![]() |
| Bayu Suharsono. |
"Situasi Karhutla terkendali dalam artian, hanya terjadi pada peladang yang diawasi dan dijaga ketat sehingga tidak meluas," katanya melalui pesan WhatsApp Rabu (09/09/2026).
Menurut dia, titik panas dari tanggal 4 sampai tanggal 7 September 2026 menurun dengan rincian tanggal 7 ada 10 titik dan tanggal 8 September kemarin hanya 4 titik.
"Itupun berada di kecamatan tertentu,Nanga Taman dan Nanga Mahap, kemungkinan ada warga yang belum bakar Ladang.
Kendati titik Hotspot turun lanjut dia, pihaknya tetap melakukan sosialisasi agar pembakaran Ladang dapat dilakukan pada saat situasi memungkinkan atau sudah sedikit normal.
Saat ını kita tetap melakukan komunikasi dengan pihak kecamatan, Desa serta pihak perusahaan, TNI -Polri terkait kondisi dilapangan.Apabila ada titik kebakaran lahan atau lahan kita langsung keroyokan, agar sumber Api tidak menyebar. Sebagai upaya tindakan preventif.
"Inilah berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah saat ını, berusaha sekuat tenaga untuk meminimalisir titik Api," kata Bayu.
Pantauan awak media ini di lapangan, menunjukkan, bahwa Asap sudah berkurang, jarak pandang sudah mulai membaik, yang semula hanya sekitar 100 meter. Kini sudah mulai berangsur-angsur normal(tar/man)
