![]() |
| Puskesmas Simpang Empat (foto istimewa). |
Klaim tersebut didasari oleh tahapan pelayanan sewaktu pasien tiba di Puskesmas tanggal 11 Agustus 2026 pukul 00,13 WIB. Pihaknya melalui Bidan yang bertugas pada saat itu telah melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan pasien.
"Begitu sampai di Puskesmas pasien langsung diperiksa tanda -tanda vital dan pemeriksaan kemajuan persalinan , pemeriksaan denyut jantung janin juga kita lakukan dan kondisi normal," tuturnya di depan awak media ını, Jumat (14/08/2026) di salah satu warung kopi jalan merdeka Timur desa Mungguk Sekadau Hilir.
Dari hasil pemeriksaan denyut jantung bayi normal diantara120 - 160 x/menit, usia kehamilan aterm ,TFU (Tinggi Fundus Uteri ) 25 cm, kemudian Tanda-tanda Vital normal saat pemeriksaan, pemeriksaan kemajuan persalinan pembukaan 2 cm dengan selaput Ketuban masih utuh, artinya belum masuk fase aktif.
"Sebab untuk melahirkan secara normal harus pembukaan 10,"ujarnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, hasil pemeriksaan di jelaskan kepada pasien, pasien di sarankan untuk istirahat dan di observasi di puskesmas .
Menurut pengakuan pasien saat ditanya oleh Bidan, bahwa dirinya tidak ada pengeluaran air dan selama di observasi di Puskesmas juga tidak ada pengeluaran air Ketuban.
Kemudian sekitar pukul 10.15 WIB dilakukan pemeriksaan kembali di dapatkan hasil pemeriksaan sudah memasuki fase aktif, bidan menjelaskan kepada pasien jika 4 jam kemudian tidak ad kemajuan persalinan akan dilakukan persiapan rujukan.
selanjutnya pukul 12.50 Wib bidan membawa pasien untuk dilakukan pemeriksaan USG oleh dokter puskesmas yang bertugas di dapatkan indikasi air ketuban berkurang. kemudian Bidan melakukan persiapan rujukan
Pasien selanjutnya dirujuk ke RSUD jam 13.40 WIB. Namun sebagai manusia biasa selama pelayanan mungkin ada kekurangan dan kehillafan dari para petugas.
"Kami berkerja sudah sesuai Standar Pelayanan (SP)," ucapnya (tar/man).
