![]() |
| Berfoto bersama usai acara Forum Konsultasi Publik RSUD Sekadau, terkait pelayanan kepada masyarakat Sekadau, Sekadau Rabu (10/09/2025) di Aula RSUD Sekadau. |
Dalam sambutanya mengatakan,bahwa kegiatan forum konsultasi publik pelayanan RSUD penting dilakukan, karena RSUD indentik dengan pelayanan publik. Sehingga harus dilakukan konsultasi publik terkait pelayanannya.
Kita memahami,bahwa sebagai lembaga pelayanan tidak mungkin sempurna, pasti ada kekurangan. "Sebagus apapun pelayanan yang diberikan pasti memiliki kekurangan," kata Henry.
Oleh karena itu,saat ini pada kegiatan forum konsultasi publik, kita harus memberikan masukan dan saran kepada Management RSUD kabupaten terkait pelayanan kesehatan selama ini.
"Tujuan akhirnya adalah bagaimana meningkatkan layanan kesehatan di RSUD kabupaten Sekadau,"sarannya
Untuk diketahui lanjut Henry, bahwa RSUD yang kita miliki saat ini adalah RSU tipe C. Dalam forum ini yang menjadi pemikiran kita bersama, adalah bagaimana pelayanan RSUD ini bisa lebih baik.
Untuk penangganan penyakit jantung kata dia lagi, sedang diupayakan pelayanan, karena panyakit ini masih menjadi momok menakutkan, yang harus kita tangani, dan masuk program Nasional. "Mudah-mudahan bisa kita tangani termasuk cuci darah serta alat CT Scan sarananya masih dibangun," kata Henry.
Ditempat yang sama Direktur RSUD kabupaten Sekadau dr.Tanjung Harapan Tampubolon,dalam sambutanya mengatakan,bahwa forum konsultasi publik di RSUD Sekadau adalah untuk melihat hasil Surve kepuasan masyarakat terhadap pelayanan RSUD Sekadau serta menerima saran dan masukan dari berbagai pihak, serta Ormas yang ada.
"Kritik dari masyarakat terkait pelayanan RSUD sangat kami butuhkan," kata Tanjung.
Kami sadar lanjut dia,bahwa kesehatan merupakan sesuatu kebutuhan yang paling pokok masyarakat. Sehingga masukan dan saran dari masyarakat sebagai modal bagi RSUD untuk perbaikan pelayanan ke arah yang lebih baik.
Kita akui lanjut dia, memang masih banyak kekurangan dalam pelayanan kepada masyarakat. Karena kita sadar, bahwa yang dibutuhkan masyarakat adalah kecepatan dan Ketepatan pelayanan. Ini akan terus kita upayakan agar RSUD Sekadau bisa melayani masyarakat Sekadau ke arah yang lebih baik lagi. "Sehingga forum konsultasi publik sangat penting, agar masukan dan saran bisa kita cermati untuk perbaikan dalam pelayanan," katanya.
Masih dikatakan dia,pihaknya saat ini fokus untuk perbaikan pelayanan RSUD yang hasil survey persentase masih rendah dan yang hasil survey agak baik akan terus kita perbaiki.
"Sampai pada angka maksimal" timpalnya.
Saat ini kata dia, pihaknya masih kekurangan sarana dan prasarana, bahkan untuk penambahan Poly kita masih kesulitan ruangan. Artinya masih banyak yang harus kita butuhkan terkait sarana dan prasarana.
Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, kita akan menambah dokter pelayanan, kita juga dapat hibah bantuan pemeriksaan jantung.
"Ada penambahan pelayanan baru yakni Paru-Paru dan sakit Jiwa," ungkapnya.
Berikut 10 masalah yang berhasil di indentifikasi masalah serta usulan rekomendasi perbaikan serta jangka waktu penyelesaian :
1. Keterbatasan sarana dan prasarana (CT Scan) laboratorium dalam proses perizinan selesai dalam waktu 3 bulan.
2.Frofesional petugas kesehatan, membuat regulasi reward, dan punishmen dalam bentuk SK Direktur, pelatihan/Dilat pembinaan internal oleh Direktur jangka waktu penyelesaian 3 bulan.
3. Ketersediaan dokter spesialis penyelesaian 6 bulan.
4. Surat tagihan RS ke kantor desa berkelanjutan.
5. Akses privasi pasien di IGD penyelesaian selama 3 bulan.
6. Pengaduan liat dari masyarakat di sosial media akan berkoordinasi dengan Kominfo waktu penyelesaian 3 bulan.
7. Ketersediaan dan kwalitas obat segera akan ditindaklanjuti waktu penyelesaian 1 Minggu.
8.Pelayanan untuk pengguna BPJS, tindakan akan disamakan dengan pasien umum, waktu penyelesaian 3 bulan.
9. Penguna BPJS ketika masih membeli obat diluar, akan ada MoU RSUD dengan apotik luar yang di tunjuk waktu penyelesaian 3 bulan
10. Kekurangan ketersediaan air dan listrik penyelesaian akan di usulkan anggaran untuk membiayai waktu penyelesaian 1 tahun.
Ia berharap agar masyarakat yang hadir akan melakukan pemantauan dan pengawasan progres tindak lanjut perbaikan yang dilakukan oleh unit penyelenggaraan pelayanan sesuai usulan rekomendasi dan jangka waktu penyelesaian masalah yang telah disepakati.
Hadir pada kegiatan tersebut, Dewan Pengawas RSUD Simson, ketua DAD Jefray Raja Tugam, ketua MABM diwakili, staf dan pegawai RSUD, perwakilan dari pasien, perwakilan dari ITKK, Perwakilan dari Majelis Taklim, serta beberapa ormas lainnya (tar/wos)
