![]() |
| Hasil uji laboratorium Air sungai Sekadau. |
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Terkait postingan warga kabupaten Sekadau sebagai konsumen air PAM yang menyebabkan ikan mati serta menuding bahwa air sungai Sekadau yang digunakan oleh Perumda Sirin Meragun untuk menambah debet air bagi konsumen air PAM di kabupaten Sekadau adalah keliru. Sebab, sebelum digunakan air tersebut terlebih dahulu dilakukan uji laboratorium oleh Management Perumda Sirin Meragun.
Berdasarkan hasil uji laboratorium Sucofindo Pontianak tanggal 21 Juli 2026, bahwa tersebut air Sungai Sekadau hanya 0.0008 kandungan Mercuri dengan ambang batas 0.001.
"Artinya, masih jauh diambang batas jika kita merunut tudingan terpapar Mercury, karena jika gunakan air untuk kebutuhan,mencuci, mandi, tidak ada masalah," kata Yok Kelak, ST Direktur Perumda Sirin Meragun kepada media ini, Senin (27/07/2026) dikantornya.
Jika ada postingan ikan Arwana yang mati di medsos yang diduga terkena air PAM itu persoalan lain, karena air di siapkan oleh Perumda Sirin Meragun bukan air minum tetapi hanya air bersih.
"Jika ingin pelihara ikan Arwana,tentu pemilik harus melihat air yang layak, kalau ikan mati mau nyalahkan perusahaan air dak bisa, kami bukan nyiapkan air untuk pelihara ikan, tetapi untuk mandi dan mencuci," katanya.
Dikatakan dia, penambahan air dari sungai Sekadau oleh Management Perumda Sirin Meragun untuk mengantisipasi kekurangan air menjelang Gawai Dayak kemarin, karena kedatangan tamu Gawai dari luar tidak bisa diprediksi berapa, agar hotel dan penginapan serta rumah makan tidak kekurangan air untuk mencuci dan mandi, kita siapkan air tambahan, karena jika mengharapkan debit air Sirin Meragun, dengan kondisi cuaca kemarau ını pasti tidak cukup.
"Makanya gunakan air sungai Sekadau sebagai tambahan debit air,"ucapnya (tar).
,

