![]() |
| Abet Nego. |
"Sejak turunnya harga TBS, sampai sekarang sekitar 8 ribu petani di dua perusahaan tetap konsisten dan tidak beralih kepada pekerjaan lain," katanya lagi.
Menurut dia, warga mengerti apa saja yang terjadi terhadap perkembangan dunia baik politik, ekonomi dan geopolitik internasional, lewat media sosial. Kami sebagai Humas mengetahui bahwa petani semakin cerdas melihat situasi, tidak serta merta menyalahkan perubahan.
Saat ini kata dia, pihaknya tengah menyelesaikan tuntutan masyarakat terkait lahan Sertifikat yang masuk Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan. Dalam tuntutan tersebut masyarakat minta agar lahan milik masyarakat yang masuk HGU dikeluarkan. Kini pihaknya sedang menjajaki dengan berbagai pihak terkait, bahkan kami sudah lama menyurati pihak BPN.
"Saat ini kami masih menunggu pihak BPN, perusahaan sejatinya selalu siap," ujarnya.
Selain itu lanjut dia, pihaknya tengah mempersiapkan syarat-syarat untuk melaksanakan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di dua perusahaan, program ını akan kita laksanakan juga di KBP dan KSP. Karena biaya PSR ditanggung oleh Pemerintah mengunakan dana pajak CPO.
"Saat ını kami ke Jakarta untuk mengurus segala persyaratan yang dibutuhkan dengan manajemen perusahaan di pusat," katanya.
Jadi, kabar baik untuk petani sudah ada, karena saat ını hanya satu perusahaan yang melakukan PSR di kabupaten Sekadau yakni PT.MPE dan kini KBP dan KSP akan melakukan hal yang sama demi mensejahterakan masyarakat petani wilayahnya.
"Mudah-mudahan segera selesai semua dan kita bisa langsung eksekusi dilapangan," ucapnya (tar/man).
