![]() |
| Jamur yang di konsumsi oleh korban (foto istimewa) |
Namun FA (2) meninggal dalam perjalanan dan ibunya FL (44) memilih dirawat di rumah dan akhirnya meninggal pada tanggal 5 September dan dimakamkan pada tanggal 6 September pada satu lubang.
Setelah mendapat pertolongan di klinik setempat, tiga orang langsung di bawa ke Rumah Sakit Umum Sekadau.
Kapolres Sekadau AKBP Donny Molino Manoppo melalui Kapolsek Sekadau Hulu IPTU Agustam membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi pada Minggu (07/09/2025) pagi.
"Memang benar, ada dua korban meninggal dunia, yakni FL (44) dan putrinya FA (2)," terangnya.
Menurut Kapolsek, peristiwa ini berawal saat korban bersama keluarga mengonsumsi jamur hutan yang mereka temukan. Namun sisa jamur yang dikonsumsi oleh lima tersebut sudah dibuang oleh warga setelah kejadian, sehingga tidak ada yang berhasil diamankan. Namun, Kepolisian akan berkoordinasi untuk mengambil sampel jamur di sekitar lokasi hutan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Ia menambahkan, pihaknya melalui Unit Reskrim bersama Bhabinkamtibmas telah turun langsung menyampaikan belasungkawa dan memastikan kondisi korban selamat.
“Peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi kita semua agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi tumbuhan atau jamur yang belum dipastikan aman. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan,” pungkasnya( tar/wos)
