Refleksi 1 Syawal 1447 H Kembali ke Fitrah, Kepala Kanim Entikong Pertegas Integritas Pelayanan Bersih di Etalase Negara
![]() |
| Foto istimewa. |
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong, Fitra Izharry, A.Md.Im., S.H., M.H., menegaskan bahwa esensi "kembali ke fitrah" memiliki korelasi yang sangat kuat dengan nilai-nilai profesionalisme aparatur sipil negara, khususnya di wilayah perbatasan.
"Fitrah itukan artinya kembali suci, kembali bersih. Dalam konteks pengabdian, ini adalah titik nol bagi kita untuk menanggalkan segala kebiasaan buruk dan kembali pada niat awal untuk tetap melayani dengan jujur, tanpa pamrih, dan bersih dari segala bentuk penyelewengan. Integritas adalah wujud nyata dari fitrah seorang pelayan publik," ujar Fitra Izharry dalam keterangan resminya belum lama ini.
Sebagai salah satu Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) darat tersibuk yang berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia, Kanim Entikong memikul beban ganda.
Selain sebagai fasilitator perlintasan yang aman dan nyaman, pos ini adalah etalase wajah penegakan hukum Indonesia di mata dunia.
Fitra menyadari betul, bahwa godaan dan tantangan di wilayah perbatasan tidaklah mudah. Mulai dari potensi pelanggaran keimigrasian hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Menjaga beranda terdepan Negara butuh lebih dari sekedar ketelitian dan juga membutuhkan keteguhan hati. "Puasa selama sebulan penuh telah melatih kita untuk menahan diri dari hal yang membatalkan maka pasca-Ramadan ini, Insyaallah jajaran Kanim Entikong semakin tangguh menahan diri dari segala bentuk kompromi yang mencederai integritas," tegasnya.
Lebih lanjut, Fitra berharap agar spirit Idul Fitri 1447 H dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas, khususnya para pelintas batas yang mudik atau bepergian melalui TPI Entikong, lewat pelayanan keimigrasian yang semakin ramah, transparan, dan humanis.
"Atas nama pribadi, keluarga, dan keluarga besar Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin. Mari kita jadikan momen suci ini sebagai pijakan untuk melangkah maju, membawa Imigrasi Entikong menjadi garda terdepan yang tidak hanya kuat secara sistem, tapi juga mulia karena integritasnya," tutup Fitria (tino).










