![]() |
| dr.Tanjung Tampubolon. |
"Sebenarnya bukan setiap saat hal seperti ını, kadang-kadang pada saat tertentu saja,karena memang stok obat kosong, misalnya obat tersebut masih proses pengadaan, proses pengiriman dan pembiayaan," katanya kepada media ini melalui pesan singkat, Selasa (20/10/2026).
Lagi pula lanjut dia, pihaknya sudah memberi tau kepada pasien melalui papan pengumuman, di situ tertulis jelas bagi pasien JKN. Apabila mendapat resep obat harus beli diluar, kebetulan pada saat itu stok lagi kosong.
Bahkan, jika pasien beli obat diluar biayanya juga diganti, hanya saja harga disesuaikan dengan harga yang berlaku di RSUD. Aturan seperti ini sudah kita laksanakan kurang lebih satu tahun.
"Bahkan sudah banyak pasien setelah beli obat diluar, baru berdasarkan nota mereka klaim ke RSUD dan kita bayar sesuai aturan yang berlaku," katanya.
Dikatakan dia lagi,jauh-jauh hari pihak RSUD sudah mengantisipasi kejadian seperti ini, karena hal ını pasti terjadi sehingga kita melakukan sosialisasi melalui papan pengumuman di ruang pelayanan RSUD.
Tujuannya, agar pasien yang mengunakan JKN bisa mengetahui dengan membaca isi dari papan pengumuman yang kita papang di setiap tempat pelayanan.
Bagi pasien yang belum paham ia mengimbau kepada pasien JKN jika mendapat resep diluar untuk mengajukan pengembalian dana sesuai prosedur yang ada dan harga di RSUD.
Untuk meningkatkan pelayanan di RSUD, kami akan terus mendengarkan masukan dari masyarakat tentang masalah ini,sebagai bahan evaluasi.
"Sebagai evaluasi dalam waktu dekat kita akan melakukan rapat evaluasi antara management ,Komite Farmasi dan Terapi serta rekan - rekan di Komite Medis," pungkasnya (tar/man).
