![]() |
| Kondisi sampah saat ini di Kota Balai Karangan, memerlukan penanganan yang tepat agar bisa teratasi (foto istimewa) |
Ada beberapa warga yang terganggu akibat tumpukan sampah tersebut, warga dusun Runit dan Bantan Desa Bungkang Kecamatan Sekayam.
Menanggapi kondisi sampah yang memerlukan penanganan darurat tersebut Kepala Desa Balai karangan, Erzan Umar mengatakan,bahwa memang perlu ada solusi terhadap penanganan sampah tersebut.
Menurut dia, jika melihat kondisi saat ini sepertinya memang harus ada penataan ulang, baik itu dermaga angkutan hinga akses jalan menuju TPA. "Semuanya perlu ditata ulang agar sampah yang dibuang warga di tempat penampungan sementara bisa langsung di angkut ke TPA," katanya kepada faktapagi.com, Jumat (0711/2025) di Balai karangan.
Satu-satunya solusi kata dia lagi,adalah membangun akses jalan masuk ke TPA, tujuannya agar sampah tidak di tumpuk di pinggir jalan.
"Perlu ada solusi cepat untuk mengatasi kondisi TPA yang ada,"ujarnya.
Masih menurut dia, apabila sudah ada akses menuju TPA, maka dermaga angkutan sampah dari tempat penampungan sementara bisa langsung masuk ke TPA, dengan begitu sampah tidak lagi ditumpukan di pinggir jalan seperti saat ini.
Selain akses masuk, perlu ada pagar pembatas, antara jalan umum dan TPA, tujuannya supaya sampah tidak mengeluarkan bau kurang sedap,dan tidak menggangu lalu lintas.
"Kalau bisa lokasi TPA dibuat pagar pembatas, entah itu dari seng ataupun mengunakan Batako," katanya.
Atas kejadian ini ia berharap, ada dukungan dari Pemerintah Daerah kabupaten Sanggau,serta dukungan dari berbagai pihak lainnya, tujuannya agar penangganan sampah ini bisa lebih representatif, karena akses jalan Balai karangan adalah perlintasan antar negara, jadi kalau penanganan sampah kurang baik, maka akan jadi preseden buruk bagi Indonesia dimata negara lain.
"Saya minta dukungan secepatnya dari Pemda, agar penanganan sampah bisa lebih baik lagi," harapnya (Penulis Tino /editor red)
