun yang jadi pertanyaan, kenapa ada pihak yang sengaja menuding seperti agak memaksa, seolah-olah pihak MPL harus mengakui bahwa air keruh dan ikan mati tersebut berasal dari Limbah pabrik PT.MPL yang illegal & bocor.

Kami dari pihak MPL tidak merasa ada Limbah yang bocor, karena ada rasa penasaran itu yang membuat pihak kami menelusuri satu- persatu jalur sungai yang mengalir ke Sungai Nanga Gonis, dari mana asal air keruh tersebut. 

"Akhirnya ketemu, dan memang air keruh tersebut ada keluar dari Sungai Semaja yang bertemu dengan Sungai Nanga Gonis tempat integ pipa pembuangan kolam 9 milik PT. MPL," katanya.

Artinya, penyebab ikan mati seperti yang diberitakan oleh sejumlah media itu karena ada penyebab lainnya.

Ia mengaku, posting tersebut menyebabkan publik heboh dan banyak opini yang beredar dimasyarakat, namun karena pelaku sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Management MPL,kita maafkan dan berharap ada titik terang & penyelesaian yang tenang.

Mereka hanya belum mengerti apa yang dimaksud dengan Dokumen Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) yang sudah dikantongi oleh pihak PT.MPL dari Pemerintah Provinsi melalui Dinas Lingkungan Hidup.

"Sebab apa yang dilakukan oleh pihak manajemen PT.MPL terhadap limbah Pabrik Kelapa Sawit sudah sesuai dengan petunjuk dari dokumen tersebut," katanya.

Sementara itu Plt kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Sekadau Apeng Petrus, mengatakan, untuk masyarakat ketika ada kejadian yang tidak dipahami oleh masyarakat awam di sekitar Perusahaan, sebaiknya  berkoordinasi langsung dengan pihak perusahaan.

"Jangan langsung memvonis secara sepihak tanpa diketahui apakah statement tersebut benar atau tidak secara hukum," sarannya.

Atas kejadian ini ia mengharapkan agar seluruh elemen serta stakeholder yang ada,mari kita bersama-sama mendukung keberadaan investor yang ada di kabupaten dan investor yang menanamkan modalnya di kecamatan dan desa kita.

Karena menurut dia, yang perlu kita sadari, bahwa dengan banyaknya investor di wilayah kita,tentu akan memberikan dampak yang sangat baik bagi wilayah kita, baik dari sisi penyediaan lapangan kerja untuk saudara-saudara kita, bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi, UMKM di wilayah sekitar investor bisa jalan, semua ını tujuannya adalah untuk membantu masyarakat kita para petani mandiri dalam pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa Sawit.

"Di sisi lain hadirnya investor juga dapat meningkatan pajak daerah dan masih banyak lagi manfaat yang kita rasakan dengan hadirnya investigasi di wilayah kita,"pungkasnya Apeng (tar/man).

Terbawa Emosi, Warga Gonis Pemosting Tuduhan Dugaan Limbah PT. MPL Minta Maaf

 

P Nainggolan Humas MPL Pakai paling kiri dan Syahdi Saputra paling kanan pakai baju Coklat saat berjabat tangan terkait permintaan maaf soal postingan Limbah beberapa waktu lalu.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Syahdi Saputra salah seorang warga Dusun Nanga Gonis Desa Merapi kecamatan Sekadau Hilir menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media online terkait postingannya mengenai limbah PT.MPL yang mencemari Sungai Nanga Gonis yang beredar di media sosial Facebook miliknya dan di grup Sekadau Informasi pada tanggal 28 Agustus 2026 adalah keliru. Saat memposting di media sosial dirinya mengaku emosi karena sebelum memposting video tersebut,dirinya sempat berkomunikasi dengan para tokoh masyarakat. Namun tidak ada yang perduli.

"Waktu memposting saya emosi karena para tokoh dan pengurus kampung tidak memberikan jawaban yang memuaskan kepada dirinya dan tidak adanya transparansi & kurangnya sosialisasi kepada masyarakat khususnya di Dusun Nanga Gonis," katanya kepada awak media ını, Sabtu (12/09/2026) di salah satu warkop komplek pasar baru Sekadau. 

"Saya merasa kesal karena selama ini tidak ada sosialisasi & pemahaman kepada kami & juga sempat ada penolakan terhadap aspirasi kami seperti meminta untuk dibantu kepada pihak perusahaan agar dapat bekerja," ujarnya.

Ia mengaku tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan Izin AMDAL, setelah dijelaskan oleh Humas PT.MPL barulah ia mengerti, dan langsung meminta maaf atas kekeliruan tersebut dan meminta untuk tidak melanjutkan proses yang sudah berjalan. Ia berjanji kedepan hal ını seperti ini tidak terulang lagi.

"Untuk itu saya mohon maaf kepada Management PT MPL, pihak Aparat Penegak Hukum dan Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Sekadau,serta seluruh lapisan masyarakat kabupaten Sekadau atas kekeliruan ını,"capnya.

Sementara itu Herijo salah seorang masyarakat Dusun Nanga Gonis yang turut hadir kepada media ını juga mengatakan hal yang sama, ia menyarankan agar masalah tersebut diselesaikan secara damai dengan pihak perusahaan. Ia berharap agar kedepannya hal-hal seperti ını tidak terjadi lagi.

