![]() |
| Penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau dan unsur Pimpinan DRPD terkait Raperda APBD Perubahan, tanggal 17 September lalu. |
Sejak keduanya menjabat sudah banyak rumah ibadah dibangun, Gereja baik Katolik dan Protestan begitu juga dengan Masjid.
Hanya saja ada kabar yang tak sedap disaat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2025 oleh badan Anggaran (Bangar) DRPD dan tim anggaran pemerintah daerah kabupaten Sekadau. Pemerintah Daerah telah menyediakan anggaran untuk hibah pembangunan rumah ibadah, baik untuk agama Islam, Katolik dan Protestan serta agama lainnya. Hanya saja niat baik itu sempat ditolak oleh tiga orang anggota fraksi partai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Alasan penolakan tersebut adalah, mereka menginginkan agar anggaran tersebut digunakan untuk dialihkan untuk Pokok Pikiran (Pokir) atau yang kerap di sebut Aspirasi.
Informasi tersebut di peroleh dari pihak yang sangat berkompeten, hanya saja namanya engan dipublikasi di media, Minggu (21/09/2025) melalui telpon selulernya.
Meskipun sempat alot perdebatan pada rapat Bangar sebelum Pendapat Akhir (PA) Fraksi, namun sejumlah anggota DPRD dari fraksi partai lain tetap kekeh supaya anggaran hibah bagi kebutuhan umat beragama tetap masuk dalam APBD-Perubahan. "Sebab sudah banyak Gereja, Masjid maupun Surau atau Kapel yang saat ini sedang dikerjakan dengan dana hibah tersebut," katanya.
Kendati kata dia lagi, dalam PA-nya fraksi PDI-P tetap menyetujui agar Raperda APBD-Perubahan disahkan menjadi Perda APBD-Perubahan pada tanggal 17 September 2025.
Ketika awak media ini mengkonfirmasi dengan ketua fraksi PDI-P kabupaten Sekadau Hans Cristian melalui pesan WhatsApp, ia mengarahkan langsung konfirmasi dengan Wiro Ari Kurniawan, karena dia adalah anggota fraksi yang berhubungan dengan media.
"Langsung jak ke Wiro, dia sebagai anggota fraksi yang berhubungan dengan media," tulisnya.
Ketika dikonfirmasi kepada Wiro Ari Kurniawan salah satu anggota fraksi PDI-P melalui pesan WhatsApp ia mengatakan, kalau seluruh badan anggaran untuk hibah di evaluasi.Jika ada yang terlalu besar di kurangi," tulisnya.
Sementara itu melalui telpon selulernya Bambang Setiawan yang juga anggota fraksi PDI-P kepada media ini mengatakan, bahwa perjalanan rohani ke Eropa sebaiknya jangan dulu, sedangkan Israel lagi belum aman, karena menurut dia situs-situs peninggalan keagamaan Kristen ada disana, bahkan Rasul-Rasul semua dari sana.
"Bahkan tidak ada Rasul dari Eropa, kenapa harus tour rohani ke sana," katanya.
Ia juga membantah kalau pihaknya ingin mengalihkan anggaran hibah untuk keagamaan dialihkan ke Aspirasi Dewan. "Kami tidak punya keinginan untuk mengalihkan anggaran hibah untuk keagamaan menjadi dana aspirasi," cetusnya.
Sementara fraksi lain, fraksi Gerindra, Fraksi Nasdem, fraksi Demokrat, fraksi Golkar belum bisa memberikan komentar terkait isu tersebut (tar)
