![]() |
| Hendro, S,sos. |
"Adapun ketua DPC yang mengundurkan diri adalah, kecamatan Sekadau Hulu, Belitang Hilir, Belitang dan kecamatan Belitang Hulu," tulis Hendro kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Jumat (27/02/2026).
Bukan hanya para pengurus DPC saja yang mundur, bahkan sejumlah pengurus lainnya juga ikut serta mengundurkan diri dari partai Perindo, diantaranya bendahara dan bagian administrasi, hal ini dipicu karena pergantian ketua DPD dinilai tidak transparan, dan tidak sesuai mekanisme yang ada.
"Mereka begitu melihat berita dari media online, karena kepemimpinan DPD diganti, mereka tanpa dikomando langsung mengundurkan diri," ucapnya.
Menurutnya , salah satu alasan mereka membuat surat pengunduran diri adalah, karena menganggap partai Perindo tidak menghargai pengurus lama, padahal pak Hendro yang pertama membawa Perindo ke kabupaten Sekadau.
"Jadi kami ikut mundur juga, bersama dengan mundurnya Hendro," kata salah seorang pengurus yang namanya engan dipublikasikan di media.
Dikatakan dia lagi, melalui telpon mengatakan, bahwa beberapa pengurus DPC dan DPRt mereka bertahan di partai PERINDO karna pak Hendro yang Ketua DPD, karna beliau yang merintis partai PERINDO di kabupaten Sekadau, hingga Perindo menjadi partai yang diperhitungkan.
"Pada periode pertama partai Perindo di kabupaten Sekadau bisa menduduki peringkat 5 perolehan suara terbanyak,itu semua hasil perjuangan pak Hendro, agar kami bebas dan bisa mengambil pilihan lain, pada saat berita di media ini ditayangkan kami sudah keluar dari anggota partai Perindo," cetusnya (tar).
