![]() |
| Henry Alpius. |
"Agar terhindar dari ISPA gunakan masker," pesannya kepada media ını, Minggu (20/09/2026) melalui pesan WhatsApp.
Menurut dia, tren kasus ISPA di kabupaten Sekadau menunjukkan penurunan, dari 1255 kasus pada bulan Juli menjadi 1.044 kasus pada bulan Agustus,sedangkan pada bulan September 2026. Meskipun menunjukkan kecenderungan positif, tapi interpretasi data September perlu dilakukan secara hati-hati karena periode pelaporan belum final.
"Karena variasi kasus antar Puskesmas juga menunjukkan perlunya intervensi yang lebih terarah pada wilayah dengan beban kasus tinggi," ucapnya.
Secara menyeluruh kata dia, berikut jumlah kasus yang tersebar di setiap Puskesmas. Untuk Puskesmas Sekadau 533 kasus,sedangkan Puskesmas SP3 Trans sebanyak 270 kasus, lalu Puskesmas Nanga Taman sebanyak 158 kasus, baru kemudian di Puskesmas Simpang Empat Kayu Lapis sebanyak 157 kasus, Rawak sebanyak 154, selanjutnya Selalong 147, Sebetung sebanyak 146 kasus, kemudian selanjutnya di Puskesmas Nanga Mahap sebanyak 130 kasus, baru di Puskesmas Nanga Belitang 115 kasus dan Tapang Perodah,76 kasus lalu selanjutnya di Balai Sepuak 46 kasus, dan Sungai Ayak 10 kasus,. kemudian terkahir di RSUD Sekadau hanya 3 kasus.
"Jika ditotal warga Sekadau yang terpapar ISPA sebanyak 1,944 kasus, cukup besar," katanya.
Padahal kabupaten Sekadau termasuk wilayah Karhutla terkecil,namun kabut Asap tentu berasal dari kabupaten tetangga yang kebakaran (tar/man).
