Elton Hotman Klarifikasi Kasus Viral Klenteng Thai Seng Hut Co di Binjai - Faktapagi.com

Jumat, Februari 27, 2026

Elton Hotman Klarifikasi Kasus Viral Klenteng Thai Seng Hut Co di Binjai

 

Para pengurus Klenteng usai melaksanakan klarifikasi terkait berita viral tersebut,  Kamis (26/02/2026) di Binjai.
BINJAI-FAKTAPAGI.COM. Setelah mengalami polemik Tempat Ibadah Klenteng Thai Seng Hut Co dengan warga sekitar yang sebelumnya telah viral, mengklarifikasi terkait tempat ibadah yang digeruduk warga, berlokasi di Jl. Rambutan no.2 Kelurahan Bandar Sinembah, Kecamatan. Binjai Barat Brahrang, pada Kamis tanggal 26 Pebruari 2026 kemarin.

Diketahui sebelumnya, setelah sembahyang bersama, dilanjutkan dengan open house di klenteng tersebut menuai sorotan publik, perayaan tersebut menyalakan kembang api yang sangat besar, yang menimbulkan kebisingan, bahkan juga kegiatan hiburan musik yang berlangsung hingga dini hari menambah keresahan ke rumah-rumah warga yang ada di sekitar Klenteng. Sehingga hal tersebut menimbulkan polemik berkepanjangan.

Setelah Viral, kemudian awak media yang bertugas langsung turun ke lokasi untuk mengkonfirmasi Ketua Pengurus Klenteng Bapak Elton Hotman, awalnya ia sangat menyesalkan atas kejadian tersebut terutama kepada warga bersama pihak aparat keamanan yang mana klenteng ini sudah berdiri sejak 5 Tahun yang lalu.

"Kami merayakan Open House Imlek Tahun 2026, setelah lewat jam tarawih pukul 22.30 wib malam kemudian acara dilaksanakan selama kurang lebih 20 menit saja untuk makan minum serta bermain petasan dan sebelumnya kita sudah berkoordinasi dengan pihak Polmas serta Aidil Lubis selaku Tokoh Masyarakat dari lingkungan tiga," katanya.

"Namun, yang sangat disesalkan adalah setelah viral, katanya ada musik hiburan DJ sampai subuh dan ada praktik perdukunan di Klenteng, itu tidak benar padahal kami cuman Sembahyang dan makan-makan," ungkapnya kepada awak media yang bertugas.

Lebih lanjut, terkait warga yang sempat datang untuk menggeruduk tempat ibadah Klenteng pada pukul 23. 00 wib malam.

Kami dari  pengurus Klenteng sangat menyayangkan tindakan tersebut, justru fakta yang muncul bahwa warga yang datang beramai-ramai itu merupakan bukan warga lingkungan empat, tapi dari lingkungan tiga tetangga dari lokasi Klenteng.

Saat awak media pun mewawancarai 2 orang warga sekitar terkait kejadian tersebut bahwa, berita yang sudah di viralkan oleh beberapa Media Elektronik merupakan fitnah dan terkesan mau memojokkan pihak pengurus Klenteng, dimana juga warga bersama Kepling Lingkungan 3 Ibu Nurlela Saragih memaksakan diri untuk menerobos masuk dan melarang pihak Klenteng untuk tidak menghidupkan petasan sesuai tradisi adat istiadat etnis Tionghoa, karena itu juga merupakan sikap intoleransi kepada umat yang sedang merayakan Imlek.

Dengan harapan agar warga di sekitar lingkungan tiga, kedepan tidak melakukan menggeruduk sesuka hati di lokasi tempat ibadah yang sangat sakral bagi kaum Tionghoa,dan berharap agar Pemerintah setempat dapat memperhatikan norma-norma adat istiadat dari kaum etnis Tionghoa yang saat itu sedang merayakan Hari Raya Imlek Tahun 2026 (tim).

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments