Buka Seminar Akselerasi Hilirisasi Sawit Rakyat, Bupati Ingatkan Sukses Itu Butuh Proses, Jangan Pakai Jalan Pintas - Faktapagi.com

Jumat, April 17, 2026

Buka Seminar Akselerasi Hilirisasi Sawit Rakyat, Bupati Ingatkan Sukses Itu Butuh Proses, Jangan Pakai Jalan Pintas

 

Penyerahan cendramata oleh ketua SPKS kepada Bupati Sekadau usai acara pembukaan seminar Hilirisasi sawit, Kamis (16/04/2026) di Aula hotel Multi Sekadau. 
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Bupati Sekadau Aron, SH membuka secara resmi kegiatan seminar Akselerasi Hilirisasi Sawit Rakyat dalam rangka pengembangan produk UMKM turunan Sawit sebagai unit bisnis koperasi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing petani Sekadau. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah dan daya saing petani sawit melalui penguatan unit bisnis koperasi yang berkelanjutan,Kamis (16/04/2026) di Aula multi hotel Sekadau.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, bahwa untuk mengembangkan sawit rakyat Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau telah memberikan bantuan bibit kelapa sawit sebanyak 2 ratus ribu lebih kepada kelompok tani. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan perekaman masyarakat, karena Kelapa sawit merupakan penopang utama perekonomian kabupaten Sekadau. 

Karena dengan adanya sawit pertumbuhan ekonomi kabupaten Sekadau pernah mencapai 5 persen dan sekarang pertumbuhan ekonomi kabupaten Sekadau bertengger di angka 4 persen lebih, artinya Komoditi sawit masih menjadi penopang ekonomi masyarakat selama ini.

"Sebagai bukti bertumbuhnya ekonomi masyarakat tentu tidak hanya sebatas angka, misalnya sudah banyak masyarakat yang memiliki kendaraan roda empat, serta terpenuhinya kebutuhan lain," kata Aron.

Hanya saja,mirisnya, jika dilihat dari jumlah luasan kebun kelapa sawit di kabupaten Sekadau harusnya pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) dari pajak Sawit harus lebih besar.Namun, pada kenyataannya Kabu Sekadau pada tahun anggaran 2026 DBH hanya diberikan oleh Pemerintah Pusat sebesar 3,6 milyar saja. Angka ını tidak sesuai dengan perolehan pajak Sawit yang ditarik oleh Pemerintah Pusat dengan angka kisaran sekitar 120 milyar pertahun. 

"Andaikan diberikan 20 persen saja kabupaten Sekadau sudah dapat DBH 12 Milyar," ujarnya.

Untuk ia meminta kepada semua pihak termasuk SPKS agar kedepannya kita sama-sama mendorong agar Pempus bisa memahami kesulitan kabupaten Sekadau terutama terkait DBH.

Ia juga berpesan kepada petani yang hadir untuk tidak melakukan hal yang tidak baik, misalnya jual kebun sawit untuk judi online. "Karena tidak ada orang sukses tanpa proses," ingatnya.

Ditengah yang sama Bernadus Muktar ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) kabupaten Sekadau dalam sambutanya mengatakan, bahwa Kabupaten Sekadau merupakan salah satu daerah penghasil kelapa sawit rakyat yang memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian daerah,terutama dalam meningkatkan taraf hidup petani sebagai kelompok mayoritas masyarakat,sekaligus mendorong pertumbuhan sektor industri berbasis perkebunan. 

Menurut dia, pembangunan sektor perkebunan kelapa sawit telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan dan stabilitas ekonomi daerah. 

Kebijakan ini diharapkan mampu menyentuh langsung kepentingan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan,serta mengangkat derajat hidup petani,sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah melalui program unggulan Infrastruktur, Perkebunan, Pertanian, dan Perikanan untuk Kesejahteraan (IP3K).

Selain itu kata dia lagi, pada tahun 2022 Pemerintah Kabupaten Sekadau telah menetapkan Peraturan Bupati Sekadau Nomor 26 Tahun 2022 tentang Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit 

Berkelanjutan (RAD KSB) Kabupaten Sekadau Tahun 2021–2024. Komponen RAD KSB tersebut mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional.

Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN KSB) 2019–2024, yang meliputi, penguatan data, koordinasi, dan infrastruktur, Peningkatan kapasitas dan kapabilitas pekebun, pengelolaan dan pemantauan lingkungan, penguatan tata kelola perkebunan dan penyelesaian sengketa, Percepatan sertifikasi ISPO dan peningkatan akses pasar.

"Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas strategis bagi Kabupaten Sekadau, serta mencerminkan komitmen dan perhatian serius pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan industri sawit yang inklusif dan berdaya saing," katanya.

Meskipun lanjut dia, perkembangan kelapa sawit di Kabupaten Sekadau terus tumbuh, bahkan menjadi salah satu sektor yang mendorong pembangunan ekonomi daerah, penyerapan tenaga kerja, serta pemberdayaan masyarakat, sebagian besar petani sawit masih bergantung pada penjualan Tandan Buah Segar (TBS). 

Padahal, dalam konteks hilirisasi melalui pengembangan UMKM, terdapat berbagai produk turunan sawit yang dapat dikembangkan oleh petani untuk meningkatkan nilai tambah. Beberapa diantaranya adalah minyak goreng, gula sawit, keripik sawit, dodol sawit, serta kerajinan berbahan limbah sawit seperti piring dan anyaman lidi sawit.Beragam produk tersebut telah tercantum dalam katalog pengembangan produk turunan sawit yang difasilitasi oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP), dan berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai unit usaha koperasi maupun UMKM petani.

Hadir pada kegiatan tersebut, ketua SPKS Pusat, ketua SPKS Provinsi Kalbar, kepala bidang Perkebunan Ifan Nurfatria, perwakilan dari Kesbangpol, serta para petani ketua kelompok yang tergabung dalam SPKS kabupaten Sekadau (tar/wos)



 

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments