Menangis Histeris Di Lumbung Padi

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Minggu, Juli 19, 2026

Menangis Histeris Di Lumbung Padi

 

Pimpinan mediasi asisten II Sandae saat menyampaikan arahan kepada sejumlah karyawan MJP yang hadir, (15/07/2026) di Aula pertemuan kantor desa Selalong pekan lalu.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Istilah menangis di lumbung Padi adalah istilah yang cocok menggambarkan kondisi  sejumlah karyawan Pupuk PT.Multi Jaya Perkasa (MJP). Mediasi kembali dilakukan setelah gagal bertemu para wakilnya di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Sekadau beberapa waktu lalu. Mediasi kali ini di inisiasi oleh kepala Desa Selalong, bersama asisten II dan ketua Komisi III DPRD, Rabu (15/07/2026) di Aula pertemuan kantor Desa Selalong.

Pada intinya karyawan masih tetap ingin bekerja seperti biasa dengan beberapa ketentuan yang siap diterima, 

Jerit tangis histeris para ibu-ibu karyawan mewarnai mediasi,mereka tetap ingin bekerja seperti biasa,tak mau disuruh mengundurkan diri,alasan utama adalah karena masa bekerja mereka sudah cukup lama, bahkan rata-rata masa kerja sudah belasan tahun. 

Karena, semua manusia pasti bersalah, makanya harus ada kesempatan kedua.

"Kami bekerja demi membantu ekonomi keluarga, dengan meneteskan keringat setiap hari," ujar Dara sambil menangis.

Lagi pula, hampir seluruh karyawan Pupuk adalah penyerah lahan, apalagi hampir 90 persen penyerahan warga Selalong dan Sejirak menjadi kebun inti perusahaan saat ını.

Pada mediasi tersebut memang belum ada keputusan,karena masih menunggu jawaban dari top Management perusahaan,sehingga karyawan tersebut masih menunggu hasilnya.

Setelah mediasi berakhir, 9 karyawan masih belum mendapat kabar dari pihak terkait, mereka di suruh mundur, namun mereka tidak bersedia, kecuali semuanya ikut mundur, karena mereka satu paket dan satu tim. Entah, apakah masih ada yang mendengar keluhan mereka atau tidak, karena kesalahan yang dilakukan oleh masyarakat kecil biasanya jarang di dengar,. mudah-mudahan kali ını suara mereka bisa di dengar.

"Kami memang bersalah tapi, jangan timpakan kesalahan semua itu kepada kami, selama ini kami sudah banyak membantu perusahaan, dan bisa menyandang ISPO sampai sekarang,semua karena kami tunduk dengan perintah perusahaan,namun jangan karena kesalahan sekali semua jerih payah kami yang mengucurkan keringat setiap hari hilang bak di telan bumi," kata salah seorang karyawan kepada media ini usai mediasi 

Jangan hanya menilai kesalahan sepihak,perusahaan juga pasti ada salahnya,kami tahu namun selama ını kami bungkam, tapi jika perusahaan juga tidak mendengarkan permintaan kami, maka akan kami tuntut satu persatu kewajiban perusahaan yang diabaikan selama ini,baik kepada karyawan maupun kepada masyarakat.

"Kami hanya minta satu pekerjakan kembali karena kami adalah tuan rumah, yang selama sudah menopang kemajuan perusahaan," pungkasnya (man/ tar).



Diterbitkan: faktapagi.com

Bagikan artikel ini

  
Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar