![]() |
| Apeng Petrus ,S.STP. |
Penanaman pohon tersebut sebagai langkah untuk mengantisipasi kerusakan lingkungan serta memperbaiki siklus udara bagi kesehatan makhluk hidup termasuk Manusia.Sejak tahun 2023 sampai tahun 2026 Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau melalui Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan penanaman 14 ribu lebih pohon di berbagai lingkungan.
"Sejak tahun 2023 sampai sekarang Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau telah menanamkan kurang lebih 14 ribu pohon di berbagai tempat bahkan di Desa dan sekolah serta lingkungan lainnya," kata Apeng Petrus Plt, kepala Dinas Lingkungan Hidup kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Senin (28/09/2026) kemarin.
Dikatakan dia, bahwa setiap tahun mulai dari tahun 2023 kita tanam pohon dari berbagai jenis sekitar 1.152 batang, kemudian tahun 2024 sebanyak 3.974 batang, lalu tahun 2025 sebanyak 5.527 batang dan tahun 2026 hingga bulan September sejumlah 3.470 batang.
"Penanaman tersebut tersebar di lingkungan sekolah, perkantoran, rumah ibadah dan tempat terbuka hijau lainnya bahkan sampai ke kecamatan dan Desa,"katanya.
Upaya ını dilakukan dalam rangka untuk pemulihan lingkungan sampai ke tingkat desa, hal ını dibuktikan pada tahun 2024 pemerintah kabupaten Sekadau melalui Dinas Lingkungan Hidup membagikan sebanyak 9.556 pohon buah-buahan yang tersebar di kecamatan Nanga Mahap ada di desa Tembesuk, desa Batu Pahat, desa Cenayan,desa Lembah Beringin,desa Nanga Suri dan desa Landau Apin,di kecamatan Nanga Taman ada desa Pantok, desa Lubuk Tajau dan desa Meragun.
Kemudian untuk Kecamatan Sekadau hulu ada di desa Setawar,Dan Nanga Pemubuh. Selanjutnya di kecamatan Belitang hulu ada di desa Bukit Rambat. Di kecamatan Belitang Hilir ada di desa Menawai Tekam. Di kecamatan Sekadau hilir ada di desa Sungai Kunyit.
Apeng menyebutkan,bahwa pembagian bibit buah buahan tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit tahun 2024. Sedangkan tujuan dan manfaat menanam pohon adalah untuk mengurangi pemanasan global, termasuk mengantisipasi musim kemarau panjang seperti yang terjadi sekarang. Karena pohon berfungsi sebagai penghasil oksigen,penyimpan air dalam tanah serta dapat mengurangi polusi udara dan mempercantik lingkungan serta mencegah banjir dan tanah longsor.
Selainnya itu tujuan lain dari penanaman pohon tak lain adalah sebagai upaya untuk menyelamatkan hutan serta dalam rangka melestarikan lingkungan, dengan cara gerakan sejuta pohon pertama kali digagas oleh presiden Soeharto pada tanggal 10 Januari 1993.
"Selain sebagai upaya penyelamatan hutan dan pelestarian lingkungan, kegiatan ini juga sebagai upaya pemkab Sekadau dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup,"pungkasnya (tar/man).
