Warga Lingkungan IX Tolak M.Salim Sebagai Ketua Kepling. Salbiah: Salim Tidak Amanah,Siapapun Yang Jadi Kepling Terserah.

Masukkan Serial Number dibawah ini

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Jumat, Mei 01, 2026

Warga Lingkungan IX Tolak M.Salim Sebagai Ketua Kepling. Salbiah: Salim Tidak Amanah,Siapapun Yang Jadi Kepling Terserah.

 

Aksi damai warga menolak penunjuk M.Salim sebagai Kepling IX, Kamis (330/04/2026) di kantor camat kota Medan.
MEDAN-FAKTAPAGI.COM.Sekitar 25 orang warga Jalan Perwira II, Lingkungan IX, Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur geruduk Kantor Walikota Medan.Kedatangan warga tersebut adalah untuk melindungi protes terhadap penunjukkan langsung dan pengangkatan terhadap saudara M. Salim sebagai Kepala Lingkungan (Kepling IX), Kamis (30/04/2026)

"Kami minta Walikota Medan mencopot M. Salim sebagai Kepling IX. Karena menurut kami, ia tidak amanah sewaktu menjabat Kepling. Siapapun yang menjadi Kepling IX kami terima asal jangan M. Salim,"ungkap  Salbiah  seorang warga kepada wartawan, Kamis (30/04/2026) di sela-sela aksi protes.

Dikatakan dia lagi, warga yang sudah datang di Kantor Pemko Medan sejak pukul 09.00 WIB baru diterima sekitar pukul 11.45 WIB oleh salah seorang staff Bagian Tata Pemerintahan (Bag Tapem) Pemkot Medan. Lalu oknum Bag Tapem tersebut berjanji akan segera menyampaikan keluhan warga Lingkungan IX, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Medan Timur ke atasan. 

"Selain itu kami juga disuruh menandatangani petisi penolakan atas pengangkatan M Salim sebagai Kepling. Warga yang ikut menyampaikan aspirasi hari ini juga diintimidasi oleh M Salim dengan ancaman tidak akan mendapat bantuan lagi,"ungkap Salbiah. 

Warga berharap, aspirasi mereka segera ditindaklanjuti Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Jika aspirasi mereka tidak ditanggapi, warga akan kembali mengerahkan massa ke Pemkot Medan menagih janji Walikota. 

Sebelumnya emak-emak warga Perwira II, Lingkungan IX, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur juga pernah mendatangi Kantor Camat Medan Timur Jalan HM Said, Medan belum lama ini dengan aspirasi yang sama yakni, menolak pengangkatan M Salim  sebagai Kepala Lingkungan (Kepling) IX.

Kedatangan emak-emak ke kantor camat melakukan aksi damai untuk mempertanyakan pemilihan dan pengangkatan kepling karena adanya dugaan skenario oleh oknum camat dan lurah, aksi demo sempat ricuh karena tiga jam lebih para pedemo menunggu Camat Medan Timur tak kunjung menemui para pendemo sambil membawa poster bertuliskan penolakan M. Salim menjadi kepling lingkungan IX, kericuhan mereda setelah camat keluar dari ruangannya. 

Massa emak-emak akhirnya diperbolehkan masuk kedalam aula kantor camat untuk menyampaikan aspirasinya,

"Kami tidak mau M.Salim menjadi Kepling kami. Karena sebelumnya saat beliau menjabat sebagai Kepling IX dia tidak amanah dan mengecewakan kami sebagai warganya. Kami tetap mendukung Endang Priska menjadi Kepling ,"ungkap Irmawati salah seorang warga.

Warga lainnya Rini mengatakan Endang tidak di lantik sementara mendapat dukungan 350 suara. "Dan sewaktu menjabat selalu humanis tidak pernah menyusahkan kami masyarakat semua urusan di buatnya gratis,"jelasnya.

Sementara, sambung Rini, sewaktu M Salim menjabat Kepling pada tahun 2021-2022 ketika mengurus surat selalu dikenakan biaya semua urusan pakai uang.kinerja M Sallim sudah buruk di mata warga. 

Adapun alasan penolong terhadap  terhadap M. Salim diantaranya, sewaktu Salim menjabat Kepling IX tidak amanah, urusan surat menyurat susah, bantuan untuk masyarakat tidak pernah sampai ke masyarakat, banyak bantuan ditimbun dirumah, keluhan masyarakat tidak pernah didengar selama dia menjadi Kepling IX. 

Warga menilai isu dugaan suap menerpa pengangkatan kepling IX Pulo Brayan.Aspirasi emak-emak dijawab Camat Fernanda yang menyebutkan, pengangkatan Kepling ada mekanismenya, Camat beralasan M Salim dinilai lebih baik dari pada Endang.

Sontak kericuanpun terjadi emak emak para pendemo berteriak tidak terima dengan apa yang disampaikan camat. Para emak-emak menduga penilaian subjektif tersebut sudah settingan, karena pengangkatan Kepling IX Pulo Brayan diduga kuat orangnya Camat dan oknum anggota DPRD  ucapan sejumlah emak-emak yang kesal sambil keluar dari aula

Menanggapi aksi warga Perwira II, Lingkungan IX, Camat Medan Timur, Fernanda dalam wawancaranya mengatakan, pengangkatan Kepling sesuai dengan mekanisme yang diatur melalui Perda Kota Medan Nomor: 9 Tahun 2017 dan Perwal Kota Medan Nomor : 21 Tahun 2021 tentang pengangkatan  dan pemberhentian Kepala Lingkungan.

"Kami akan terus melakukan pengawasan kepada, M. Salim. Jika nantinya dia melanggar ketentuan-ketentuan yang berlaku segera kami copot,",tegas Camat

Emak-emak pendemo yang kecewa atas keputusan Camat yang ngotot M. Sallim menjadi kepling IX pulo Brayan, dalam hal ini warga Lingkungan IX pulo Brayan protes dan mengkritik Walikota Medan Rico Waas yang tidak tegas dalam pengawasan dalam pengangkatan kepling dan mendesak menonaktifkan Camat Medan Timur dan lurahnya dugàan adanya terlibat kecurangan tidak netral, dalam waktu ini warga akan kembali melakukan aksi demo ke kantor walikota ungkap seorang ibu rumah tangga  yang kesal warga Lingkungan IX (tim)

Diterbitkan: faktapagi.com

Bagikan artikel ini

  
Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar