![]() |
| Plang peringatan yang di buat oleh Polsek Entikong, dengan maksud agar warga yang melintas harus berhati, supaya tidak terperosok ke dalam lubang bekas longsor di bahu jalan,(foto oleh Tino). |
Jalan tersebut satu-satunya akses penting warga sekitar untuk menuju jalan lintas Negara RI-Malaysia atau jalan utama menuju PLBN Entikong. Karena untuk masuk ke jalan Sontas harus belok kiri. Ruas jalan ini tidak hanya di lalui oleh warga Dusun Sontas, dan sekitarnya, tetapi juga menjadi akses utama menuju beberapa desa di Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak.
Pantauan awak media ini dilapangan kemarin menunjukkan bahwa bahu jalan di lokasi tersebut amblas dan longsor cukup dalam. Jalan yang menjadi tanggungjawab Pemerintah Pusat ini kerusakan sudah berlangsung lama, sebagai pengingat bagi penguna jalan Polsek Entikong hanya memasang plang peringatan agar berhati-hati.
Untuk diketahui bahwa ruas tersebut adalah termasuk dalam ruas jalan simpang Take - simpang Sontas dengan ruas sepanjang 95,54 kilometer paralel dengan ruas jalan perbatasan RI-Malaysia, dengan status jalan nasional di bawah kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat, Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR.
Kami warga Sontas dan warga lainnya yang hendak pergi ke Desa Merayuh dan Desa Nyari Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak, harus lewat dari sini semua.
"Kalau terputus maka secara otomatis arus lalu lintas pasti macet. Bahkan kondisi seperti ini hampir setahun, belum ada upaya untuk perbaikan," ungkap salah seorang warga kepada media ini, Jum'at (18/09/2026) kemarin.
"Kami warga disini minta agar pihak terkait seperti BPJN Kalbar segera turun melakukan perbaikan sebelum akses penghubung Sanggau-Landak ini terputus total,'" pintanya (tino).
