![]() |
| Subandrio, SH.MH. |
Menurut dia, tidak ada rumusnya, kalau kita tidak belajar mengikuti pendidikan yang baik bisa maju, contoh orang luar Negri mereka nisa pergi ke bulan, itu karena belajar. Perkembangan teknologi saat memaksa kita harus mengikuti,jika tidak mampu mengikuti artinya kita sudah jauh ketinggalan.
"Jika sudah ketinggalan,maka kemiskinan lah yang akan menghimpit kehidupan kita," katanya.
Di zaman serba modern ini,selain berilmu,kita juga dituntut untuk kreatif dan produktif, karena jika sekolah tinggi punya ilmu tapi tidak kreatif, semua itu tidak ada gunanya.
Saat ini Pemerintah Daerah telah melakukan berbagai cara untuk menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kabupaten Sekadau untuk bidang pendidikan,apalagi saat ını kita sudah punya perguruan tinggi yakni Institut Keling Kumang (ITKK) dan kuliah melalui jalur resmi yakni SALUT.
Sarana itu dibuat tentu memiliki tujuan,agar anak-anak Sekadau bisa kuliah dengan jarak tempuh dan biaya murah.
"Kuliah bisa sambil kerja, dan berangkat dari rumah,"katanya.
Selain itu Pemerintah juga telah menyiapkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) lembaga pendidikan ini khusus menangani anak-anak yang putus sekolah, melalui paket. Misalnya yang putus SD, SMP dan SLTA, semuanya bisa belajar dan mendapatkan ijazah.
"Setelah dapat ijazah penyetaraan anak-anak bisa kuliah sambil kerja, nah sarana sudah lengkap, kini tinggal keinginan masyarakat, mau sekolah atau tidak," katanya.
Tidak dapat dipungkiri lanjut dia,angka buta huruf di kabupaten Sekadau cukup tinggi yakni sekitar 2.000 ribu orang,angka tersebut memang tinggi, namun menyasar pada umur 60 ke atas artinya angkatan 50 dan angkatan 60.
"Kalau kita paksakan belajar, penglihatan dan usia mereka juga sudah uzur, jadi kita hanya bisa menyarankan saja, terkait mau atau tidak mereka belajar sesuai dengan keinginan mereka," katanya.
Namun kondisi ini beda dengan usia produktif,kalau usia produktif memang harus belajar dan sekolah sampai tuntas, sebab masa depan masih panjang dan tantangan kedepannya juga sangat kompetitif.
"Ayo belajar gantungkan cita-citamu setinggi langit, demi memajukan kabupaten Sekadau, di masa yang akan datang," ajaknya (tar/man).
