Buka Sosialisasi Aboh Sekolah, Aron Sebut Pendidikan Adalah Investasi Jangka Panjang
.
Dalam sambutannya Bupati mengatakan, bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk membangun masa depan bangsa. Pendidikan kata dia,dimulai pada usia dini, persiapkan anak untuk memasuki pendidikan dasar, sebagai dasar untuk membangun sebuah pondasi dengan gerakan aboh sekolah.
"Kita harus bersama optimalkan gerakan ını, dan saya berharap agar para Kepala Desa yang hadir dan bunda PAUD untuk mengisi kegiatan sosialisasi ını dengan baik dan sampai selesai," pesannya.
Menurut dia, Program Wajib Belajar 13 Tahun adalah kebijakan pemerintah Indonesia yang memperluas masa wajib belajar dari sebelumnya 12 tahun menjadi 13 tahun, mulai tahun ajaran 2025/2026.
Dari wajib belajar 13 mencakup 1 Tahun Prasekolah yakni pendidikan Anak Usia Dini PAUD,TK, Raudatul Athfal untuk anak usia 5–6 tahun sebagai fondasi masa kemasan (golden age). Kemudian naik ke jenjang Sekolah Dasar (SD/MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs) dan 3 Tahun Pendidikan Menengah Jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK/MA).
Selain itu lanjut dia,tujuan dan fokus utama program untuk wajib belajar memang diimplementasikan dengan Aboh Sekolah dengan maksud agar ada pemerataan akses dan untuk memastikan setiap anak memperoleh layanan pendidikan bermutu dan berkelanjutan sejak usia dini tanpa terkendala ekonomi atau wilayah.
Dengan cara penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan mengurangi angka anak putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan.
Tujuan dari PAUD adalah untuk mengintegrasikan pendekatan secara Holistik Integratif serta pembiasaan karakter positif melalui program seperti 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (AIH) disiplin belajar, membaca, empati, olahraga, berpikir kritis, menghargai keberagaman, dan keterampilan sosial.
"Mari kita gaungkan program Aboh Sekolah bagi masyarakat kabupaten Sekadau, karena persiapan SDM sangat penting demi tercapainya Sekadau yang maju kedepannya," ajaknya.
Ditempat yang sama dalam sambutannya Bunda PAUD kabupaten Sekadau Ny, Magdalena Susilawati Aron, SP.M.AP mengatakan sejatinya pendidikan anak bukan hanya pandai membaca tetapi lebih kepada karekteristik seorang anak, kendati membaca juga sangat penting karena kunci ilmu dan cara mendapatkan adalah dengan membacakan.
"Kita berharap anak-anak PAUD masuk sekolah dasar harus sudah lancar membaca dengan karekteristik yang baik pula," ujarnya.
Ia berharap agar Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau untuk terus mendorong gerakan Aboh Sekolah bagi anak-anak kabupaten Sekadau. Hal ını memerlukan dukungan semua pihak termasuk para Kades sebagai unjuk tombak Pemerintah terkecil, tugas ını adalah tugas yang harus kita embankan bersama.
"Aboh satukan langkah Aboh satukan kepedulian, ayo bersama optimalkan harapan dengan bersekolah," ajaknya.
Sementara itu kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan kabupaten Sekadau Fran Dawal dalam paparannya mengatakan, pihaknya terus berusaha untuk memperkuat gerakan Aboh Sekolah pada setiap momentum kegiatan dinas. Hal ını kami lakukan sebagai sosialisasi kepada para orang tua, tujuannya supaya gerakan Aboh Sekolah ini tersampaikan dengan baik pada orang tua.
Sehingga mereka mengerti maksud dan tujuan untuk gerakan ini di canangkan oleh Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau.
"Perkuat gerakan aboh sekolah,Ayo bersama optimal kan harapan dengan bersekolah," katanya.
Hadir pada kegiatan tersebut, Wakil ketua DPRD Jefray Raja Tugam, perwakilan dari Polres Sekadau oleh kasat Lantas Sudarsono, Kadis Kesehatan Henry Alpius, Kadis Pemerintah Desa Sabas,S.Ip. camat Sekadau hilir Gustiar Indarto, Camat Sekadau Hulu Fransisco Uwardianus, Camar Belitang Hulu Logos, Camat Nanga Taman Robertus Robby, Camat Mahap Franseda, camat Belitang, Camat Belitang Hilir, para Kades serta para undangan lainnya (tar/man).









