Faktapagi.com

Berita

Kalbar

Politik

Jumat, Maret 20, 2026

Setelah Ramadan Ukhuwah Islamiyah Harus Ditingkatkan

Suasana safari Ramadhan (foto istimewa) 
MEDAN-FAKTAPAGI.COM.Salah satu hikmah yang bisa dipetik dari bulan suci Ramadan adalah mengerjakan salat tarawih berjamaah. Ukhuwah islamiyah terjadi saat kita salat tarawih berjamaah. "Mestinya di luar salat berjamaah ukhuwah islamiyah juga terjadi. Jadi bulan suci Ramadan selama sebulan ini harus berbekas sebagai bekal menjalani 11 bulan lainnya baik itu ibadahnya, akhlaknya, ukhuwah islamiyah dan ukhuwah watoniyah juga harus lebih ditingkatkan,"demikian disampaikan KH Ustaz Khumaidi Al Jabali, S.Pdi saat mengisi Safari Ramadan 1447 Hijriah bertema "Ramadan Mempererat Ukhuwah Islamiyah,  Memperkokoh Persatuan Bangsa," di Masjid Taqwa, Polonia, Medan, Rabu (18/03/2026) kemarin.

Lebih jauh, di penghujung bulan suci Ramadan, kata Ustaz Khumaidi, kita harus pandai-pandai mengambil hikmah Ramadan. Sebab, orang yang sukses dalam menjalani Ramadan, adalah orang yang bisa merubah diri. "Karena Ramadan ini ibarat training. Orang yang sukses mengikuti Ramadan ini mestinya berubah minimal tambah ilmu, tambah iman, tambah ibadah dan akhlaknya,"sebutnya. 

Kalau ternyata setelah Ramadan tidak ada bekasnya, bisa selama mengikuti Ramadan  ini tidak sempurna. Beberapa hikmah yang bisa dipetik dari Ramadan diantaranya, puasa, salat tarawih berjamaah dan zakat fitrah. Dengan berpuasa, kata Ustaz Khumaidi, kita akan mengetahui bagaimana di luar sana orang yang mengalami kelaparan. 

Kalau kita sudah tahu bagaimana rasanya orang yang kelaparan diharapkan akan menumbuhkan sikap empati dan kepedulian pada orang yang membutuhkan dan kelaparan. "Hikmah lainnya dari berpuasa ialah melatih kejujuran dan kesabaran. Mestinya setelah bulan Ramadan berlalu dan kita tidak berpuasa lagi kejujuran dan kesabaran ini tetap terbawa,"ungkapnya. 

Sementara Ketua BKM Masjid Taqwa Polonia, Medan, Munawar menambahkan, Safari Ramadan yang mengangkat tema ukhuwah islamiyah sangat relevan dengan kondisi bangsa yang multikultural dan heterogen menjadi pengingat bagi kita semua. Kita butuh perekat yang menyatukan keragaman umat di Indonesia salah satu tindak kongkritnya Safari Ramadan kita pada malam ini. 

Sekadar informasi, rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijiriah ini sebelumnya juga sudah terlaksana dengan baik di Masjid Fail Khoir, Kampung Lalang, Jalan Gunung Krakatau 1, Kelurahan Rantau Laban, Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi (tim).

Sambut Idul Fitri, DPW A-PPI Sumut Gelar Acara Buka Puasa Bersama dan Bagikan Parcel Untuk Anggota

 

Berfoto bersama usai acara buka puasa bersama DPW A-PPI provinsi Sumut, Kamis (19/03/2026) di restoran Ayam Penyet.
MEDAN-FAKTAPAGI.COM. Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026. Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (DPW A-PPI) Sumatera Utara menggelar kegiatan buka puasa bersama. Acara buka puasa bersama itu dihadiri oleh seluruh anggota, pengurus DPD dari berbagai daerah, serta Dewan Penasehat organisasi, Kamis (19/03/2026) Di Ayam Penyet Cabe Hijau, Jalan Sunggal No. 270, Medan Sunggal.

