Sungai Mengering, Warga Kwatir Kesulitan Mencuci Dan Mandi

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Senin, September 14, 2026

Sungai Mengering, Warga Kwatir Kesulitan Mencuci Dan Mandi

 

Vinsensius Lican.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Musim kemarau yang berkepanjangan saat ini menyebabkan masyarakat merasa was-was. Bagaimana tidak,hampir 80 persen warga kabupaten Sekadau hidup mengandalkan sektor pertanian,bahkan sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sudah menghentikan pembelian Tandan Buah Segar (TBS). Bahkan harganya juga sudah mulai turun. Belum lagi krisis air bersih bagi warga yang hidup mengandalkan air sungai, lantaran sungai-sungai kecil sudah banyak yang kering.

Namun bagi warga Desa Sungai Sambang kecamatan Sekadau Hulu, persoalan penjualan TBS saat ını belum ada masalah,karena rata-rata petani Sawit swadaya di wilayah tersebut adalah hasil binaan PT Agro Andalan. 

Mereka jual TBS ke PT Agro Andalan, satu hari satu truk,kebetulan para petani swadaya disana adalah binaan mereka. 

"Jadi saat ini, penjualan TBS tidak ada masalah,cuma yang jadi ketakutan warga adalah sungai-sungai kecil sudah banyak yang kering, " kata Vinsensius Lican kepala Desa Sungai Sambang kepada media, Minggu (13/09/2026) melalui pesan WhatsApp.

Menurut dia, kekeringan sungai akibat kemarau tentu menjadi kekwatiran tersendiri warga. Karena mereka mandi mencuci di sungai, kalau sudah kering, artinya mereka harus mencari alternatif lain.

"Kalau untuk minum,setiap hari penjual air Galon dari Rawak dan Sekadau datang berjualan, jadi air minum tidak ada masalah,"kata Lican.

Pantauan awak media ini dilapangan, menunjukkan bahwa petani sayur, memang mengalami kendala,bahkan banyak juga lahan yang tidak bisa ditanami akibat kesulitan air. Dampaknya harga-harga sayur mayur di pasar melonjak naik. 

Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama hujan sudah datang dengan intensitas tinggi, sehingga kekwatiran warga sedikit berkurang.

Banyak ladang-ladang warga yang sudah dibakar namun belum bisa ditanami, lantaran belum ada hujan. Sehingga tahun ını bisa diprediksi bahwa produksi beras akan menurun drastis (tar/man).


Diterbitkan: faktapagi.com

Bagikan artikel ini

  
Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar