![]() |
| Berfoto bersama usai peletakan batu pertama pembangunan Gereja Santo Stepanus Stasi Tapang Pulau Paroki Sungai Ayak desa Tapang Pulau kecamatan Belitang Hilir, Semin (21/09/2026). di Tapang Pulau. |
Mengawali sambutannya usai acara peletakan batu pertama dan pemberkatan lokasi oleh Uskup, Aron mengatakan,Gereja adalah rumah Tuhan, karena disana kita berkumpul berdoa untuk memuji dan memukuli Tuhan.
Dikatakannya lagi, selama ini dan beberapa Gereja yang sudah dilakukan peletakan batu pertama, antusias masyarakat untuk mengumpulkan dana secara swadaya untuk biaya pembangunan sangat baik.
"Bahkan sebelum peletakan batu pertama dana sudah terkumpul begitu banyak. Artinya masyarakat punya keinginan kuat untuk mendirikan rumah Tuhan," katanya.
Tren ini sangat positiv, karena jika hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah disaat efesiensi besar-besaran oleh Pemerintah Pusat membuat bantuan bagi pembangunan rohani melalui rumah ibadah sedikit mengaku kendala.
Sebab,tidak tersedianya dana yang memadai untuk membantu.
Kendatipun begitu kata di lagi,kita tetap bantu sesuai dengan kemampuan keuangan Pemerintah, yang penting ada tekad kuat dari masyarakat.
Ia juga menyarankan supaya jangan terjadi perselisihan antara panitia pembangunan dengan masyarakat, terkait proses pembangunan,karena biasanya ada saling curiga dan salah paham terutama masalah uang.
"Trimakasih kepada PT.Parna Agromas atas bantuannya baik terhadap Gereja ını dan infrastruktur di pedesaan yang dibangun oleh Perusahaan,"katanya.
Ditempat yang sama, Mgr, Valentinus Saeng, CP Uskup Kesuk Sanggau dalam arahannya mengatakan, dirinya mengucapkan selamat kepada umat di Stasi Tapang Pulau yang sudah mengumpulkan dana cukup besar untuk pembangunan Gereja, baik melalui swadaya maupun sumbangan dari berbagai pihak.
"Galakan pengumpulan iuran.dam gotong royong demi pembangunan Gereja,"sarannya.
Tetapi kata dia, disaat ekonomi lagi sulit ını, ia juga menyarankan apabila dana untuk iuran ada tapi kebutuhan di rumah kekurangan, maka sebaiknya iurannya ditangguhkan dulu,beli keperluan keluarga dulu.
"Tidak mungkin orang tidak makan, hanya karena mengumpulkan iuran," sarannya.
Ia juga menyarankan,kepada semua Stasi ketika bangun Gereja baru sebaiknya Gereja lama tidak usah dibongkar, biarkan nanti sebagai situs sejarah bagi masyarakat setempat. Kecuali kata dia, kondisinya sudah parah dan mau roboh, boleh dirobohkan, itupun sudah di doakan melalui misa.
Ia berpesan kepada umat di Tapang pulau supaya selalu menjaga komunikasi agar tetap baik dan pembangunan Gereja berjalan baik.
"Selamat membangun Gereja,"ucapnya.
Ia juga mengkritik kebijakan Pemerintah Pusat, dimana saat ını warga Kalimantan Barat dilanda kebakaran serta bencana Kabut Asap.Namum ia menilai bahwa bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat belum maksimal,padahal jika merunut dari UUD 1945, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk menikmati hidup sejahtera.
Namun pada kenyataannya bertolak belakang, disaat bencana Kabut Asap dan Kebakaran melanda, Pemerintah Pusat belum mengambil kebijakan yang nyata bagi kelangsungan hidup masyarakat Kalbar.
"Kita juga memiliki hak yang sama untuk menikmati hidup yang sejahtera," katanya.
Sementara itu, ketua panitia pembangunan Gereja Stasi Tapang Pulau dalam laporan mengatakan, saat ini dana yang sudah terkunci baik dari swasta masyarakat maupun bantuan dari para Donatur sudah terkumpul ditangan Panitia sebesar kurang lebih Rp1 milyar, namun kebutuhan untuk biaya membangun Gereja tersebut sebesar kurang lebih Rp 2Milyar.
"Jadi kami masih kekurangan dana sekitar Rp 1 Milyar," sebutnya.
Dikatakan dia lagi, jumlah umat katolik yang berada di stasi Tapang Pulau sekitar 350 kepala keluarga.
"Artinya Gereja lama sudah tidak muat lagi untuk menampung umat saat ibadah," katanya.
Hadir pada kegiatan tersebut, Yodi Setiawan anggota DPRD kabupaten Sekadau,Kepala BKPSDM Radius, Plt kepala Dinas Lingkungan Hidup Apeng Petrus,Kepala Dinas Sosial Martinus Ridi, Kasat Pol PP Paulus Ugang, pastor paroki Sungai Ayak, Camat Belitang Evodius, Kapolsek Sungai Ayak Jesi Sianturi, Kabag Kesra Antonius Uladin,Gabriell,Kabid Kominfo Hartono, Kades Maboh,Kades Tapang Pulau Perwakilan dari Perusahaan PT.Parna Ignasius Igwani, Rudi Sert para undangan lainnya toko masyarakat,tokoh agama serta Kadus, ketua RT serta undangan lainnya (tar/man).
