![]() |
| Gedung Unhan foto istimewa. |
“Kami sedih, anak kami 3 tahun dipisah dari keluarga, digembleng pagi-siang-malam. Makan, tidur, kuliah semua diatur negara. Tapi lulusnya disamakan dengan yang sekolah 5 bulan. Rasanya pengorbanan 3 tahun itu hilang,” ungkap UN, salah satu orang tua kadet D3 Unhan asal Surabaya, Jumat (01/05/2026) kemarin.
Seperti diketahui masyarakat Umum, bahwa masa pendidikan 3 tahun di Fakultas Vokasi Logistik Militer Unhan, dengan kurikulum akademik di tambah pelatihan dasar kemiliteran adalah, sesuatu yang mempunyai nilai lebih dan luar biasa di banding pendidikan di Universitas lainnya.
Adapun untuk biaya selama pendidikan menggunakan biaya negara secara penuh. Berdasarkan LAKIP Kemhan 2023, pagu Unhan Rp 434,6 miliar per tahun. Estimasi nilai beasiswa per kadet D3 mencapai ratusan juta rupiah selama 3 tahun untuk asrama, makan, dan seragam.
Ironisnya, lulusan D3 Unhan setelah dilantik disamakan dengan lulusan SMA yang mengikuti seleksi Bintara TNI dan dilantik dengan pangkat Sersan Dua.(Serda)
Pengamat Militer menilai kebijakan ini perlu dievaluasi, menurut Komisi I DPR RI. “UU No. 34 Tahun 2004 Pasal 26 menegaskan pangkat didasarkan kualifikasi. Publik wajar bertanya, apakah kualifikasi 3 tahun kuliah vokasi pertahanan setara dengan kualifikasi 5 bulan Secaba? Jika iya, untuk apa negara investasi 3 tahun?” ujarnya.
Para orang tua kini berharap Presiden Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan 2019-2024 yang menggagas Unhan sebagai kampus bela negara, dapat meninjau kembali skema pembinaan karier lulusan D3 Unhan agar lebih berkeadilan dan sepadan dengan lama pendidikan serta anggaran negara yang dikucurkan (tim).
