Buka Akses Transportasi Warga, Bupati Resmikan Jembatan Merah Putih - Faktapagi.com

Jumat, Februari 13, 2026

Buka Akses Transportasi Warga, Bupati Resmikan Jembatan Merah Putih

 

Penandatanganan prasasti peresmian Jembatan Merah Putih oleh Bupati Sekadau didampingi para tamu undangan serta unsur Forkopimda, Kamis (11/02/2026) di Sungai Sambang.
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM. Bupati Sekadau Aron, SH didampingi ketua TP PKK Ny, Magdalena Susilawati Aron,SP meresmikan pengunaan Jembatan Merah Putih Desa Sungai Sambang. Jembatan penghubung Sungai Menterap dengan beberapa desa di wilayah kecamatan Sekadau Hulu, merupakan akses bagi perekonomian masyarakat, Kamis (12/02/2026) di Sungai Sambang.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, sejak jembatan gantung terputus, baru terpikir bahwa rangka jembatan yang sudah ada harus dilanjutkan, karena akses transportasi sangat dibutuhkan oleh beberapa warga dari desa  Boti, Mondi, serta warga kilometer 46 jalan Kayu Lapis. Sebelum ada jembatan warga harus disana harus berbelanja ke Sekadau, meski agak memutar, namun setelah jembatan ini bisa digunakan. Maka, mereka cukup belanja di Rawak, jarak dekat, dengan begitu harga kebutuhan pokok bisa lebih murah.

"Itulah dampak nyata dari lancar akses transportasi bagi masyarakat,"kata Aron.

Setelah dibangun selesai pemasangan rangka jembatan, muncul lagi masalah baru, anggaran kurang untuk menimbun jalan naik ke jembatan, karena kedalaman hampir 6 meter, sehingga setelah selesai belum bisa digunakan. "Beruntung berkat suforrt dari pihak perusahaan penimbunan Jembatan melalui dana Coporate Sosial Responsibility (CSR) berhasil sehingga sekarang sudah bisa dilewati," kata Aron.

Karena lanjut dia, pembangunan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah semata, tapi semua pihak harus terlibat. Termasuk pihak swasta. Saat ını pihaknya tengah melakukan pendataan jalan dan jembatan yang menjadi tanggung Pemerintah dan pihak swasta, tujuannya agar semua akses jalan Jembatan di wilayah perusahaan bisa lancar. Agar pembagunan bisa berjalan baik meskipun efisiensi secara ketat saat ını oleh Pemerintah Pusat.

Kita juga canangkan tambah Aron, Jumat Gotong royong (Jurong ) hal ini sesuai instruksi presiden Prabowo, tujuannya agar sampah-sampah tidak menumpuk dan bisa menjadi penyebab banjir. " Saya minta Jumat bersih digalakkan demi kebersihan wilayah masing, untuk camat dan serta jajaran OPD," ingatnya.

Sementara itu kepala Dinas PUPR kabupaten Sekadau Henry Handoko dalam sambutanya mengatakan, bahwa pondasi jembatan ini sudah dibangun sejak tahun 2019, dan sempat terhenti pembangunannya, karena belum adanya rangka baja. Sehingga pembangunannya belum dilanjutkan. "Pada saat itu saya belum jadi kepala Dinas PUPR,," katanya.

Baru sejak kepemimpinan pak Aron dan Subandrio Pemerintah mulai memikirkan kelanjutan Jembatan tersebut, setelah itu akhirnya Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau mengusulkan ke Kementerian PUPR untuk diberikan rangka baja, meskipun sempat berebut dengan tiga kabupaten lainnya. Namun, kabupaten Sekadau berhasil menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan oleh kementerian sehingga rangka jembatan berhasil kita bawa, dan sekarang sudah digunakan.

"Berkat perjuangan panjang tersebut akhirnya hasil bermanfaat bagi masyarakat kecamatan Sekadau Hulu," cetusnya.

Sementara itu Plt camat Sekadau hulu Fransisco Uwardianus,dalam sambutanya mengatakan, kendala utama setelah jembatan selesai dipasang adalah, mencari tanah dan batu untuk menimbun. Seusai instruksi Bupati akhir ia melakukan pembicaraan kepada perusahaan, yakni PT Agro Andalan, MJP, MPE, TBSM dan BSL. Beberapa perusahaan ini masing-masing menyumbangkan batu dan tanah untuk menimbun jembatan sehingga bukan Desember tahun 2025  Jembatan tersebut sudah bisa di pakai.

Setelah beroperasi, warga dari kilometer 40 dan 46 jalan eks Kayu Lapis mulai belanja ke Rawak. Artinya, ada peredaran uang lebih banyak di kecamatan Sekadau hulu. 

"Dengan begitu pertumbuhan ekonomi pasti akan baik, itulah keinginan dari Pemerintah Daerah," ucapnya.

"Atas nama warga masyarakat Sekadau Hulu saya ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan Jembatan Merah putih," ucapnya.

Ditempat yang sama kepala desa.(Kades) sungai Sambang Vinsensius Lican mengatakan, bahwa setelah digunakan meskipun belum diresmikan bulan Desember tahun lalu, arus transportasi warga dari wilayah jalan Kayu Lapis serta desa-desa sekitar sudah mulai padat. Masyarakat sudah ada mulai membeli kendaraan roda empat. Bahkan intensitas lalulintas sudah mulai meningkat, hal ini sangat dirasakan oleh warga sehingga rasa syukur kami tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Karena banyak dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat, secara umum pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sudah mulai menggeliat.

"Artinya, program IP3K sudah berjalan dengan baik dan dirasakan oleh masyarakat,"ucapnya.

"Mewakili masyarakat desa sungai Sambang saya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau, Camat Sekadau hulu serta pihak perusahaan yang telah terlibat langsung dalam proses pembangunan Jembatan Merah ini," ucapnya.

Hadir pada kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Muhammad Isa, Kapolres Sekadau AKBP Andika Wiratama, perwakilan dari Dandim 1204, wakil ketua DPRD Jefray Raja Tugam, Harianto, Eko, Kadis PTSP Handayani, Kadis Perkimtam Urabi, Imanuel Tibian PT Agro Andalan, Perwakilan dari PT.MJP, Perwakilan dari PTM BSL, Perwakilan dari PT. TBSM, perwakilan dari PT.MPE, Camat Sekadau hilir Gustiar Hendarto, camat Mahap Frans Seda, para Kades,  serta para undangan lainnya (tar/wos).



Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments