![]() |
| Foto ilustrasi. |
Dirinya berencana hendak ke Serian Serawak, untuk berangkat ia telah menyiapkan semua dokumen yang diperlukan, untuk memperoleh Cap dari keimigrasian ia juga antri seperti layaknya semua orang. Karena sejatinya tujuannya hanya untuk berwisata dan bersilaturahmi ke Serian tanpa maksud melakukan peliputan, karena kartu pers Indonesia memang tidak berlaku di sana.
Namun, tiba-tiba datang seseorang berpakaian preman mencegat,orang tersebut langsung mendekati dan menghadang aktivitasnya dengan sedikit intimidatif.
Tanpa ada penjelasan,orang tersebut menuduh ada kejanggalan pada dirinya, hanya saja orang tersebut tidak menjelaskan kejanggalan apa, bahkan ia langsung membawa masalah ini ke petugas kepolisian yang bertugas di lokasi. Akibat laporan tersebut, Dodi pun langsung dipanggil dan dimintai keterangan secara mendalam oleh Polisi Malaysia.
"Pihak kepolisian malaysia sempat memeriksa Handphone saya dan tidak menemukan bukti saya mengambil gambar ataupun video, tapi saya tetap di paksa dan dilarang melanjutkan perjalanan," jelasnya.
Setelah diperiksa oleh Polis Malaysia dokumen Dodi dinyatakan lengkap dan sah, namun proses pemeriksaan yang berlangsung cukup lama membuat suasana menjadi tidak nyaman dan merusak suasana liburannya.
Ia merasa kecurigaan yang berlebihan oleh Polisi Malaysia,hanya karena identitasnya sebagai seorang awak media.
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai keamanan dan kenyamanan wisatawan asing, khususnya warga Indonesia yang ingin berkunjung ke Malaysia.
Menanggapi hal ini, kalangan pers menilai tindakan orang tak dikenal yang seenaknya melapor dan menghadang orang adalah tindakan yang tidak profesional dan mencemarkan nama baik daerah tersebut.
Mereka menegaskan bahwa profesi jurnalis memiliki hak yang sama untuk berlibur dan bepergian seperti masyarakat biasa, selama tidak melanggar hukum dan memiliki dokumen keimigrasian yang lengkap.
Sampai saat ini belum diketahui apa motif orang tak dikenal tersebut melapor dirinya ke Polisi.
"Atas perlakuan tersebut dirinya tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Serian dan memilih segera kembali ke Indonesia demi menjaga keamanan dan kenyamanan diri," (Tino).
