![]() |
| Berfoto bersama usai acara sosialisasi dampak Karhutla kepada sejumlah tokoh masyarakat di wilayah tiga kecamatan kabupaten Sekadau, Senin (07/09/2026). |
SEKADAU-FAKTAPAGIMCOM.Tim Penyuluhan Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Markas Besar (Mabes) TNI terus melakukan upaya untuk pencegahan Karhutla. Tindakan pencegahan tersebut dilakukan melalui kegiatan penyuluhan kepada masyarakat di sejumlah kecamatan dan Desa di Kabupaten Sekadau, Senin (07/09/2026).
Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Sekadau Hulu, Nanga Taman dan Nanga Mahap dan melibatkan jajaran Koramil setempat, pemerintah kecamatan dan desa, Polri, perusahaan, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama serta warga setempat.
Selain memberikan edukasi, Tim Satgas Karhutla Mabes TNI juga menyerahkan bantuan beras kepada masyarakat di Dusun Cuka Hilir, Desa Sekonau dan Kantor PT Agro Andalan, Desa Setawar, Kecamatan Sekadau Hulu.
Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, Brigjen TNI Hendri W, mengatakan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Pencegahan Karhutla tidak bisa hanya dilakukan oleh TNI dan pemerintah, tetapi membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, karena dampaknya dapat merugikan diri sendiri, lingkungan dan masyarakat luas,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi lintas sektor harus terus diperkuat melalui patroli, deteksi dini dan pelaporan cepat apabila ditemukan potensi kebakaran.
“Kami berharap melalui penyuluhan ini masyarakat semakin memahami bahaya Karhutla dan turut menjadi bagian dari upaya pencegahan. Apabila ditemukan potensi kebakaran, segera laporkan kepada aparat terdekat agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegas Brigjen TNI Hendri W.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan materi mengenai mitigasi dan pencegahan Karhutla, bahaya serta dampak kebakaran hutan dan lahan, sanksi hukum bagi pelaku pembakaran, hingga pentingnya patroli terpadu lintas sektor.
Tim juga menyampaikan strategi penanganan kondisi darurat, termasuk pemadaman darat oleh satgas gabungan serta dukungan operasi udara seperti water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Penyuluhan akan terus dilaksanakan di tujuh kecamatan di Kabupaten Sekadau. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, perusahaan dan masyarakat dalam mencegah serta menangani Karhutla.
Dengan meningkatnya pemahaman dan partisipasi masyarakat, potensi Karhutla diharapkan dapat dicegah sejak dini sehingga lingkungan dan masyarakat Kabupaten Sekadau terlindungi dari dampak kebakaran dan asap (sumber Pendim 1204/Sanggau/redaksi).