Acara buka puasa bersama bertambah santai dan nyaman di Restoran yang memiliki suasana pedesaan asri dan dekorasi vintage sebagai tempat yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi antar insan pers Sumut.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPW A-PPI Sumut, Hardep S.H, mengumumkan adanya perubahan struktur kepengurusan pada posisi Sekretaris. Jabatan yang sebelumnya diemban oleh Iren Sinaga, kini resmi dipercayakan kepada Leo Wijaya SE. Perubahan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi baru dalam pengembangan organisasi yang merupakan wadah insan pers bermartabat dan intelektual tersebut.

Dalam sambutannya, Hardep SH menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini bertujuan untuk semakin mempererat solidaritas dan kekompakan seluruh anggota A-PPI Sumut. "Momentum ini kita jadikan untuk memperkuat kebersamaan. Apalagi dalam waktu dekat, A-PPI Sumut juga akan melaksanakan agenda pelantikan kepengurusan," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rencana kegiatan penting A-PPI Sumut pada semester kedua tahun ini, antara lain:

1. Pelatihan peningkatan kompetensi jurnalistik digital yang akan digelar pada bulan Mei 2026, bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Jurnalistik (LPJ) Medan.

2. Forum diskusi nasional bertema "Peran Pers dalam Membangun Literasi Digital Masyarakat" yang akan diadakan pada bulan Juli 2026 .

"Kita berkomitmen tidak hanya fokus pada perkembangan profesi jurnalistik, tetapi juga berkontribusi aktif dalam kemajuan masyarakat Sumatera Utara," tambah Hardep SH.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh pengurus dan anggota yang hadir, menjadi simbol kebersamaan dan soliditas organisasi yang berperan penting dalam menjaga profesionalisme dan etika jurnalistik di Sumatera Utara. 

Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (A-PPI) adalah organisasi profesi nasional yang mewadahi pewarta dari berbagai media di seluruh Indonesia, dengan fokus pada peningkatan kompetensi, perlindungan advokasi, serta penguatan etika dan intelektualitas pers.

Turut hadir dalam acara tersebut Pembina DPW A--PPI Sumut Tengku Asri, Octo GM Simangunsong,S.H dan Penasehat DPW A-PPI Sumut Henry Pakpahan SH, serta para Ketua DPD A-PPI dari berbagai daerah seperti Deli Serdang, Tebing Tinggi, dan Kota Medan. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan pembagian parsel Lebaran kepada anggota sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap kesejahteraan anggotanya (rzy).

Kamis, Maret 19, 2026

Memaknai Keberkahan Ramadan,untuk Masa Depan Imigrasi Entikong yang Berintegritas. Oleh: Fitra Izharry, A.Md.Im., S.H., M.H. Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong

ENTIKONG-FAKTAPAGI.COM.​Waktu berlalu begitu cepat. Tidak terasa kita telah berada di penghujung bulan suci Ramadan, bersiap menyambut fajar kemenangan Idul Fitri. Di beranda terdepan Nusantara, tepatnya di Entikong, suasana spiritual ini memberikan ruang refleksi yang sangat mendalam bagi kami. Di tengah rutinitas pelayanan dan penjagaan pintu gerbang negara, ada sebuah pertanyaan fundamental yang sering kali terngiang dalam benak saya, ialah "Bagaimana sebuah institusi pelayanan publik, khususnya Kantor Imigrasi, dapat mengambil peran nyata dalam menegakkan nilai-nilai spiritual dalam setiap langkah pengabdian?".

​Dalam petunjuk-Nya, janji bagi mereka yang berbuat kebaikan adalah pertolongan dan kedudukan yang teguh. Bagi kami, para insan imigrasi di perbatasan, pengabdian yang bernilai ibadah tidak diterjemahkan sekadar melalui syiar di atas mimbar. Pengabdian tersebut mewujud dalam bentuk yang paling nyata, yaitu menegakkan keadilan, menjaga amanah pimpinan dan negara, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan hati yang ikhlas.

​Ketika seorang petugas di loket pelayanan mempermudah urusan warga tanpa pamrih, atau ketika petugas di perbatasan menolak praktik suap dan melindungi bangsa dari ancaman kejahatan lintas negara seperti perdagangan manusia (TPPO), sejatinya ia sedang menegakkan nilai-nilai kebenaran ilahiah di muka bumi. Pekerjaan administratif dan pengawasan berubah dimensi menjadi ladang amal jariyah.

​Momentum ibadah puasa adalah kawah candradimuka yang paling sempurna untuk institusi ini. Puasa mengajarkan kita tentang kejujuran hakiki sebuah kondisi di mana kita menahan diri dari hal yang membatalkan puasa bukan karena takut dilihat atasan atau manusia, melainkan karena kesadaran penuh akan pengawasan Sang Pencipta (muraqabah). Kesadaran transendental inilah yang menjadi fondasi utama bagi masa depan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong.

"​Saya sepenuhnya menyadari, bahwa inovasi teknologi yang mutakhir dan fasilitas gedung semegah apa pun tidak akan memberikan dampak yang maksimal tanpa adanya integritas moral dari sumber daya manusianya. Menjelang Idul Fitri tahun ini," katanya.

"Saya mengajak seluruh jajaran Kanim Entikong dan masyarakat luas untuk memandang tugas keimigrasian bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan sebuah jalan pengabdian spiritual,"katanya.

​Masa depan Imigrasi Entikong harus dan akan terus dibangun di atas fondasi iman, profesionalisme, dan integritas yang tak bisa ditawar. Kita ingin menjadikan kantor ini sebagai benteng yang ramah serta melayani bagi mereka yang berhak, namun berdiri tegak dan tegas terhadap segala bentuk pelanggaran hukum. Ini adalah komitmen masa depan kita bersama mewujudkan sebuah institusi yang transparan, responsif, dan bersih dari segala bentuk penyelewengan.

​Semoga semangat kejujuran dan empati yang ditempa selama Ramadan tidak ikut pergi seiring bergantinya bulan. Jika kita menjaga amanah pelayanan publik dan berbuat adil kepada setiap pemohon, niscaya Allah akan menolong kita dalam mewujudkan tata kelola birokrasi Kanim Entikong yang gemilang di masa depan.

​Akhir kata, mewakili keluarga besar Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong, saya memohon maaf lahir dan batin. Mari melangkah ke depan dengan niat suci, integritas yang utuh, dan dedikasi tertinggi untuk negeri.Oleh: Fitra Izharry, A.Md.Im., S.H., M.H. Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong (Tino).

Mudik Aman Berbagi Harapan” PTPN 1 Regional 1 Lepas Tiga Bus Mudik Gratis

 

Pelepasan mudik menjelang hari raya Idul Fitri oleh Region Head PTPN I Regional I, Selasa (17/03/2026) di halaman kantor.
TANJUNG MORAWA -FAKTAPAGI.COM. Region Head PT Perkebunan Nusantara I Regional 1, Wispramono Budiman bersama Operation Head Ganda Wiatmaja melepas keberangkatan tiga unit bus mudik gratis bagi masyarakat dan keluarga besar PTPN yang akan pulang ke kampung halaman menjelang Hari Raya Idulfitri. Acara pelepasan dilakukan di halaman Kantor PTPN I Regional 1 di Tanjung Morawa, Selasa (17/03/2026) kemarin.Dalam sambutannya, Wispramono Budiman menyampaikan harapannya agar para peserta mudik dapat menempuh perjalanan dengan aman serta menikmati momen Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.

“Selamat jalan, semoga sampai di tujuan dengan aman dan dapat menikmati Lebaran di kampung halaman bersama keluarga,” ujarnya saat melepas rombongan pemudik.

Operation Head PTPN I Regional 1, Ganda Wiatmaja, mengatakan bahwa program mudik gratis ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat, khususnya mereka yang akan merayakan Idulfitri di kampung halaman.

Menurutnya, selama ini PTPN 1 Regional 1 hanya berpartisipasi dalam program mudik gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Namun pada tahun ini, perusahaan untuk pertama kalinya menyelenggarakan program mudik gratis secara mandiri dengan menyiapkan tiga unit bus bagi masyarakat.

Adapun tiga bus yang disediakan melayani beberapa rute perjalanan, yakni satu bus menuju Pekanbaru, Riau, melalui rute Labuhan Batu, dan dua bus lainnya menuju Bukit Tinggi, Sumatera Barat, melalui rute Padang Sidempuan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus memberikan alternatif transportasi yang lebih aman bagi para pemudik dibandingkan menggunakan sepeda motor dan mengurangi jumlah kepadatan kendaraan mudik di jalan,” kata Ganda.

Ia menambahkan, program mudik gratis ini direncanakan menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan melalui PTPN 1 Regional 1 sebagai bagian dari program yang diinisiasi oleh Danantara dan BP BUMN yang melibatkan PTPN Group.

Manajemen Regional 1 berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan jumlah peserta yang lebih banyak, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Sejalan dengan harapan Manajemen Regional 1, salah seorang masyarakat yang ikut dalam rombongan mudik gratis dengan tujuan Bukit Tinggi, Bapak Erwin mengatakan “Kami dari Masyarakat mengucapkan banyak terima kasih kepada PTPN I yang telah mengadakan mudik lebaran bersama rombongan keluarga kita semua , jadi kita berharap di tahun-tahun berikutnya masih bisa dilaksanakan mudik gratis ini”.

Acara pelepasan Mudik gratis PTPN I Regional 1 ini juga dihadiri Kepala Bagian dan seluruh karyawan karyawati PTPN I Regional 1 Tanjung Morawa (rky).

Semua Elemen Harus Bersuara Agar Kasus Andrie Yunus Terungkap

 

Kegiatan PGD dari berbagai elemen untuk mendesak aparat mengusut tuntas kasus penyiraman Andre Yunus beberapa waktu lalu.
MEDAN-FAKTAPAGI.COM.Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Irfan Sahputr, SH, MH menyatakan mendukung Polri agar objektif dan profesional dalam penanganan kasus penyiraman air keras terhadap pembela HAM yang juga aktivis KontraS, Andrie Yunus. Dia minta semua pihak khususnya, para pembela HAM dan mahasiswa terus bersuara sampai kasus ini terungkap sampai ke otak pelakunya. 

"Kita tegas dalam kasus yang menimpa Andrie Yunus merupakan tindak pidana percobaan pembunuhan berencana. Melihat temuan di lapangan para pelaku diduga aktor-aktor yang terlatih terlihat dari mekanisme yang dilakukan, mulai dari mekanisme pemantauan dan profiling bukan dilakukan oleh orang sembarangan. Untuk itu, kita harus dukung Polri agar objektif dan profesional dalam menangani kasus ini,"jelasnya saat memaparkan materi dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema "Aparat Negara Harus Menjamin Demokrasi dan Keselamatan Rakyat", Selasa (17/3) di Sekretariat Badko HMI Sumut Jalan Adinegoro Nomor 15, Medan. 

Lebih jauh disampaikan Irfan, kasus yang menimpa Andrie Yunus diduga dilakukan oleh orang-orang terlatih dan bukan orang sembarangan. Indikasinya, kalau dilakukan oleh orang awam Polri akan mudah menangkap para pelakunya. Sedangkan dalam kasus ini, sudah berjalan hampir sepekan aktor lapangan belum juga tertangkap. 

"Kita juga mendesak lembaga independen Komnas HAM, jika ada indikasi keterlibatan aparatur negara Komnas HAM harus aktif melakukan penyelidikan. Kalau ini dibiarkan tidak tertutup kemungkinan bakal terjadi oleh para pembela HAM di Indonesia, kita sebagai mata Andrie Yunus harus mengawal kasus ini. Kalau ini tidak dikawal akan menjadi preseden buruk dan catatan buruk negara gagal mengungkap kasus ini,"ungkapnya. 

Direktur Bakumsu, Juniaty Aritonang, M. Sos menyampaikan, dalam kasus yang dialami Andrie Yunus, terlihat memang ada sesuatu yang sistematis yang terencana. Fakta yang terjadi ini dilakukan orang-orang yang terorganisir dan berpengalaman. "Dugaan kuat saya, memang ada nuansa muatan TNI, Mengapa? Karena kerja-kerja Andrie sebelumnya dalam RUU TNI dia sangat vokal mengkritisi kebijakan tersebut, kalau berkaca dari tuntutan yg terjadi, saat dia mengkritisi UU TNI disitu dia mengalami percobaan pembunuhan,"jelas Juniaty. 

Dari sisi sosial politik, lanjut Juniaty, ini merupakan upaya pembungkaman suara-suara kritis. Andrie salah satu contoh kasus, bagaimana aparat negara melakukan pembungkaman suara-suara kritis dari masyarakat sipil. 

Sementara, Ketua Badko HMI Sumut, Yusril Mahendra Butar-butar menambahkan, dalam pernyataan sikapnya Badko HMI Sumut mengutuk keras penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sebagai bentuk kekerasan yang tidak berprikemanusiaan dan bertentangan dengan nilai-nilai Islam, prinsip kemanusiaan universal,  serta cita-cita konstitusi RI. Badko HMI Sumut juga menegaskan bahwa teror terhadap aktivis merupakan ancaman serius terhadap demokrasi, kebebasan sipil dan perjuangan masyarakat dalam menegakkan keadilan dan HAM. 

"Mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan , profesional dan independen termasuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat baik sebagai pelaku langsung maupun aktor intelektual di balik peristiwa. Menuntut negara untuk menjamin perlindungan yang nyata terhadap para pembela HAM, aktivis masyarakat sipil dan seluruh warga negara yang memperjuangkan nilai keadilan dan kemanusiaan,"tukasnya

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Badko HMI Sumut, Yusril Mahendra Butar-butar dan dua Narasumber lainnya yakni, Direktur Bakumsu, Juniaty Aritonang, M. Sos dan Pengamat HAM, SH, MH (tim).

Rabu, Maret 18, 2026

Tudingan Tak Berdasar, Pengurus SPBU Rawak Bantah Berita Media Online

 

Antrian kendaraan milik warga untuk mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Rawak, Rabu (18/03/2026). 
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Isu yang diberitakan salah satu media online Kalbarpost terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Rawak tidak berdasar, pasalnya tuduhan pengisian Jeriken seperti yang panjang dalam foto berita tersebut belum di konfirmasi kepada pihak pengelola, apakah foto tersebut betul-betul pengisian di SPBU tersebut.

Karena sejak beberapa bulan ını kondisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite agak kurang distribusi dari Pontianak lantaran musim kemarau beberapa bulan lalu.
"Kalau Pertalite ada kami selalu jual dengan aturan yang berlaku, antrian penguna kendaraan sampai ke jalan, dan kami tidak pernah menjual kepada pihak yang mengunakan Jeriken," kata Pengurus SPBU Rawak kepada media ını, Rabu (18/03/2026).

"Kalau Pertalite ada kami selalu jual dengan aturan yang berlaku, antrian penguna kendaraan sampai ke jalan, dan kami tidak pernah menjual kepada pihak yang mengunakan Jeriken," kata Pengurus SPBU Rawak kepada media ını, Rabu (18/03/2026).

Karena lanjut dia, kami sadar akan aturan, karena menjual BBM subsidi kepada pembeli mengunakan Jeriken sangat dilarang. Apalagi pada saat ını kondisi BBM subsidi agak langka. Tapi sebaliknya, jika pembeli mengunakan Jeriken untuk BBM non subsidi tidak ada larangan.

"Jangan-jangan foto orang beli BBM non subsidi dipajang difoto berita tersebut, karena jika non subsidi bebas mau pakai drum atau Jeriken tidak ada larangan," katanya.

Pantauan media ını dilapangan pada hari Rabu tanggal 18 Maret 2026 sekitar pukul 10.00.wib pengisian BBM jenis Pertalite di SPBU Rawak tidak terjadi penyelewengan seperti yang diberitakan kalbarpost, antrian memang ramai tapi tidak ada yang bawa Jeriken. 

Karena BBM jenis Pertalite agak sulit dicari saat ını, sehingga ketika tadi ada Di SPBU Rawak diserbu warga, baik yang mengunakan sepeda motor mau maupun mobil. Tidak terlihat warga yang bawa Jeriken.

Awak media ını sempat menanyakan kepada pihak SPBU Rawak, ramai sekali antri kendaraan sampai ke jalan, ia menjawab soalnya tadi pagi kita mulai jual Pertalite bang, sehingga mereka antri.

"Tadi pagi kami jual Pertalite bang, sehingga diserbu warga baik sepeda motor mau mobil,makannya antrian sampai ke jalan," katanya (tar).


Refleksi 1 Syawal 1447 H Kembali ke Fitrah, Kepala Kanim Entikong Pertegas Integritas Pelayanan Bersih di Etalase Negara

Foto istimewa.
ENTIKONG-FAKTAPAGI.COM.Gema takbir yang berkumandang menyambut 1 Syawal 1447 Hijriah membawa makna mendalam bagi seluruh umat muslim, tak terkecuali bagi jajaran penjaga pintu gerbang negara. Bagi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong, Idul Fitri tahun 2026 ini bukan sebatas perayaan kemenangan pasca-Ramadan, melainkan momentum krusial untuk mereset dan mengkalibrasi ulang komitmen integritas dalam melayani masyarakat.

​Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong, Fitra Izharry, A.Md.Im., S.H., M.H., menegaskan bahwa esensi "kembali ke fitrah" memiliki korelasi yang sangat kuat dengan nilai-nilai profesionalisme aparatur sipil negara, khususnya di wilayah perbatasan.

​"Fitrah itukan artinya kembali suci, kembali bersih. Dalam konteks pengabdian, ini adalah titik nol bagi kita untuk menanggalkan segala kebiasaan buruk dan kembali pada niat awal untuk tetap melayani dengan jujur, tanpa pamrih, dan bersih dari segala bentuk penyelewengan. Integritas adalah wujud nyata dari fitrah seorang pelayan publik," ujar Fitra Izharry dalam keterangan resminya belum lama ini.

​Sebagai salah satu Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) darat tersibuk yang berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia, Kanim Entikong memikul beban ganda. 

Selain sebagai fasilitator perlintasan yang aman dan nyaman, pos ini adalah etalase wajah penegakan hukum Indonesia di mata dunia.

​Fitra menyadari betul, bahwa godaan dan tantangan di wilayah perbatasan tidaklah mudah. Mulai dari potensi pelanggaran keimigrasian hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Menjaga beranda terdepan Negara butuh lebih dari sekedar ketelitian dan juga membutuhkan keteguhan hati. "Puasa selama sebulan penuh telah melatih kita untuk menahan diri dari hal yang membatalkan maka pasca-Ramadan ini, Insyaallah jajaran Kanim Entikong semakin tangguh menahan diri dari segala bentuk kompromi yang mencederai integritas," tegasnya.

​Lebih lanjut, Fitra berharap agar spirit Idul Fitri 1447 H dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas, khususnya para pelintas batas yang mudik atau bepergian melalui TPI Entikong, lewat pelayanan keimigrasian yang semakin ramah, transparan, dan humanis.

​"Atas nama pribadi, keluarga, dan keluarga besar Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin. Mari kita jadikan momen suci ini sebagai pijakan untuk melangkah maju, membawa Imigrasi Entikong menjadi garda terdepan yang tidak hanya kuat secara sistem, tapi juga mulia karena integritasnya," tutup Fitria (tino).

Ketua PGK Sumut Ajak masyarakat Dukung Program Pemerintah Sekarang

Foto istimewa.
MEDAN-FAKTAPAGI.COM. Ditengah memanasnya situasi geopolitik global, generasi muda di Indonesia khususnya di Sumatera Utara (Sumut) diminta  tetap fokus memberikan kontribusi positif bagi rakyat Indonesia. Salah satu cara dengan mendukung program-program pemerintah. 

"Kita berharap anak muda bisa semakin kompak dan semangat berkarya walaupun secara geopolitik global tidak menguntungkan karena perang. Walau demikian kita tetap fokus dan memberikan kontribusi positif bagi rakyat Indonesia,"jelas Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Sumut, Hendra Hidayat, M,Si di sela-sela kegiatan buka puasa bersama dan untuk mendukung Kebijakan Pemerintah menuju Indonesia Emas 2045, Selasa (17/03/2026) di Medan. 

Program-program pemerintah seperti, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih (KMP), Makan Bergizi Gratis (MBG) saling berkaitan untuk menuju Indonesia Emas 2045 dengan keuntungan bonus demografi yang harus kita manfaatkan dengan optimal. Untuk itu, PKG Sumut kata Hendra, yang ada di tiap-tiap kabupaten harus terus mendukung program-program pemerintah serta berkolaborasi dengan pemerintah daerah guna memberi dukungan dan pemantauan bagaimana program pemerintah ini berjalan dengan baik. 

"Harus kita bantu untuk mensukseskan semua program pemerintah yang saling berkaitan untuk mensejahterakan masyarakat, disisi lain adanya peperangan yang terjadi di Luar Negeri, kita harus tetap komitment mendukung setiap kebijakan Pemerintah," ingatnya.

Diskusi tersebut menghadirkan Narasumber akademisi sekaligus tenaga pendidik, Ninda Ulfa, M.Pd, dalam pemaparannya, Ninda menyampaikan, Indonesia saat ini tengah dihadapkan pada tantangan bonus demografi pada tahun 2045 mendatang. Tentunya, bonus demografi tidak bisa dicapai kalau hanya sekadar program saja. 

Menurut dia, Visi Indonesia tahun 2045 mengharapkan agar Indonesia menjadi negara yang maju dengan SDM yang unggul dan berdaya saing. Harus dimulai dari pemenuhan gizi. Sebab gizi dengan  perkembangan intelektual sangat berhubungan. 

"Anak dengan  kecerdasan yang tinggi umumnya punya kecukupan gizi yang baik,"ungkapnya. 

Gizi, kata dia lagi, sangat berpengaruh pada kemampuan kecerdasan anak. Untuk menjawab tantangan pemenuhan gizi bagi anak Indonesia pemerintah meluncurkan program MBG. 

Untuk meningkatkan status gizi masyarakat dan kualitas pendidikan. Negara coba hadir dilingkungan masyarakat dengan program MBG. "Negara hadir dengan adil dan kesetaraan. Mari kita dukung program ini sambil melakukan pengawasan,"jelasnya.

"Manfaat lain, tingkat kehadiran siswa di sekolah lebih tinggi. Adanya program MBG anak-anak  jadi suka hadir ke sekolah. Waktu libur, MBG tetap diberikan. Selain kecerdasan dan gizi terpenuhi, animo siswa ke sekolah lebih meningkat.

"Setiap program yang dijalankan Pemerintah tentunya membawa dampak yang baik bagi masyarakat, sehingga perlu kita dukung," cetusnya (tim).

Selasa, Maret 17, 2026

Libur Idul Fitri, Dinas LH Atur Jadwal Pembuangan Sampah

 

Himbauan.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Lingkungan (LH) kabupaten Sekadau Apeng Petrus, S.STP menyampaikan bahwa, pada saat libur Idul Fitri tahun 2026 dari tanggal 20 sampai 22 Maret tim kebersihan dari Dinas LH tidak melakukan pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan. Agar tidak menyebabkan penumpukan di Tempat Pengangkutan Akhir (TPA) maka diminta kepada seluruh masyarakat Sekadau yang tingal di lingkungan perkotaan,untuk tidak mengeluarkan sampah pada tanggal tersebut diatas.

"Karena pada tanggal tersebut petugas kebersihan tidak masuk kerja," katanya kepada media ını, Selasa (17/03/2026) melalui pesan Whatsapp.

Pada tanggal tersebut lanjut Apeng, masyarakat diminta memilah sampah sebelum diantar ke Boxtrol atau titik tumpukan pengangkutan armada sampah atau lebih dikenal dengan tempat penampungan sementara.

Pemilahan tersebut dimaksudkan, supaya sampah yang bisa dibuang pada saat libur hanya sampah tertentu, yakni sampah An-organik (Residu) karena sampah seperti ını bisa tahan lama seperti botol, kantong plastik dan lain-lain.

"Artinya sampah yang non -An-Organik tidak boleh di simpan di TPA pada hari libur yang dimaksud," pesan Apeng.

Untuk memperlancar semua aktivitas pengelolaan sampah, ia juga meminta agar masyarakat yang tinggal di lingkungan kota Sekadau, untuk taat membayar Restribusi baik melalui juru pungut maupun melalui non-tunai.

"Semua ini demi kelancaran pengelolaan sampah di kabupaten Sekadau," ingatnya (tar).

Senin, Maret 16, 2026

Jadi Sorotan, Penerimaan Mahasiswa Pindahan ke UNW Diduga Melanggar Prosedur

Berfoto bersama.
SEMARANG-FAKTAPAGI.COM. Isu penerimaan mahasiswa pindahan ke Universitas Ngudi Waluyo (UNW)sarat dengan malapraktik adiministrasi , karna diduga mahasiswa yang di terima mantan mahasiswa yang terlibat Narko. Hal ini menjadi sorotan publik dan BNN disebabkan penerimaan tidak melalui prosedur administrasi yang dipersyaratkan masuk Perguruan Tinggi.

Hal ini menjadi sorotan dilingkungan Kampus bagaimana bisa menerima mahasiswa yang pernah terlibat penyalahgunaan  narkoba di lingkungan perguruan tinggi

 Kali ini, perhatian tertuju pada Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Ungaran terkait dugaan pelanggaran prosedur penerimaan mahasiswa baru yang mengabaikan aspek pencegahan narkoba dan aturan administratif kepolisian.

Dugaan sementara diduga terjadi  Maladministrasi dan Keterlibatan Oknum Dosen fakultas hukum.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, muncul dugaan kuat adanya praktik "jalur belakang" dalam penerimaan mahasiswa pindahan. 

Kasus ini mencuat melibatkan seorang mahasiswa berinisial " "AM, " pindahan dari Universitas Tarumanagara, yang mendaftar di Fakultas Hukum melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Pendaftaran AM diduga difasilitasi oleh oknum dosen berinisial AC, yang menjabat sebagai salah satu Ketua Program Studi (Kaprodi). AC diduga memberikan janji kepada orang tua AM bahwa anaknya dapat diterima tanpa melalui tes akademik maupun tes kesehatan bebas narkoba, yang seharusnya menjadi syarat mutlak masuk universitas.

Bahkan, muncul iming-iming kemudahan mendapatkan ijazah S-1 Hukum tanpa melalui prosedur akademik yang semestinya.

Ironisnya, AM diduga memiliki rekam jejak sebagai pecandu dan pengedar narkoba, serta dikabarkan pernah berurusan dengan pihak kepolisian di Jakarta Selatan. 

Pengabaian syarat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan tes urin oleh pihak rektorat dalam kasus ini dinilai sangat berisiko bagi stabilitas keamanan kampus.

Mendengarkan hal itu,respons tegas kepala BNN Provinsi Jawa Tengah menyikapi fenomena ini, Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr. Agus Rohmat,Sik.Mhum memberikan imbauan keras kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi di Jawa Tengah, termasuk Universitas Ngudi Waluyo, untuk memperketat pengawasan.

Menurut dia, Mahasiswa yang sudah terkontaminasi NAPZA sangat sulit mengikuti perkuliahan dengan baik karena fungsi kognitif otak mereka terganggu. "Kami meminta pihak kampus tidak berkompromi dengan prosedur, terutama tes bebas narkoba bagi mahasiswa baru maupun pindahan," tegas Brigjen Pol. Agus Rohmat. 

Strategi BNN dalam Membentengi Kampus BNN RI bersama Polda Jateng terus mendorong langkah-langkah strategis untuk menciptakan kampus BERSINAR (Bersih Narkoba) melalui empat pilar utama:

Yakni dengan acar tindakan preventif serta sosialisasi masif mengenai bahaya New Psychoactive Substances (NPS) dan pembentukan Satgas Anti Narkoba di tingkat mahasiswa.

Kemudian cara yang kedua dengan pemberdayaan masyarakat: Melatih mahasiswa menjadi agent of change yang memiliki ketahanan diri untuk menolak narkoba.

Selanjutnya dengan cara melakukan rehabilitasi dengan cara mengajak mahasiswa yang terjerat sebagai korban narkoba untuk melapor dan menjalani rehabilitasi medis tanpa rasa takut dipidana.

Serta penegakan Hukum, BNN tidak segan-segan melakukan tindakan tegas terhadap oknum, bandar, atau kurir yang mencoba menyasar generasi muda di lingkungan pendidikan.

BNN juga mengingatkan dampak fatal penyalahan narkoba, bahwa penyalahgunaan narkoba berdampak langsung pada penurunan prestasi yang disertai dengan gangguan daya ingat dan hilangnya konsentrasi.

Perubahan perilaku,sering membolos, apatis, dan pola tidur terganggu. Kemudian masalah mental,memicu depresi dan kecemasan akut. Sanksi berat serta risiko pemberhentian studi (Drop Out) dan jeratan hukum pidana.

Saat wartawan diminta pendapat terkait penyalahgunaan Narkoba kepada BNN Minggu (15/03/2026) kemarin 

Pihak BNN dan Polda Jateng berharap agar manajemen universitas tetap tegak lurus pada aturan demi menjaga integritas institusi pendidikan dan menyelamatkan generasi emas Indonesia dari ancaman narkotika. Ujarnya kepada rekan media (tim).

Iklan dewan

Iklan dewan

Lifestyle

Kuliner

Kesehatan