Berita Faktapagi.com hari ini

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Sabtu, September 12, 2026

Dampingi BPK RI Cek Tongkang Kandas, Kadis Perindag Sebut ini

 

Berfoto bersama di Tongkang yang kandas didasar sungai Sekadau bersama tim BPK RI dan Kadis Perindag, Kabag Ekonomi, dan Inspektur,. Sabtu (12/09/2026) pagi.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja kabupaten Sekadau Novita bersama kepala Bagian Ekonom serta kepala Infektorat kabupaten Sekadau mendampingi tim dari Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Kalimantan Barat untuk melakukan pemeriksaan terhadap keadaan fisik Tongkang yang bermuatan Kernel Kepala Sawit kandas di dasar Sungai Kapuas wilayah Desa Tanjung RT Sungai Raya,.akibat mengeringnya Air sungai akibat kemarau, Sabtu (12/09/2026) pagi.
Melihat kondisi Tongkang tersebut,. bahwa memang tidak mengalami kerusakan fisik tetapi hanya kandas karena sungai mengering.
"Jika melihat posisi tongkang dan motor pendorong memang tidak mengalami kerusakan, tapi murni hanya kandas," katanya.
Selain melakukan pengecekan pada Tongkang lanjut dia, tim juga melakukan pengecekan terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan sejumlah agen Liquefied Petroleum Gas  (LPG) yang ada di kabupaten Sekadau.
Pengecekan sejumlah SPBU dan agen LPG dilakukan secara rutin, untuk memastikan pelayanan terhadap konsumen yang ada di Sekadau.
"Apabila ada agen LPG dan SPBU yang menyimpang dari aturan tentu konsekuensinya akan ada sanksi," katanya.
Puji Tuhan, selama pengecekan semuah berjalan baik dan lancar, dan mudah-mudahan pelayanan SPBU dan agen LPG semakin baik," soalnya (tar/man).

Kabut Asap Kembali Melonjak, Sekolah Masih Belajar Daring

Aron,SH.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Bupati Sekadau Aron, SH mengatakan, bahwa melihat perkembangan lonjakan kabut Asap yang terjadi secara tiba-tiba di wilayah kabupaten Sekadau, maka ia meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati. Gunakan masker saat keluar rumah atau bekerja,.batasi aktivitas diluar rumah jika tidak terlalu urgensi, jika terpapar ISPA sebaiknya segera berobat ke rumah sakit maupun ke Puskesmas-Puskesmas terdekat.

Ia juga menyarankan agar kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk kembali meninjau kondisi asap bersama instansi terkait, sejauh mana berbahayanya saat ını.

"Kalau memang terlalu berbahaya sebaiknya sekolah dilanjutkan dengan belajar secara Daring dari rumah," katanya kepada awak media ını belum lama ını.

Terus terang kata dia, Kabut Asap yang melanda sejumlah wilayah kabupaten Sekadau, bukan berasal dari kebakaran dari Sekadau. Karena beberapa hari ını berdasarkan laporan dari BPBD kabupaten Sekadau titik Api memang berkurang.

"Jika ada titik Api, tapi masih terkendali, artinya bisa dipadamkan dan tidak merambah ke wilayah hutan," katanya

Menurut dia, kemarau yang berkepanjangan saat ını sudah terasa sekali, Harga TBS sudah mulai turun, bahkan ada beberapa perusahaan yang menghentikan pembelian TBS untuk sementara. Hal bisa jadi pemicu keresahan masyarakat dan perekonomian masyarakat. 

Namun, kita sudah menyarankan agar pihak perusahaan bisa berusaha untuk membeli TBS petani.

"Mudah-mudahan keadaan nin segera berakhir, dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa," doanya (tar/man).


Jumat, September 11, 2026

Kondisi Kemarau Panjang, Simak Inı Beberapa Kendala Perusahaan Tak Trima TBS

 

Berfoto bersama usai kegiatan rapat usulan Indeks Proporsi "K" yang bersama 8 PKS bersama Dinas terkait, Jumat (11/00/2026) di aula kantor DKPPP.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan dan Peternakan (DKPPP) kabupaten Sekadau melalui bidang perkebunan secara rutin melakukan verifikasi usulan indeks proporsi "K" terhadap 9 Pabrik pengolahan kelapa Sawit. Kegiatan tersebut sebagai agenda rutin bersama setiap bulan, Jumat (11/09/2026).di Aula kantor DKPP kabupaten Sekadau kompleks kantor Bupati Sekadau.

Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Ifan Nurpatria dalam arahannya menyampaikan, bahwa rapat verifikasi kita hari ini akan membahas usulan indeks proporsi "K" dari sejumlah PkS yang ada di kabupaten Sekadau,untuk selanjutnya usulan tersebut di teruskan ke Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat sebagai bahan untuk menetapkan harga TBS periode kedua bulan September 2026.

"Usulan tersebut akan diteruskan ke Dinas Ke Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat," kata Ifan.

Ia menambahkan, melihat situasi kemarau yang masih berkepanjangan saat ini ia meminta informasi terkait situasi kemampuan perusahaan untuk mengolah Tandan Buah Segar (TBS) masing-masing Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

"Sampaikan secara lisan maupun tertulis kepada kami, agar kami bisa mengambil langkah terkait masalah TBS," pintanya.

Sementara itu ditempat yang sama Antonius Perwakilan dari PKS PT.Grand Utama Mandiri (GUM)menjelaskan bahwa untuk indeks proporsi "K" masih mengalami kenaikan karena nilai jual CPO masih tinggi.

 Namun kata dia lagi, situasi di lapangan berbeda karena beberapa kendala terutama, yakni kendala angkutan Crude Palm Oil (CPO)karena kemarau yang masih berlangsung menjadi pemicu naiknya biaya angkut CPO.

"Karena kondisi kemarau berkepanjangan, menjadi pemicu naiknya biaya angkut CPO," katanya.

Menurut dia, sejak tanggal 3 September lalu kita sudah tidak menerima buah/TBS petani non mitra.

Dengan situasi ini, management kami sedang mempertimbangkan untuk mencari pabrik lain yang bisa menampung TBS inti. 

Dikatakan dia, saat ini perusahaan mengalami tiga kendala utama yaitu 

pertama kendaraan untuk mengangkut CPO ke pelabuhan sangat minim. Semene tangki timbun CPO penuh, dan dan biaya angkut mahal jika mengundang mobil tangki.

Berdasarkan situasi lapangan saat ini jika tidak ada pengangkatan CPO maka kemampuan daya tampung tangki  timbun hanya bisa menampung 6-7 hari kedepan.

Berikut Daftar pabrik yang sudah tutup operasi mulai hari ini 10 September 2026.

1.. PHS tengki timbun penuh.

2. APL tengki timbun penuh

3. MJP tidak ada air untuk untuk pengolah.

Sedangkan yang melakukan pembatasan penerimaan TBS

1. PT.TBSM saat ini sampai 10 hari kedepan masih menerima TBS petani di wilayah sekitar kebun. 

Sedangkan untuk TBS  eksternal sudah di tutup mulai 24/8/2026 lalu.

2. PT. Parna Agromas saat ini telah melakukan pembatasan dengan hanya menerima TBS inti dan 2 koprasi yang sudah bermitra.

3. PT. Grand Utama Mandiri hanya menerima TBS inti dan petani mitra dengan kuota 150 ton/hari dan untuk pihak ke tiga untuk sementara off.

4. PT. KSP Agro saat ini hanya menerima TBS inti dan petani mitra dengan kuota maksimal 150 ton/hari

5. PT. Agro Andalan hanya menerima TBS inti dan kelompok tani/koperasi yang sudah bermitra.

6. PT.SML atau Gunas group sudah melakukan pembatasan dengan tidak menerima TBS eksternal dan hanya  membeli TBS dari petani di wilayah desa setempat dengan kuota maksimal 400 ton/hari.

Sebagai informasi jika situasi cuaca sudah normal pembelian TBS petani akan diberlakukan secara normal (tar/man).

Lonjakan Kabut Asap,Dinkes Ingatkan Waspada Dan Gunakan Masker

 

Henry Alpius.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas PP dan KB) Kabupaten Sekadau Henry Alpius, meminta agar masyarakat waspada terhadap lonjakan Kabut Asap serta cuaca ekstrim saat ını. Karena musim kemarau sangat rentan memicu berbagai gangguan kesehatan akibat cuaca panas, debu, dan krisis air bersih. 

"Saat ını kabut Asap tiba-tiba melonjak, meksipun asal Asap dari kebakaran wilayah lain, tapi kita tetap harus waspada," katanya kepada media ini, Jumat (11/09/2026) melalui pesan singkat.

Menurut dia, penyakit utama yang sering menyerang meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, dehidrasi, iritasi kulit atau mata kering, serta demam berdarah dengue (DBD) akibat perubahan penampungan air," katanya beberapa waktu lalu kepada media ını.

Dikatakan dia lagi,jenis penyakit yang rentan pada musim kemarau adalah ISPA dan Flu: akibat debu  yang beterbangan dan udara kering memicu batuk, pilek, serta radang tenggorokan.

Sedangkan penyakit lainnya, yakni penyakit Diare akibat krisis air bersih, akibat kebersihan makanan dan minuman menurun, memudahkan bakteri menyerang perut.

Kemudian Dehidrasi dan Heatstroke akibat suhu panas yang ekstrem memicu kekurangan cairan tubuh serta sengatan panas yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Kemudian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) biasa penyakit ini muncul dari air, pada musim kemarau warga sering menampung air di wadah terbuka saat krisis air, wadah penampungan air akan menjadi sarang nyamuk. 

Sakit mata dan penyakit kulit akibat debu jalanan yang bisa memicu iritasi mata,dengan gejala gatal atau esksim pada kulit kering.

Sedangkan,kelompok yang paling rentan terkena adalah, anak-anak, Lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis. Mereka ini yang paling beresiko terpapar saat musim kemarau.

Maka dari itu agar terhindar sebaiknya, gunakan Masker jika beraktifitas diluar ruangan, atau saat mengunakan sepeda motor, kemudian mengurangi kegiatan diluar rumah.

"Menutup pintu dan jendela, agar debu tidak masuk ke dalam rumah, terutama asap bekas Bakaran,"ingatnya.

Saat ını pihaknya terus melakukan komunikasi dengan pihak Puskesmas dan layanan kesehatan lainnya, untuk tetap siaga menghadapi peningkatan kasus ISPA selama musim kemarau (tar/man).




Temui Pelanggan PDAM, Tidak Ada Keluhan Pelayanan Saat Kemarau

 

Data ikut AI.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Sirin Meragun milik Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau,kini menjadi satu-satunya tumpuan kebutuhan akan air masyarakat Sekadau. Apalagi disaat musim kemarau yang berkepanjangan. Bagaimana tidak, disaat semua kabupaten mengeluh kekurangan pasokan air, Sekadau masih tenang-tenang saja lantaran di topang oleh Air Sirin Meragun.

Untuk mengecek apakah pelanggan benar-benar merasakan dampak pelayanan dari PDAM, tim media ını bersama rekannya melakukan survei langsung ketemu pelanggan dari Selalong I sampai Nanga Taman.

"Selama kemarau pelayanan Air aman-aman saja, siang malam ngalir," kata Susi warga kecamatan Nanga Taman kepada media ını, Kamis (10/09/2026).

Menurut dia, tidak ada kendala pelayanan selama musim kemarau, semuanya baik-baik saja. Sementara itu Lukas warga Dusun Pak Lima atau Selalong I, ia juga mengatakan hal yang sama. "Selama ını pelayanan PDAM baik-baik saja lancar dan aman," ujarnya.

Sementara itu,Terman ketua RT 05 Dusun Kemantan Desa Selalong atau Selalong II juga mengatakan hal yang.

"Selama kemarau hampir 2 bulan pelayanan PDAM sangat baik dan lancar, siang malam air nonstop ngalir," ujarnya.

Kemudian awak media ini terus menyusuri Dusun Sejirak bertanya dengan Andi,Dusun Lamau bertanya dengan Niko wilayah Desa Perongkan keduanya mengatakan hal yang sama,. termasuk Leo warga kecamatan Sekadau Hulu atau Rawak.

"Air mengalir selama 24 jam non-stop, baik musim kemarau maupun saat cuaca normal, jadi memang tidak pernah macet," katanya.

Jika melihat hasil penelusuran ini,kita bisa menyimpulkan, bahwa memang pelayanan Perumda Sirin Meragun selalu baik dan memperhatikan kebutuhan pelanggan, karena selama 24 jam kondisi Air tetap normal

Sementara itu Yok Kelak,Direktur Perumda Sirin Meragun dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya selalu ingin memberikan yang terbaik bagi pelanggan. Sebab, pelanggan adalah segalanya. 

