Musim Kemarau Kades Ingatkan, Hindari Aktivitas Diluar

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Minggu, September 13, 2026

Musim Kemarau Kades Ingatkan, Hindari Aktivitas Diluar

 

Sabli.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Kepala Desa Rawak Hulu Sabli mengingatkan warganya untuk selalu berhati-hati dan gunakan Masker saat beraktivitas diluar rumah. Karena saat ını kabut Asap tiba-tiba melonjak, dan bisa menyebabkan gangguan kesehatan. "Batasi aktivitas diluar rumah jika tidak terlalu urgensi, apabila terpapar ISPA sebaiknya segera berobat ke rumah sakit maupun ke Puskesmas terdekat,"katanya.

Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan kabupaten Sekadau penyakit utama yang sering menyerang meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, dehidrasi, iritasi kulit atau mata kering, serta demam berdarah dengue (DBD) akibat perubahan penampungan air," katanya.

Dikatakan dia lagi,jenis penyakit yang rentan pada musim kemarau adalah ISPA dan Flu: akibat debu  yang beterbangan dan udara kering memicu batuk, pilek, serta radang tenggorokan.

Sedangkan penyakit lainnya, yakni penyakit Diare akibat krisis air bersih, akibat kebersihan makanan dan minuman menurun, memudahkan bakteri menyerang perut.

Kemudian Dehidrasi dan Heatstroke akibat suhu panas yang ekstrem memicu kekurangan cairan tubuh serta sengatan panas yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Kemudian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) biasa penyakit ini muncul dari air, pada musim kemarau warga sering menampung air di wadah terbuka saat krisis air, wadah penampungan air akan menjadi sarang nyamuk. 

Sakit mata dan penyakit kulit akibat debu jalanan yang bisa memicu iritasi mata,dengan gejala gatal atau esksim pada kulit kering.

Sedangkan, kelompok yang paling rentan terkena adalah, anak-anak, Lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis. Mereka ini yang paling beresiko terpapar saat musim kemarau.

Maka dari itu agar terhindar sebaiknya, gunakan masker jika beraktifitas diluar ruangan, atau saat mengunakan sepeda motor, kemudian mengurangi kegiatan diluar rumah.

"Menutup pintu dan jendela, agar debu tidak masuk ke dalam rumah, terutama asap bekas Bakaran,"ingatnya.

Saat ını pihaknya terus melakukan komunikasi dengan pihak Puskesmas dan layanan kesehatan lainnya, untuk tetap siaga menghadapi peningkatan kasus ISPA selama musim kemarau (tar/man).


Diterbitkan: faktapagi.com

Bagikan artikel ini

  
Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar