![]() |
| Foto TBS ilustrasi. |
"Dampak dari terhambatnya distribusi ini, menjadi salah satu penyebab tangki timbun (storage tank) CPO di seluruh Pabrik Pengolahan Kelapa sawit yang ada di Kabupaten Sekadau penuh," katanya kepada media ini, Senin (07/09/2026) melalui pesan WhatsApp.
Menurut dia, alternatif lain yang dilakukan perusahaan sebagai upaya distribusi CPO melalui jalan darat dengan menggunakan Truk Tangki tidak bisa optimal,mengingat keterbatasan jumlah armada serta jarak tempuh.dan muatan kurang banyak, ditambah lagi jarak tempuh cukup jauh ke Dermaga di Tayan atau Kijing untuk dibangkor muat.
Dengan kondisi tangki timbun yang penuh ini, kata dia lagi,.menjadi pemicu perusahaan yang memiliki PKS melakukan pembatasan pembelian Tandan Buah Segar (TBS)Kelapa Sawit. Pembelian disesuaikan dengan kemampuan Pengolahan Pabrik dan daya tampung tangki CPO.
Bahkan hampir semua PKS saat ını, hanya melakukan operasional dibawah dari kapasitas normalnya.Misalnya yang biasa ngolah 100 ton, kini hanya mampu mengolah 50 ton,dengan begitu pembelian TBS disesuaikan dengan kondisi yang ada.
Pengaturan pembelian TBS oleh PKS tentunya berdampak pada dibatasinya penerimaan TBS, baik dari kebun Inti, Plasma dan lembaga pekebun swadaya serta Mitra perusahaan.
Beberapa perusahaan hanya bisa menampung buah dari kebun inti dan plasma itupun dibatasi hingga 50 persen, bahkan beberapa perusahaan juga dengan strategi penundaan panen kebun inti.
Sedangkan lembaga pekebun swadaya yang bermitra ada yang masih diberikan kuota dalam jumlah kecil, bahkan dihentikan sama sekali,sedangkan untuk pekebun swadaya yang tidak bermitra, penerimaan TBS dihentikan untuk sementara.
Kondisi ini semata karena kendala alam, yang tidak diharapkan oleh semua pihak. PKS dengan kebijakannya masing-masing telah berusaha semaksimal mungkin agar TBS petani dapat tertampung.
Oleh karena itu diharapkan agar petani dapat memahami kondisi ini dan tetap bisa menjaga kondusifitas.Mungkin bisa dicoba beberapa upaya misalnya dengan menunda jadwal panen.
"Melihat kondisi Pemerintah Daerah juga ikut prihatin, namun kita semua berharap agar musim kemarau ini bisa segera selesai dan kondisi Sungai Kapuas kembali normal," doanya (tar/man).