"Tanpa mereka kita juga tidak bisa membiayai semua oprasional PDAM," katanya (tar).


Kamis, September 10, 2026

Pimpin Apel Siaga Karhutla MPE Group, Camat Minta Agar Personil Selalu Siaga

Berfoto bersama usai acara Apel siaga Karhutla oleh PT.MPE Group dan sejumlah pihak terkait, Kamis (10/09/2026) di halaman kantor devisi yang I PT MPE di Tapang Semadak.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Untuk mencegah serta menanggulangi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) PT.MPE,PT.APL dan PT.PHS mengelar Apel siaga gabungan dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan Karhutla tahun 2026. Apel Siaga tersebut dipimpin oleh Camat Sekadau Hilir, Gustiar Indarto Kamis (10/09/2026) pagi di kantor Divisi I PT.MPE di Desa Tapang Semadak kecamatan Sekadau Hilir kabupaten Sekadau.

Dalam arahannya, Gustiar Indarto mengatakan,sampai saat ini curah hujan di kabupaten Sekadau belum merata. Bahkan belum terlihat ada hujan yang deras.

"Maka apel siaga ini menjadi sangat penting untuk kesiapsiagaan penanggulangan Karhutla,"kata Camat.

Dikatakan dia,hingga saat ini titik Hotspot di kabupaten Sekadau  masih ada. Kendati sangat rendah dan terkendali.

Namun, Apel siaga hari ini hanya untuk memastikan kesiapsiagaan dari PT.MPE group untuk menanggulangi  Karhutla di wilayah kerjanya.

Camat juga mengucapkan terimakasih kepada PT.MPE  Group yang telah mempersiapkan diri untuk penanggulangan Karhutla.

Dia berpesan kepada semua pihak agar membentuk posko dan petugas untuk membantu penanganan Karhutla di wilayah masing-masing.

"Saya berharap agar tim penanggulangan Karhutla harus selalu siap siaga jika diperlukan untuk memadamkan Api," katanya.

Dia juga mengucapkan terimakasih  kepada TNI-Polri yang selalu siap menghadapi bencana Karhutla.

"Mudah-mudahan kemarau cepat berlalu dan kita segera di berikan curah hujan,"doanya.

Sementara itu ditempat yang sama Sartijo, Perwakilan management  PT.MPE Group kepada wartawan menyampaikan,bahwa untuk menanggulangi dan pencegahan Karhutla kami sudah sangat siap,mulai dari sarana dan prasarana seperti mobil Tangki Air, mesin dan alat semprot,serta personil.

"Kita sudah sangat siap, untuk mencegah Kebakaran,"ujarnya.

Untuk persiapan sumber air kita sudah siapkan, setiap 500 hektar di kebun kita siapkan satu embung. 

"Sedangkan untuk personil pendukung satu rayon kita siapkan 25 orang,"pungkasnya.

Kegiatan tersebut di hadiri, Camat Sekadau Hilir, Danramil 1204 Sekadau Hilir, Kapolsek Sekadau Hilir, Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Sekadau, Perwakilan dari BPBD, Kepala KPH unit Sekadau, Mangala Agni, kepala Desa Gonis Tekam, kepala Desa Tp.Semadak, dan tim Karhutla PT.MPE, PT.APl, dan PT.PHS serta pimpinan PT.MPE, PT.PHS dan PT.APL (tar/man).

Melalui Sosialisasi, KPKNL Singkawang Perkuat Pemahaman Pemerintah Daerah Terhadap Pengelolaan Piutang dan Lelang BMD

 

Sosialisasi melalui zoom metting yang dilakukan oleh KPKNL Singkawang dengan beberapa Pemerintah Daerah, terkait pengurusan utang-piutang negeri, Kamis (10/09/2026).
SINGKAWANG-FAKTAPAGI.COM.Kantor Pelayanan Kekayaan Negara Dan Lelang (KPKNL) Singkawang mengelar kegiatan sosialisasi, pada sosialisasi tersebut mengangkat dua topik penting, yakni Pengurusan Piutang Negara/Daerah serta Proses dan Mekanisme Pelaksanaan Lelang Barang Milik Daerah (BMD). Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Microsoft Teams dan diikuti oleh perwakilan pemerintah daerah serta RSUD di wilayah kerja KPKNL Singkawang," Kamis (10/09/2026) di Singkawang.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala KPKNL Singkawang, dalam sambutannya ia menyampaikan, pentingnya sinergi dan pemahaman bersama dalam mendukung pengelolaan piutang dan BMD yang tertib, optimal, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KPKNL Singkawang dalam meningkatkan pemahaman dan memberikan pembinaan kepada pemerintah daerah, khususnya dalam memastikan pengelolaan piutang dan BMD dapat dilaksanakan secara tertib, optimal, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pada sesi pertama, Kepala Seksi Piutang Negara KPKNL Singkawang menyampaikan materi mengenai pengurusan Piutang Negara/Daerah. Peserta memperoleh pemahaman mengenai proses dan mekanisme pengurusan piutang, termasuk langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam penyelesaian piutang daerah yang telah memenuhi ketentuan untuk diserahkan pengurusannya kepada KPKNL.

Pembahasan juga menjadi ruang bagi peserta untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi dalam pengelolaan dan penyelesaian piutang serta memperoleh alternatif penyelesaian sesuai ketentuan.

Sesi berikutnya dilanjutkan dengan Sosialisasi Proses dan Mekansime Pelaksanaan Lelang Barang Milik Daerah (BMD). 

Materi disampaikan oleh Pelelang KPKNL Singkawang. Materi mencakup tahapan pelaksanaan lelang BMD, mulai dari  latar belakang pengelolaan BMD, definisi lelang, persiapan dan kelengkapan dokumen, hingga pelaksanaan lelang.

Penjelasan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada pemerintah daerah mengenai mekanisme lelang sebagai salah satu instrumen dalam optimalisasi pengelolaan aset daerah.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi dan pertanyaan yang disampaikan selama kegiatan.

Berbagai hal yang bersifat teknis dan praktis turut dibahas sehingga kegiatan tidak hanya menjadi sarana penyampaian materi, tetapi juga menjadi forum untuk menyamakan persepsi serta mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas di masing-masing instansi. 

Melalui kegiatan ini, KPKNL Singkawang terus mendorong penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan pengelolaan piutang dan BMD yang semakin tertib, efektif, optimal, dan akuntabel (Ega/red).

Pemain Lama Narkoba Di Sekadau NP,.Dan Rekannya Di Ringkus


NP dan DD


SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Satuan Reserse Narkoba Polres Sekadau mengamankan dua pria yang diduga terlibat tindak pidana narkotika. Salah satu dari mereka, berinisial NP (39) diketahui merupakan residivis kasus narkotika dan A (42) diamankan di depan rumah NP di Jalan Merdeka Timur, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Minggu (06/09/2026) malam.

Dari pemeriksaan dan penggeledahan yang dilakukan dengan disaksikan para saksi, polisi menemukan satu buah plastik klip transparan berukuran besar yang di dalamnya berisikan kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 100,04 gram.

Kasat Resnarkoba Polres Sekadau AKP Sagi melalui Plt Kasi Humas Polres Sekadau IPDA Iwan Kurniawan mengatakan, pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang diterima petugas sekitar pukul 15.30 WIB.

"Anggota mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai adanya orang yang diduga menguasai, memiliki atau menyimpan narkotika jenis sabu. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan," kata Iwan dalam keterangannya, Rabu (09/09/2026) melalui pesan WhatsApp.

Penyelidikan kemudian mengarah kepada NP dan AD yang diamankan petugas sekitar pukul 19.00 WIB di depan rumah NP. Keduanya selanjutnya diperiksa dan digeledah dengan disaksikan para saksi.

Selain plastik klip transparan berisi kristal putih yang diduga sabu, petugas mengamankan satu kantong plastik transparan kosong berukuran besar, satu kantong plastik hitam dan satu tas berwarna hitam merek Ripcurl.

Polisi juga menyita satu unit Toyota Avanza Veloz warna hitam beserta kunci kontak serta tiga unit smarpthone merek Samsung.

"Seluruh barang bukti bersama kedua orang tersebut kemudian dibawa dan diamankan ke Mapolres Sekadau untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," ujarnya.

Iwan mengatakan N diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Keduanya kini diamankan di Mapolres Sekadau untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

"Keduanya dipersangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana," ungkapnya.

Iwan mengapresiasi peran masyarakat dalam memberikan informasi kepada kepolisian. Menurutnya, informasi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mengungkap dugaan tindak pidana narkotika.

"Informasi dari masyarakat sangat membantu kepolisian dalam mengungkap kasus narkotika. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Sekadau," pungkasnya

Sesuai informasi yang didapat, ada kabar burung, bahwa dugaan pelaku tidak hanya dua, masih ada satu lagi. Masyarakat meminta aparat untuk mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya siapapun yang terlibat peredarann Narkoba kabupaten Sekadau (sumber humas/red).

Camat Mahap Dan Camat Nanga Taman Setuju Lindungi Sungai Sekotong Dari Aktivitas PETI

Robertus Robby.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Warga di dua Dusun yakni Dusun Pekawai Desa Nanga Suri kecamatan Nanga Mahap dan warga Dusun Kenore meminta camat Nanga Taman dan camat Nanga Mahap untuk hadiri pada pertemuan di kantor Desa Lubuk Tajau dan desa Nanga Suri. Permintaan kehadiran dua kepala wilayah tersebut untuk memperkuat kesepakatan warga untuk menolak aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beroprasi di bantaran sungai Sekotong.Untuk diketahui bahwa sungai Sekotong bermuara ke sungai Mentuka dan sungai Mentuka mengalir ke sungai Sekadau.

Pertemuan tersebut diinisiasi oleh kepala Desa Lubuk Tajau kecamatan Nanga Taman untuk membahas pencemaran air sungai Sekotong akibat aktivitas PETI, oleh beberapa pekerja, pertemuan dilaksanakannya di Dusun Kenore, Senin (07/09/2026) kemarin.

Pada pertemuan tersebut masyarakat kedua Dusun sepakat untuk menjaga agar kondisi air di sungai Sekotong tetap terjaga kelestariannya dan terhindar dari pencemaran,karena Sungai tersebut saat ini masih dimanfaatkan masyarakat sekitarnya sebagai sumber air minum, mandi dan cuci.

Oleh karena itu masyarakat setempat meminta agar para pekerja PEti untuk tidak lagi melakukan aktifitas di sekitar Sungai Sekotong.

Dalam sambutanya Camat Nanga Taman Roberthus Robby, S.Sos, M.E mengatakan, pihaknya menyambut baik kesepakatan warga masyarakat Dusun Kenore Desa Lubuk Tajau Kecamatan Nanga Taman dan warga Dusun Pekawai Desa Nanga Suri Kecamatan Nanga Mahap.

Dirinya sependapat dengan masyarakat di dua Dusun, mereka telah sepakat bahwa tidak boleh lagi ada aktivitas yang merusak sungai tersebut, hal ını demi kebaikan bersama, baik pada saat ini maupun dimasa yang akan datang. 

"Oleh karena itu hal-hal yang sudah disepakati agar menjadi pedoman bersama untuk dilaksanakan”, Kata camat.

Dirinya mengaku menyambut baik dan berterimakasih kepada kepala desa Lubuk Tajau yang telah menginisiasi terlaksananya kesepakatan ini.

Menurut dia, kehadiran Forkompincam dalam pertemuan tersebut untuk menyaksikan kesepakatan. Semoga komitmen bersama ini dapat menjadi dasar untuk hidup yang lebih baik, khususnya untuk menjaga kelestarian lingkungan dan  ketersediaan air minum bagi Masyarakat setempat, baik di Desa Lubuk Tajau maupun  Nanga Suri.

Kegiatan tersebut di hadiri Forkompincam Nanga Mahap, Forkompincam Nanga Taman, kepala desa Lubuk Tajau kecamatan Nanga Taman dan kepala desa Nanga Suri kecamatan Nanga Mahap serta Ketua DAD kecamatan dan tokoh masyarakat lainnya (tar/man).

Rabu, September 09, 2026

Kemarau Panjang, Air PDAM Masih Ngalir Bentuk Nyata Hasil Kerja Pemerintah

Ilustrasi AI.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Di dera Kemarau hampir 2 bulan, masyarakat kabupaten Sekadau masih merasa lega, pasalnya air untuk mandi dan mencuci bahkan minum masih sangat tersedia. Bahkan pelayanan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sirin Meragun masih tetap berjalan baik. Sehingga warga kota Sekadau dan sekitarnya masih terlayaninya dengan baik.

"Selama dua bulan kemarau melanda, Air PDAM dari Sirin Meragun tidak pernah putus, sehingga kami tidak perlu kwatir soal Air selama kemarau," kata Kusvenso kepala Desa Selalong kepada media ını Rabu (09/09/2026) melalui pesan whatsapp.

Menurut dia, sebagai warga kita patut acung jempol dan merasa bersyukur kepada Bupati pertama kabupaten Sekadau yakni Simon Petrus, karena hasil kerja nyata beliau kita tidak kekurangan air. Simon Petrus yang menggagas dan mengeksekusi pembantu PDAM Sirin Meragun. 

Dalam benaknya beliau berpikir jauh kedepan, bahwa sewaktu-waktu masyarakat pasti membutuhkan air bersih.

"Jika tidak ada PDAM Sirin Meragun, entah bagaimana kita menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan saat ını," katanya.

 Dikatakan dia lagi, inilah bentuk dari hasil kerja Pemerintah, selain infrastruktur dan sarana kesehatan, artinya dampaknya terasa apabila kita membutuhkan, tapi kita lupa apabila kita tidak butuh,contoh nyata adalah air PDAM, kabupaten lain sudah hampir menghadapi krisis air bersih,tapi kabupaten Sekadau masih tersedia air bersih yang layak diminum mencuci dan mandi. 

Bahkan kota Pontianak saja sudah susah air selama kemarau,namun kita masih tenang, inilah yang patut kita kenang dan kita syukuri, bahwa Pemerintah Daerah selalu hadir dalam bentuk nyata, dari hasil pembangunan bisa bermanfaat bagi kehidupan masyarakatnya (tar/man).


Sebagai Upaya Preventif,Tim Mabes TNI Perkuat Edukasi Warga Bandan

 

Tim dari Mabes TNI saat menyambangi warga Dusun Bandan Desa Mondi kecamatan Sekadau Hulu, dalam sosialisasi dan edukasi masyarakat terkait bahaya Karhutla, Rabu (09/09/2026) 

SEKADAU HULU-FAKTAPAGI.COM. Dalam upaya memperkuat pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Tim Sosialisasi Karhutla dari Mabes TNI kembali mengelar kegiatan penyuluhan kepada masyarakat di Dusun Bandan, Desa Mondi, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Tim Sosialisasi Karhutla Mabes TNI Brigjen TNI Henry Wijaya. Upaya tersebut sebagai bagian dari langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya serta dampak Karhutla, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas sebagai Peladang.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api.

“Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. 

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api, sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” ujar Brigjen TNI Henry Wijaya.

Sementara itu, Danramil 1204-16/Sekadau Hulu Peltu Bahrun menegaskan,bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan Karhutla.

“Kami mengharapkan masyarakat terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan adanya kerja sama dan kepedulian seluruh pihak, potensi Karhutla dapat kita cegah dan tangani sedini mungkin,” kata Peltu Bahrun.

Kegiatan sosialisasi berlangsung secara komunikatif dengan melibatkan masyarakat Dusun Bandan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pemahaman masyarakat terkait bahaya Karhutla semakin meningkat serta terbangun kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.

Sinergi antara TNI, pemerintah desa dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat langkah pencegahan Karhutla di wilayah Kecamatan Sekadau Hulu, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan bebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kolonel Laut (KH) Khoirul, Letkol Lek Hairudin, Mayor Arh Agus, Danramil 1204-16/Sekadau Hulu Peltu Bahrun beserta anggota, Kepala Desa Mondi beserta staf, serta tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat peladang Dusun Bandan.

Dalam penyampaiannya, Brigjen TNI Henry Wijaya mengajak masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam mencegah terjadinya Karhutla sumber Pendim 1204/Sanggau,/redaksi).

Dalam Hitungan Menit,500 Paket Sembako Operasi Pasar Ludes.

Paket Sembako pada Operasi Pasar di Kabupaten Sekadau dalam rangka menurunkan angka Inflasi,di serbu ibu-ibu. Rabu (09/09/2026). kemarin.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan,Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) melaksanakan program Operasi Pasar Pengendalian Inflasi dengan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau,Rabu (09/09/2026) di pasar Lawang Kuari komplek pasar baru Desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.

Pantauan media ini di lapangan menunjukkan,baru saja dibuka dengan  mengunakan kupon,dalam hitungan menit 500 paket Sengko ludes terjual.

Ketika awak media ını mengkonfirmasi kepada panitia, kenapa barang tidak ada lagi. "habis bang, kami menjual barang mengunakan kupon, yang tidak dapat kupon tidak dapat Sembako,"ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja kabupaten Sekadau Novita, sebelumnya mengatakan,bahwa tujuan dari Operasi Pasar adalah untuk pengendalian inflasi daerah yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau.

"Artinya program ini adalah kerjasama antara Pemprov Kalbar dan Pemda Sekadau,sekaligus dalam rangka kunjungan ketua TP PKK Provinsi ke kabupaten Sekadau,"katanya.

Ia menyebutkan, saat ını pihaknya hanya menyediakan 500 Paket, terdiri dari Gula Pasir, Minyak Goreng dan Beras.

"Satu paket kita bandrol dengan harga Rp 90.000 ribu rupiah dan pembelian mengunakan kupon," katanya.

Salah satu tujuan kegiatan ini kata dia lagi,adalah untuk membantu masyarakat serta menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan pangan pokok di Kabupaten Sekadau (tar/man).

Titik Hotspot Sudah Menurun, BPBD Tetap Lakukan Upaya Preventif

Bayu Suharsono.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Sekadau Bayu Dwi Harsono mengatakan, pertanggal 8 September 2026, titik Hotspot hanya ada 4 titik, 3 titik di kecamatan Nanga Mahap dan 1 titik di kecamatan Nanga Taman. Situasi ini sangat terkendali, artinya kebakaran memang terjadi pada Peladang yang di awasi dan dijaga ketat, sehingga kebakaran tidak meluas.

"Situasi Karhutla terkendali dalam artian, hanya terjadi pada peladang yang diawasi dan dijaga ketat sehingga tidak meluas," katanya melalui pesan WhatsApp Rabu (09/09/2026).

Menurut dia, titik panas dari tanggal 4 sampai tanggal 7 September 2026 menurun dengan rincian tanggal 7 ada 10 titik dan tanggal 8 September kemarin hanya 4 titik.

"Itupun berada di kecamatan tertentu,Nanga Taman dan Nanga Mahap, kemungkinan ada warga yang belum bakar Ladang.

Kendati titik Hotspot turun lanjut dia, pihaknya tetap melakukan sosialisasi agar pembakaran Ladang dapat dilakukan pada saat situasi memungkinkan atau sudah sedikit normal.

Saat ını kita tetap melakukan komunikasi dengan pihak kecamatan, Desa serta pihak perusahaan, TNI -Polri terkait kondisi dilapangan.Apabila ada titik kebakaran lahan atau lahan kita langsung keroyokan, agar sumber Api tidak menyebar. Sebagai upaya tindakan preventif.

"Inilah berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah saat ını, berusaha sekuat tenaga untuk meminimalisir titik Api," kata Bayu.

Pantauan awak media ini di lapangan, menunjukkan, bahwa Asap sudah berkurang, jarak pandang sudah mulai membaik, yang semula hanya sekitar 100 meter. Kini sudah mulai berangsur-angsur normal(tar/man)


Selain Patroli, Tim Dari Koramil Nanga Mahap Berhasil Padamkan Api Di Desa Tembaga

 

Tim sat memadamkan Api di Desa Tembaga kecamatan Nanga Mahap Selasa (09/09/2026) kemarin.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Sebagai upaya untuk mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Koramil 1204-18/Nanga Mahap bersama personel BKO TNI, Polsek Nanga Mahap dan masyarakat secara terus menerus melakukan patroli di wilayah rawan serta menangani titik panas di Desa Tembaga, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Selasa (08/09/2026) kemarin.

Sesuai hasil pantauan di lapangan, menunjukkan ada 2 titik Hotspot di wilayah Desa Tembaga dengan luas lahan terdampak sekitar 1,3 hektare. Kedua titik Api tersebut telah berhasil di padamkan dan dinyatakan padam. Sementara itu, firespot aktif dilaporkan nihil.

Kegiatan penanganan melibatkan 2 personel Koramil 1204-18/Nanga Mahap, 3 personel BKO Yon TP 538/TA, 2 personel BKO Yon TP 833/BD, serta 2 anggota Polsek Nanga Mahap. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan titik api dapat segera ditangani dan tidak kembali meluas.

Plh. Danramil 1204-18/Nanga Mahap, Serma Ardi, mengatakan, bahwa patroli dan pemantauan akan terus dilakukan secara intensif sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi Karhutla di wilayah Kecamatan Nanga Mahap.

“Dua titik hotspot yang berada di Desa Tembaga telah berhasil ditangani dan dipadamkan. Kami bersama personel BKO, Polsek Nanga Mahap serta masyarakat akan terus melakukan patroli dan pemantauan di wilayah yang berpotensi terjadi Karhutla, sehingga apabila ditemukan titik api dapat segera ditindaklanjuti dan tidak sampai meluas,” ungkapnya.

Selain pemadaman Api, personel juga melaksanakan patroli pencegahan di wilayah Desa Tembaga yang dinilai berpotensi terjadi kebakaran maupun pembakaran lahan. 

Patroli melibatkan 2 personel Koramil, 3 personel BKO Yon TP 538/TA, 2 personel BKO Yon TP 833/BD, 2 anggota Polsek Nanga Mahap dan 2 masyarakat Desa Tembaga.

Ardi mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Kami mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan dan segera melaporkan apabila melihat adanya titik api atau aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. 

"Dengan sinergi dan kewaspadaan bersama, kita dapat mencegah Karhutla sejak dini,” tegasnya.

Kegiatan patroli dan pemadaman berlangsung dengan aman dan lancar. Hingga kegiatan selesai, situasi wilayah Kecamatan Nanga Mahap terpantau aman dan terkendali (sumber Pendim 1204/Sanggau/redaksi).

Kendalikan Inflasi, Hari InI Pemkab Sekadau Akan Gelar OP,

Banner OP di inisiasi oleh Disperindagesdm dan TP PKK.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja hari ini akan melaksanakan Oprasi Pasar (PP) dalam rangka pengendalian inflasi. Kegiatan ini selain OP juga mendukung kegiatan PKK Provinsi Kalimantan Barat dan PKK  kabupaten Sekadau, Rabu (09/09/2026) pasar Lawang Kuari komplek pasar baru Sekadau jalan Panglima Naga Desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir.

Pada kegiatan Operasi Pasar tersebut, produk yang dijual adalah, beras Premium sebanyak 500 pack, kemudian gula pasir sebanyak 500 pack dan Minyak Goreng sebanyak 500 liter. 

"Tiga jenis barang ını dibandrol dengan harga Rp. 90.000, ribu rupiah," kata Kadis Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja kabupaten Sekadau Novita, Selasa (08/09/2026) kemarin melalui WhatsApp Grup.

Menurut dia, dengan adanya Oprasi Pasar ini masyarakat kabupaten Sekadau sedikit bisa terbantu, selain itu kegiatan ını juga bertujuan untuk mengendalikan inflasi.

"Mudah-mudahan masyarakat bisa sedikit terbantu dengan adanya Oprasi Pasar ini," tutupnya (tar/man).


Selasa, September 08, 2026

Camat Sekadau Hulu Apresiasi Upaya PT.Agro Andalan Mencegah Karhutla

Sosialisasi yang dilakukan oleh Tim dari Mabes TNI di PT.Agro Andalan beberapa waktu lalu.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Forum komunikasi Pemerintah kecamatan (Forkompincam) kecamatan Sekadau hulu mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PT.Agro Andalan untuk mengatasi permasalahan Karhutla di wilayah kerja perusahaan,selain itu pihak perusahaan juga memberikan kontribusi nyata, terhadap pencegahan Karhutla. Konsentrasi untuk mengatasi Karhutla dinilai sangat membantu Pemerintah Daerah.

"Upaya yang dilakukan oleh PT Agro Andalan sangat membantu Pemerintah Daerah dalam mengatasi Karhutla," kata Plt Camat Sekadau Hulu Francisco Uwardianus melalui pesan singkat Selasa (08/09/2026).

Selain itu ia juga mengapresiasi kepada pihak TNI dan Polri yang selalu mendampingi dan membaur bersama mengedukasi masyarakat terkait resiko bahaya pembakaran hutan dan lahan tanpa kontrol.

Kami pemerintah kecamatan Sekadau Hulu mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu mensosialisasikan dan membantu pemadaman api yang beberapa waktu lalu sempat terjadi kebakaran di beberapa wilayah di kecamatan sekadau hulu.

Apresiasi ini ia sampaikan setelah menghadiri kegiatan sosialisasi Karhutla bersama Tim dari Mabes TNI dan sejumlah kepala desa di kantor PT. Agro Andalan tanggal 7 September 2026 lalu.

"Terimakasih kami sampaikan kepada tim Mabes TNI dan PT.Agro Andalan, dan para kepala desa yang telah berkonstribusi nyata mencegah terjadi nya Karhutla di wilayah kecamatan Sekadau hul," pungkasnya (tar/man).

Musim Kemarau, Arus Trasnportasi Warga Seberang Kapuas Terganggu

 

Kondisi Dermaga penyeberangan sungai Kapuas di stegher yang pondasi dermaga sudah amblas mengikuti kontur tanah, sehingga agak memcurut ke bawah foto diambil Selasa (08/09/2026). kemarin.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Kepala Desa Seberang Kapuas Yemi Ibrahim mengeluhkan, bahwa kemarau yang berkepanjangan menyebabkan arus trasnportasi warga dari Madya dan Seberang Kapuas menuju kota Sekadau sedikit mengalami kendala. Karena dermaga tempat persinggahan sudah kandas di tanah, jadi posisi tidak rata memcurut ke bawah mengikuti pola sungai dalam kondisi mereng, kondisi ını menyebabkan warga agak kesulitan membawa barang belanjaan.

"Kondisi ını sangat menyulitkan warga, saat mengangkut barang bawaan dan sepeda motor," katanya kepada media ini, Senin (08/09/2026) melalui pesan singkat.

Menurut dia,kondisi tentu akibat alam, namun kendati begitu arus angkutan barang dan orang masih relatif lancar,hanya saja masalahnya mungkin harga-harga kebutuhan pokok kemungkinan ada kenaikan sedikit di wilayah pedalaman seberang Kapuas, terutama wilayah transmigrasi.

Tapi mudah-mudahan dalam waktu dekat ını musim kemarau berakhir, sehingga transportasi tidak terganggu lagi.

Bukan hanya trasnportasi yang terganggu,masyarakat sudah mulai mengeluhkan kesulitan air bersih,karena selama ını masyarakat hanya mengandalkan air dari sumur bor untuk mandi dan mencuci.

Mungkin karena kemarau sudah terlalu lama,maka keadaan air sumur mungkin sudah mulai mengering.

"Jadi perlu ada rencana antisipasi yang bisa mengatasi darurat air bersih, apabila kemarau ını berkepanjangan," ucapnya (tar/man).


Meskipun Titik Hotspot Berkurang, Kesiagaan Damkar Tetap 24 Jam

Eko Sulistyo dan Frans Undun.

SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sekadau mulai menunjukkan penurunan bahkan titik Hotspot beberapa hari kemarin pernah nihil. Meskipun demikian, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sekadau tetap menyiagakan personel selama 24 jam hingga musim kemarau berakhir.

"Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau, jumlah titik panas atau hotspot yang sebelumnya terpantau mulai berkurang," kata Eko Sulistyo kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan kabupaten Sekadau belum lama ını.

Bahkan kata dia,saat ini hampir tidak ditemukan titik panas yang dinilai membahayakan. Akan tetapi,kondisi ını tidak membuat petugas lengah. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di wilayah Indonesia bagian barat diperkirakan masih berlangsung hingga akhir September 2026.

Dikatakan dia lagi, bahwa kesiapsiagaan petugas tetap dilakukan selama 24 jam. Begitu kita mendapatkan informasi dari masyarakat tentang kejadian kebakaran hutan dan lahan,mau tidak mau kita harus selalu siap untuk turun ke lapangan.

Risiko tersebut juga bertepatan dengan aktivitas masyarakat yang mulai melakukan kegiatan berkebun dan berladang.

Karena itu, masyarakat, khususnya petani dan peladang, diimbau untuk sementara menghindari pembakaran dalam proses pembukaan lahan.

"Harapan kita udara di Kabupaten Sekadau ini bisa menjadi lebih baik dan tidak menimbulkan efek penyakit ISPA bagi masyarakat," katanya.

Dalam penanganan karhutla, Damkar Sekadau tidak bekerja sendiri. Petugas berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, masyarakat, hingga perusahaan.

Koordinasi dilakukan untuk memantau perkembangan hotspot sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.

Meski demikian, penanganan karhutla masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya terjadi di Tiga Kecamatan Belitang.

Karena akses menuju wilayah tersebut menjadi tantangan karena petugas harus menyeberangi sungai. Pendangkalan sungai juga membuat mobilisasi kendaraan dan peralatan pemadam menuju lokasi kebakaran menjadi lebih sulit.

Selain persoalan akses, ketersediaan sumber air turut menjadi kendala dalam proses pemadaman.

Petugas akan mengerahkan kendaraan pemadam apabila lokasi kebakaran masih dapat dijangkau. Tim juga mencari sumber air terdekat untuk mendukung proses pemadaman.

Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan, Damkar Sekadau memiliki sekitar 21 personel yang dibagi dalam tiga sif.

Setiap sif terdiri atas tujuh petugas. Mereka tetap disiagakan untuk menangani berbagai kejadian kebakaran, baik kebakaran permukiman maupun karhutla.

Damkar Sekadau juga menyiapkan dua unit kendaraan operasional, yakni L300 dan Strada. Kedua kendaraan tersebut dilengkapi dengan peralatan penyedot air untuk mendukung proses pemadaman.

Meskipun kondisi kabut asap mulai berkurang dan Karhutla semakin terkendali, masyarakat tetap diminta tidak lengah.

"Pencegahan dinilai menjadi langkah penting agar kebakaran tidak kembali meluas dan kualitas udara di Kabupaten Sekadau tidak memburuk selama sisa musim kemarau," katanya (tar/man).


Subandrio: Jika Ingin Maju Sekolah Setinggi-tingginya

 

Subandrio, SH.MH.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Wakil Bupati (Wabup) Sekadau Subandrio, SH.MH kembali menyarankan agar anak-anak di kabupaten Sekadau dari yang masih duduk di bangkunya SD,SMP,SLTA bahkan yang sedang Kuliah,sebaiknya jangan pernah berhenti ditengah jalan, karena hanya dengan pendidikan yang baik kabupaten kita bisa maju dan berdaya saing. "Karena belajar adalah kunci kesuksesan,jika ingin memajukan Daerah dan diri sendiri," katanya beberapa waktu lalu.

Menurut dia, tidak ada rumusnya, kalau kita tidak belajar mengikuti pendidikan yang baik bisa maju, contoh orang luar Negri mereka nisa pergi ke bulan, itu karena belajar. Perkembangan teknologi saat memaksa kita harus mengikuti,jika tidak mampu mengikuti artinya kita sudah jauh ketinggalan.

"Jika sudah ketinggalan,maka kemiskinan lah yang akan menghimpit kehidupan kita," katanya.

Di zaman serba modern ini,selain berilmu,kita juga dituntut untuk kreatif dan produktif, karena jika sekolah tinggi punya ilmu tapi tidak kreatif, semua itu tidak ada gunanya. 

Saat ini Pemerintah Daerah telah melakukan berbagai cara untuk menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kabupaten Sekadau untuk bidang pendidikan,apalagi saat ını kita sudah punya perguruan tinggi yakni Institut Keling Kumang (ITKK) dan kuliah melalui jalur resmi yakni SALUT. 

Sarana itu dibuat tentu memiliki tujuan,agar anak-anak Sekadau bisa kuliah dengan jarak tempuh dan biaya murah.

"Kuliah bisa sambil kerja, dan berangkat dari rumah,"katanya.

Selain itu Pemerintah juga telah menyiapkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) lembaga pendidikan ini khusus menangani anak-anak yang putus sekolah, melalui paket. Misalnya yang putus SD, SMP dan SLTA, semuanya bisa belajar dan mendapatkan ijazah.

"Setelah dapat ijazah penyetaraan anak-anak bisa kuliah sambil kerja, nah sarana sudah lengkap, kini tinggal keinginan masyarakat, mau sekolah atau tidak," katanya.

Tidak dapat dipungkiri lanjut dia,angka buta huruf di kabupaten Sekadau cukup tinggi yakni sekitar 2.000 ribu orang,angka tersebut memang tinggi, namun menyasar pada umur 60 ke atas artinya angkatan 50 dan angkatan 60.

"Kalau kita paksakan belajar, penglihatan dan usia mereka juga sudah uzur, jadi kita hanya bisa menyarankan saja, terkait mau atau tidak mereka belajar sesuai dengan keinginan mereka," katanya.

Namun kondisi ini beda dengan usia produktif,kalau usia produktif memang harus belajar dan sekolah sampai tuntas, sebab masa depan masih panjang dan tantangan kedepannya juga sangat kompetitif.

"Ayo belajar gantungkan cita-citamu setinggi langit, demi memajukan kabupaten Sekadau, di masa yang akan datang," ajaknya (tar/man).

Senin, September 07, 2026

Terkendala Kemarau Panjang, Sejumlah Perusahaan Mengurangi Kuota Pembelian TBS

Foto TBS ilustrasi.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan,Pertanian, Perkebunan dan Perikanan kabupaten Sekadau,Ifan Nurfatria mengatakan,jika melihat kondisi kemarau yang berkepanjangan saat ini, dan mengakibatkan penurunan debit air sungai Kapuas dan sumber air lainnya secara signifikan. Sehingga armada Ponton (tongkang) pengangkut CPO (Crude Palm Oil) tidak dapat bersandar dan melakukan bongkar muat di dermaga Terminal Khusus perusahaan. 

"Dampak dari terhambatnya distribusi ini, menjadi salah satu penyebab tangki timbun (storage tank) CPO di seluruh Pabrik Pengolahan Kelapa sawit yang ada di Kabupaten Sekadau penuh," katanya kepada media ini, Senin (07/09/2026) melalui pesan WhatsApp.

Menurut dia, alternatif lain yang dilakukan perusahaan sebagai upaya distribusi CPO melalui jalan darat dengan menggunakan Truk Tangki tidak bisa optimal,mengingat keterbatasan jumlah armada serta jarak tempuh.dan muatan kurang banyak, ditambah lagi jarak tempuh cukup jauh ke Dermaga di Tayan atau Kijing untuk dibangkor muat.

Dengan kondisi tangki timbun yang penuh ini, kata dia lagi,.menjadi pemicu  perusahaan yang memiliki PKS melakukan pembatasan pembelian Tandan Buah Segar (TBS)Kelapa Sawit. Pembelian disesuaikan dengan kemampuan Pengolahan Pabrik dan daya tampung tangki CPO.

Bahkan hampir semua PKS saat ını, hanya melakukan operasional dibawah dari kapasitas normalnya.Misalnya yang biasa ngolah 100 ton, kini hanya mampu mengolah 50 ton,dengan begitu pembelian TBS disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Pengaturan pembelian TBS oleh PKS tentunya berdampak pada dibatasinya penerimaan TBS, baik dari kebun Inti, Plasma dan lembaga pekebun swadaya serta Mitra perusahaan. 

Beberapa perusahaan hanya bisa menampung buah dari kebun inti dan plasma  itupun dibatasi hingga 50 persen, bahkan beberapa perusahaan juga dengan strategi penundaan panen kebun inti. 

Sedangkan lembaga pekebun swadaya yang bermitra ada yang masih diberikan kuota dalam jumlah kecil, bahkan dihentikan sama sekali,sedangkan untuk pekebun swadaya yang tidak bermitra, penerimaan TBS dihentikan untuk sementara.

Kondisi ini semata karena kendala alam, yang tidak diharapkan oleh semua pihak. PKS dengan kebijakannya masing-masing telah berusaha semaksimal mungkin agar TBS petani dapat tertampung.

Oleh karena itu diharapkan agar petani dapat memahami kondisi ini dan tetap bisa menjaga kondusifitas.Mungkin bisa dicoba beberapa upaya misalnya dengan menunda jadwal panen.

"Melihat kondisi Pemerintah Daerah juga ikut prihatin, namun kita semua berharap agar musim kemarau ini bisa segera selesai dan kondisi Sungai Kapuas kembali normal," doanya (tar/man).