Buka Rapat Advokasi AKI dan AKB Wabup Minta Hindari Pernikahan Dini

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Jumat, Juli 03, 2026

Buka Rapat Advokasi AKI dan AKB Wabup Minta Hindari Pernikahan Dini

 

Suasana rapat advokasi AKI dan AKB yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana kabupaten Sekadau yang dibuka langsung oleh wakil Bupati Sekadau Subandrio, Kamis (02/07/2026) di Aula lantai II kantor Bupati Sekadau jalan merdeka Timur.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Wakil Bupati Sekadau Subandrio, SH.MH membuka secara resmi kegiatan Rapat Advokasi dan Strategi Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) Dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Sekadau. Kegiatan tersebut sebagai komitmen bersama dalam rangka meng kolaborasi semua pihak untuk menurunkan AKI Kematian Ibu dan AKB Kematian Bayi di Kabupaten Sekadau, Kamis (02/07/2026) di Aula kantor Bupati Sekadau jalan merdeka Timur.

Dalam sambutanya pada acara pembukaan Wakil Bupati  Sekadau menyampaikan apresiasi terhadap beberapa kegiatan Rapat Advokasi dan Strategi Penurunan Angka Kematian Ibu Dan Bayi di Kabupaten Sekadau tahun 2026. 

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau yang sudah melaksanakan kegiatan yang sangat penting dan berguna bagi seluruh keluarga di kabupaten Sekadau," kata Suban mengawali sambutannya.

Menurut Subandrio bahwa nikah sirih adalah nikah yang dokumennya tidak lengkap, sedangkan jika nikah dibawah umur tidak bisa, karena secara hukum tidak boleh, secara agama juga tidak boleh, dan kecuali nikah sirih membuka kantor cabang baru, supaya ada kolaborasi yang diantarkan ke pengadilan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat, sedapat mungkin pernikahan tidak boleh dilakukan.

"Pemerintah Kabupaten Sekadau terus berkomitmen supaya tidak ada lagi nikah dini atau nikah dibawah umur demi menjaga kesehatan ibu dan anak," katanya.

Ditempat yang sama Henry Alpius kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana kabupaten Sekadau mengatakan, bahwa betapa pentingnya rapat lintas sektoral ını dilakukan. 

Karena, berawal dari rapat ını akan ada solusi untuk mengurangi serta meniadakan kematian ibu dan anak saat melahirkan serta mengurangi angka pernikahan dini bagi masyarakat kabupaten Sekadau.

Menurut dia, rapat ini kami anggap sangat penting karena strategi kita sama-sama melihat bagaimana status atau kondisi angka kematian ibu dan Bayi di Kabupaten Sekadau. Sebetulnya indikator Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau,bukan hanya terkait dengan ketimpangan ekonomi, salah satu strategi pembangunan yaitu kecepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi.

"Keberhasilan pembangunan satu daerah tidak diukur dari pertumbuhan ekonomi tapi juga kemampuan melindungi ibu dan anak selama masa pertumbuhan sebagai penerus bangsa," kata Henry.

Ia menjelaskan, pihaknya pernah menangani kasus yang sangat buruk, maka dari itu mereka mengundang pihak perusahaan, tujuannya supaya perusahaan paham dengan hal hal itu, serta meminta dukungan terkait dengan wilayah-wilayah atau desa-desa supaya bisa menjalani Posyandu.

"Kegiatan ini merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Sekadau kedepannya harus berbasis data, mendukung pembiayaan dan memadai, indikator yang terukur serta evaluasi secara berkelanjutan, agar setiap program benar benar memberikan dampak bagi masyarakat," tutup kadis.

Hadir pada kegiatan tersebut, Camat,kepala desa serta lembaga lainnya dan Kepala Puskesmas se-kabupaten Sekadau (tar).



Diterbitkan: faktapagi.com

Bagikan artikel ini

  
Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar