![]() |
| Penyerahan kesepakatan antara unsur pimpinan DPRD dan pemerintah daerah terhadap Raperda APBD Perubahan tahun 2025 17 September 2025 pekan lalu. |
SEKADAU-FAKTAPAGI.COM.Muhammad Ardiyansyah salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Sekadau dari partai Nasional Demokrat ( Nasdem) secara tegas mengatakan, bahwa kegiatan keagamaan yang sudah tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus tetap dijalankan, karena khusus untuk Umroh dan Ziarah Rohani masih menyisakan dua Agama lagi, yakni Umroh untuk Muslim sedangkan Ziarah Rohani untuk protestan. Bahkan, orang-orangnya sudah ditunjuk dari tokoh masyarakat yang akan berangkat sudah mengurus segala adminitrasi seperti Paspor serta administrasi lainya.
"Bagaimana mau dibatalkan, kalau dibatalkan artinya para tokoh masyarakat menganggap pemerintah Daerah berbohong," katanya kepada media ini Senin (21/09/2025) melalui telpon selulernya.
Menurut dia, pembinaan bidang keagamaan harus terus dilakukan oleh pemerintah, karena pembinaan keagamaan sebagai visi dan misi Pemerintah Daerah kabupaten Sekadau pimpinan Aron- Subandrio. Jika tidak dilaksanakan artinya Pemerintah Daerah tidak menjalankan visi dan misi secara baik." Sebagai wakil rakyat fraksi Nasdem sangat mendukung upaya tersebut," tegasnya.
Seandainya kedepannya jika ada pengurangan anggaran perlu ada pembahasan yang cukup teliti, karena pembinaan keagamaan merupakan salah cara membangun akhlak manusia.
"Jika akhlak tidak dibangun, maka kehidupan sosial juga akan terganggu, Artinya, semua aspek harus dibangun," katanya.
Sementara itu Ari Kurniawan Wiro salah satu anggota fraksi PDI-P melalui pesan Whatsap nya kepada media ini menuliskan, bahwa kami minta agar APBD di sisir.
Karena, APBD kabupaten sekadau defisit. "Sehingga PDI-P bersama seluruh fraksi DPRD minta agar APBD disisir dulu untuk menutupi defisit anggaran yang terjadi," tulisnya.
Sementara itu melalui telpon selulernya Bambang Setiawan yang juga anggota fraksi PDI-P kepada media ini mengatakan, bahwa perjalanan rohani ke Eropa sebaiknya jangan dulu, sedangkan Israel lagi belum aman, karena menurut dia situs-situs peninggalan keagamaan Kristen ada disana, bahkan Rasul-Rasul semua dari sana.
"Bahkan tidak ada Rasul dari Eropa, kenapa harus tour rohani ke sana," katanya.
Ia juga membantah kalau pihaknya ingin mengalihkan anggaran hibah untuk keagamaan dialihkan ke Aspirasi Dewan. "Kami tidak punya keinginan untuk mengalihkan anggaran hibah untuk keagamaan menjadi dana aspirasi," cetusnya (tar)
