Kasus DBD Melonjak,Warga Diminta Waspada, Pihak RSUD Sebut Sejak Oktober Kasus Naik 300 Persen

Iklan dewan

Iklan

Iklan

HANDI IDUL FITRI

HANDI IDUL FITRI

Rabu, Oktober 28, 2026

Kasus DBD Melonjak,Warga Diminta Waspada, Pihak RSUD Sebut Sejak Oktober Kasus Naik 300 Persen

 

dr.Tanjung Tampubolon.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.Tanjung Tampubolon menyebutkan bahwa sejak bulan September 2026, kasus Demam Berdarah Denque (DBD) sudah mulai muncul. Penyakit tersebut disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Berdasarkan data yang ada kesus DBD naik secara signifikan sejak bulan Oktober menjadi 24 kasus atau mengalami kenaikan sebesar 300 persen.

Jadi saya ingatkan agar masyarakat kabupaten Sekadau waspada terhadap wabah DBD yang mulai meningkat," katanya kepada media ini, Selasa (27/10/2026) usai mengikuti rapat evaluasi PAD bersama wakil Bupati Sekadau.

Ia menjelaskan berdasarkan data pasien DBD ruang anak pada bulan September terdapat 8 kasus, lalu pada bulan Oktober kasus naik menjadi 24 kasus atau naik 300 persen.Meski demikian peningkat kasus tersebut masih bisa di tangani secara maksimal dan belum di kategorikan sebagai kasus luar biasa.

"Meski kasusnya meningkat tajam tapi masih bisa di tangani dengan baik dan belum bisa dikatakan sebagai kasus luar biasa," ujarnya.

Ia meminta agar masyarakat bisa  mengenali gejala dan segera seperti demam tinggi, jika gejala ini terjadi segera memeriksakan diri ke pasilitas kesehatan terdekat.

Selain DBD masyarakat juga di minta mewaspadai penyakit chikungunya. dengan gejala antara lain mendadak demam tinggi, nyeri sendi yang lama, dan nyeri otot.

"Untuk mencegah agar wabah DBD tidak menyebar, caranya cukup dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, caranya sederhana menutup tempat genangan air, pot bunga dan tidur mengunakan kelambu," pesannya (tar/man).

Diterbitkan: faktapagi.com

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar