![]() |
| Yodi Setiawan |
Kondisi seperti ini tentu menjadi perhatian serius, apalagi saat ini harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mengalami kenaikan sedangkan produksi juga meningkat. Namun, anehnya pendapatan yang diterima oleh petani plasma disebut masih sama seperti saat harga TBS berada di kisaran tahun 2000-an.
“Saat ini harga TBS cukup baik, sedangkan produksi meningkat, tetapi pendapatan yang dibagikan kepada petani masih sama seperti saat harga sawit masih rendah dulu,”kata Yodi.
Disisi lain a ia mengaku menerima laporan dari sejumlah petani terkait belum adanya konversi kebun plasma, bahkan ada petani yang tidak mengetahui lokasi kebun plasma mereka berada. Padahal, perusahaan perkebunan tersebut telah beroperasi hampir 10 tahun bahkan lebih.
Masih ada petani yang belum konversi, ada juga yang tidak tahu posisi kebun plasmanya dimana. Sementara perusahaan sudah beroperasi hampir 10 tahun bahkan lebih. "Hal Ini akan menjadi bom waktu,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta perusahaan-perusahaan perkebunan sawit yang masih menghadapi persoalan tersebut segera melakukan pembenahan dan membuka komunikasi secara transparan dengan masyarakat maupun petani yang telah menyerahkan lahannya untuk program kemitraan plasma (tar).