"Semoga kedepannya hal-hal seperti ını tidak terjadi lagi dan permasalahan ini tidak semakin panjang karena selama ini PT. MPL juga banyak memberikan manfaat positif khususnya bagi warga Dusun Nanga Gonis," katanya.

Sementara itu, ditempat yang sama Anong Covin salah seorang tokoh masyarakat Dusun Nanga Gonis,juga sependapat dengan Herijo.

Bahwa ketika melihat ikan mati ia langsung posting karena emosi sesaat. Hal ini bisa jadi pelajaran kedepannya bagi saudara Syahdi Saputra, agar lebih hati-hati ketika bermedia sosial apalagi postingan tersebut sudah membuat heboh dan repot banyak kalangan.

"Untuk saya menyarankan agar kedua belah pihak yakni saudara Syahdi Saputra dan pihak Manajemen perusahaan PT. MPL berdamai saja agar permasalahan ini tidak berlarut-larut dan juga hubungan baik yang selama ini terjalin antara perusahaan dN masyarakat Dusun Nanga Gonis tetap terjaga," katanya.

Sementara itu,Sukardi salah satu tokoh masyarakat Dusun Nanga Gonis kepada media ını juga mengatakan,karena masalah tersebut sudah terjadi, maka ia menyarankan agar melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan supaya ada solusi berdamai, karena mungkin apa yang dilakukan oleh saudara Syahdi Saputra adalah hilaf semata namun berdampak besar, dN membuat heboh ditengah-tengah masyarakat sehingga memunculkan banyak opini.

Kedepannya, ia meminta agar hal-hal seperti ını tidak terjadi lagi, jika ada sesuatu sebaiknya lakukan komunikasi dengan dulu dengan pihak perusahaan.

"Kedepan jika ada masalah sebaiknya komunikasikan dengan perusahaan agar tidak menimbulkan kekeliruan," sarannya.

Sementara itu Nainggolan Parhusip Humas PT MPL pada berita sebelumnya mengatakan, bahwa tudingan tersebut tidak berdasar, karena berdasarkan dokumen Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) pipa buangan yang dialirkan adalah dari air limbah dari kolam terakhir yakni kolam 9.

Namun yang jadi pertanyaan, kenapa ada pihak yang sengaja menuding seperti agak memaksa, seolah-olah pihak MPL harus mengakui bahwa air keruh dan ikan mati tersebut berasal dari Limbah pabrik PT.MPL yang illegal & bocor.

Kami dari pihak MPL tidak merasa ada Limbah yang bocor, karena ada rasa penasaran itu yang membuat pihak kami menelusuri satu- persatu jalur sungai yang mengalir ke Sungai Nanga Gonis, dari mana asal air keruh tersebut. 

"Akhirnya ketemu, dan memang air keruh tersebut ada keluar dari Sungai Semaja yang bertemu dengan Sungai Nanga Gonis tempat integ pipa pembuangan kolam 9 milik PT. MPL," katanya.

Artinya, penyebab ikan mati seperti yang diberitakan oleh sejumlah media itu karena ada penyebab lainnya.

Ia mengaku, posting tersebut menyebabkan publik heboh dan banyak opini yang beredar dimasyarakat, namun karena pelaku sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Management MPL,kita maafkan dan berharap ada titik terang dan penyelesaian yang tenang.

Mereka hanya belum mengerti apa yang dimaksud dengan Dokumen Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) yang sudah dikantongi oleh pihak PT.MPL dari Pemerintah Provinsi melalui Dinas Lingkungan Hidup.

"Sebab apa yang dilakukan oleh pihak manajemen PT.MPL terhadap limbah Pabrik Kelapa Sawit sudah sesuai dengan petunjuk dari dokumen tersebut," katanya(tar/man).

Sabtu, September 12, 2026

Dampingi BPK RI Cek Tongkang Kandas, Kadis Perindag Sebut ini

 

Berfoto bersama di Tongkang yang kandas didasar sungai Sekadau bersama tim BPK RI dan Kadis Perindag, Kabag Ekonomi, dan Inspektur,. Sabtu (12/09/2026) pagi.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja kabupaten Sekadau Novita bersama kepala Bagian Ekonom serta kepala Infektorat kabupaten Sekadau mendampingi tim dari Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Kalimantan Barat untuk melakukan pemeriksaan terhadap keadaan fisik Tongkang yang bermuatan Kernel Kepala Sawit kandas di dasar Sungai Kapuas wilayah Desa Tanjung RT Sungai Raya,.akibat mengeringnya Air sungai akibat kemarau, Sabtu (12/09/2026) pagi.
Melihat kondisi Tongkang tersebut,. bahwa memang tidak mengalami kerusakan fisik tetapi hanya kandas karena sungai mengering.
"Jika melihat posisi tongkang dan motor pendorong memang tidak mengalami kerusakan, tapi murni hanya kandas," katanya.
Selain melakukan pengecekan pada Tongkang lanjut dia, tim juga melakukan pengecekan terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan sejumlah agen Liquefied Petroleum Gas  (LPG) yang ada di kabupaten Sekadau.
Pengecekan sejumlah SPBU dan agen LPG dilakukan secara rutin, untuk memastikan pelayanan terhadap konsumen yang ada di Sekadau.
"Apabila ada agen LPG dan SPBU yang menyimpang dari aturan tentu konsekuensinya akan ada sanksi," katanya.
Puji Tuhan, selama pengecekan semuah berjalan baik dan lancar, dan mudah-mudahan pelayanan SPBU dan agen LPG semakin baik," soalnya (tar/man).